Top 5+ Kesalahan Mandi yang Bisa Memicu Jerawat Punggung
Jerawat tak hanya muncul di wajah, tetapi juga bisa timbul di punggung, dada, hingga bahu. Kondisi yang sering disebut body acne ini ternyata bisa dipicu oleh kebiasaan sederhana saat mandi yang kerap tidak disadari.
Dokter kulit bersertifikat asal Amerika Serikat, Lindsey Zubritsky mengungkap, urutan mandi yang salah dapat membuat sisa produk rambut menempel di kulit dan menyumbat pori-pori. Akibatnya, jerawat di area tubuh lebih mudah muncul.
Lalu, kebiasaan mandi seperti apa yang bisa memicu jerawat tubuh?
5 Kesalahan mandi yang memicu jerawat punggung
1. Membilas kondisioner di tahap terakhir mandi
Banyak orang terbiasa memakai kondisioner rambut, lalu membiarkannya beberapa menit sambil membersihkan tubuh. Namun, menurut dokter kulit, kebiasaan ini justru bisa memicu jerawat punggung.
“Karena kondisioner cenderung kental dan creamy, produk ini sulit dibersihkan hanya dengan air,” kata Zubritsky, dikutip dari SELF Magazine, Jumat (29/5/2026).
Saat kondisioner dibilas terakhir, residunya dapat mengalir ke punggung, dada, dan bahu. Jika area tersebut tidak dibersihkan kembali dengan sabun, sisa produk bisa menempel dan menyumbat pori-pori.
Zubritsky mengatakan, kebiasaan ini menjadi salah satu penyebab body acne yang paling sering terjadi.
Padahal, residu produk rambut yang tertinggal dapat memicu munculnya benjolan kecil, jerawat, hingga iritasi kulit.
2. Tidak membersihkan tubuh setelah keramas
Setelah selesai membilas sampo dan kondisioner, sebagian orang langsung mengakhiri mandi tanpa membersihkan tubuh lagi. Kebiasaan ini juga bisa membuat bahan dari produk rambut tertinggal di kulit.
Menurut dokter kulit Ife J. Rodney, bahan pelembab pada kondisioner seperti minyak kelapa, jojoba, dan silikon dapat membentuk lapisan di permukaan kulit.
“Bahan-bahan ini bisa menjebak sel kulit mati, keringat, dan minyak di bawah permukaan kulit,” kata Rodney.
Jika menumpuk terus-menerus, kondisi tersebut dapat memicu jerawat di punggung dan dada. Karena itu, para ahli menyarankan agar mencuci tubuh menjadi tahap terakhir setelah membilas rambut.
Selain membantu membersihkan residu produk, langkah ini juga membuat kulit terasa lebih segar dan bersih.
3. Membiarkan produk rambut terlalu lama menempel di kulit
Membiarkan masker rambut atau kondisioner terlalu lama ternyata juga bisa memperbesar risiko jerawat tubuh, terutama bagi orang yang kulitnya mudah berjerawat.
Produk perawatan rambut umumnya memiliki tekstur tebal dan kaya pelembab. Saat mengenai kulit punggung atau bahu dalam waktu lama, kandungannya bisa memicu penyumbatan pori.
Apalagi jika seseorang berkeringat selama mandi air hangat, kondisi kulit menjadi lebih lembab sehingga residu lebih mudah menempel.
Tak sedikit orang menganggap jerawat tubuh hanya dipicu kebersihan tubuh yang kurang. Padahal, produk rambut juga bisa menjadi penyebab tersembunyi yang sering diabaikan.
4. Menggunakan produk rambut terlalu berat
Kondisioner atau hair mask dengan kandungan minyak tinggi memang efektif membuat rambut lebih lembut. Namun, produk seperti ini juga berpotensi memperparah body acne.
Menurut Rodney, bahan oklusif seperti dimethicone dan minyak tertentu dapat meninggalkan lapisan pada kulit. Jika tidak dibersihkan dengan baik, pori-pori menjadi lebih mudah tersumbat.
Karena itu, orang yang rentan mengalami jerawat di punggung disarankan memilih produk rambut yang lebih ringan atau non-comedogenic bila memungkinkan.
Selain itu, penting juga untuk rutin mengganti handuk dan menjaga kebersihan pakaian agar bakteri tidak menumpuk di area tubuh yang mudah berkeringat.
5. Tidak memakai sabun untuk kulit berjerawat
Kesalahan lain yang sering terjadi adalah memakai sabun tubuh biasa meski kulit sudah menunjukkan tanda-tanda jerawat.
Padahal, dokter kulit menyarankan penggunaan pembersih tubuh dengan kandungan khusus seperti benzoyl peroxide untuk membantu mengurangi bakteri penyebab jerawat.
Zubritsky menyebutkan, langkah sederhana seperti memakai sabun yang tepat dapat membantu mencegah jerawat tubuh semakin parah.
Jika jerawat tubuh muncul terus-menerus, terasa nyeri, atau meninggalkan bekas gelap, konsultasi ke dokter kulit juga penting dilakukan agar mendapatkan penanganan yang sesuai.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang