Freitag Menyulap Limbah Terpal Plastik Jadi Tas Serbaguna
Berawal dari keresahan menghadapi cuaca saat bersepeda di jalanan Zurich, dua bersaudara asal Swiss, Markus dan Daniel Freitag, justru menemukan ide yang mengubah limbah industri menjadi produk fesyen bernilai tinggi.
Sejak didirikan pada 1993, merek tas Freitag konsisten mengolah sisa terpal truk bekas menjadi tas fungsional yang kuat, tahan air, sekaligus relevan dengan kebutuhan mobilitas masyarakat urban.
Konsep berkelanjutan yang mereka usung pun membuat jenama ini dikenal luas sebagai pelopor fesyen ramah lingkungan, termasuk di Indonesia melalui distribusi resminya sejak 2021.
Menurut Sanggit, penanggung jawab stan Freitag di brightspotCITY, inspirasi awal tas ini lahir dari kebiasaan masyarakat Swiss yang banyak beraktivitas menggunakan sepeda.
“Mereka punya ide menjadikan terpal ini sebagai tas supaya barang bawaan tetap aman dari hujan,” ujarnya kepada Kompas.com dalam sesi private opening brightspotCITY, Selasa (26/5/2026).
Dibuat dari limbah terpal penutup truk
Pemerintah Swiss memiliki aturan ketat soal kelayakan pakai terap penutup truk dengan masa pakai maksimal lima tahun. Aturan tersebut membuat limbah terpal penutup truk menumpuk.
"Karena kalau di sana terpal penutup truk itu satu sampai lima tahun maksimal udah harus diganti," ungkap Sanggit.
Kakak beradik Freitag melihat potensi dari tumpukan sampah tersebut. Bagi mereka, sisa material tersebut masih bisa dikumpulkan untuk dimanfaatkan kembali. Jadilah ragam produk tas yang setiap modelnya memiliki corak eksklusif.
Jenama asal Swiss bernama Freitag di brightspotCITY di Agora Mall, Jakarta Pusat, Selasa (26/5/2026). Jenama tersebut terkenal karena memanfaatkan limbah terpal penutup truk.
Untuk mengubah material kotor bekas pakai ini, Freitag membongkar, memotong, dan mencuci terpal tersebut menggunakan ribuan liter air hujan yang sengaja ditampung di atap pabrik mereka demi menghemat penggunaan air.
Setelah itu, para desainer akan memilah dengan teliti bagian terpal mana yang memiliki komposisi warna maupun potongan grafis huruf terbaik, sehingga nilai seninya tetap tinggi.
Ragam desain dan seri untuk dipilih
Di brightspotCITY, jenama tersebut memamerkan beragam model tas harian yang mengusung gaya simpel dan kasual.
Sanggit menuturkan, koleksi yang dipajang meliputi tas jinjing seri Julien, tas belanja Miami Vice, serta tas laptop berwarna merah putih.
"Kalau untuk model yang banyak dicari tuh Sonny, dan Hawaii Five-O," ungkap dia.
Beberapa model messenger bag bernuansa urban dari jenama ini, seperti seri Dexter berukuran medium dan Lassie berukuran kecil, dirancang secara fleksibel bagi pemakainya.
Tas ini diketahui turut memanfaatkan kelengkapan komponen dari limbah ban dalam sepeda dan sisa sabuk pengaman mobil.
Jenama asal Swiss bernama Freitag di brightspotCITY di Agora Mall, Jakarta Pusat, Selasa (26/5/2026). Jenama tersebut terkenal karena memanfaatkan limbah terpal penutup truk.
Bagi yang suka bersepeda, ada model messenger bag yang memiliki tali ekstra. Gunanya adalah agar pengguna bisa memakai tas tersebut tanpa takut jatuh, lantaran tali ekstra bisa diikat di area pinggang.
Tak cuma tas, ada beragam pilihan aksesori
Selain menghadirkan tas berbagai ukuran, jenama tersebut juga menawarkan deretan aksesori pelengkap gaya sehari-hari.
Produk aksesori penunjang ini mencakup beragam varian gantungan kunci, buku catatan, sleeve untuk menyimpan laptop dalam berbagai ukuran, hingga ragam dompet seperti seri Leonards dan Sutton.
Sanggit menambahkan bahwa dompet penyimpan kartu adalah salah satu hasil kolaborasi yang kini banyak dilirik oleh pengunjung pameran.
"Dompet untuk kartu ini adalah aksesori yang berkolaborasi sama Secrid," tutur dia.
Setiap koleksi tas maupun aksesori pelengkap dari Freitag ditawarkan dengan harga yang bervariasi bergantung pada ukuran dan jenis barang yang hendak kamu beli.
Aksesori kecil dibanderol mulai dari ratusan ribu rupiah, sedangkan harga produk tas utamanya dipatok mencapai jutaan rupiah.
"Kalau untuk harga produk secara keseluruhan, range-nya dari Rp 230.000-an sampai Rp 8 jutaan," terang Sanggit.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang