Masih Bungkus Daging Kurban Pakai Kresek Hitam? Ini Bahaya yang Mengintai
Pembagian daging kurban identik dengan kantong plastik hitam atau kresek hitam yang sudah lama digunakan masyarakat. Praktis dan mudah didapat membuat plastik jenis ini masih menjadi pilihan utama saat Hari Raya Idul Adha. Namun di balik penggunaannya yang terlihat biasa saja, ternyata ada risiko kesehatan yang sering diabaikan.
Banyak orang belum mengetahui bahwa plastik kresek hitam tidak dianjurkan untuk kontak langsung dengan makanan, terutama makanan berlemak seperti daging kurban. Apalagi jika daging masih dalam kondisi hangat setelah dipotong.
Dalam sebuah penjelasan terkait keamanan pangan, disebutkan bahwa penggunaan plastik hitam memang perlu diwaspadai karena kualitas bahan pembuatnya tidak selalu jelas.
“Penggunaan kresek hitam untuk membungkus daging kurban memang masih sering dilakukan. Namun dari sisi kesehatan, plastik kresek hitam tidak dianjurkan untuk kontak langsung dengan makanan, terutama makanan panas atau berlemak seperti daging,” bunyi penjelasan tersebut yang dikutip dari YouTube Halosehat pada Selasa, 26 Mei 2026.
Salah satu alasan utama plastik hitam dianggap berisiko adalah karena sebagian besar dibuat dari bahan daur ulang. Plastik bekas yang dicampur ulang bisa saja mengandung zat kimia tertentu yang tidak aman bagi tubuh.
“Banyak plastik hitam dibuat dari bahan daur ulang dan campuran plastik bekas. Dalam beberapa kasus kualitasnya tidak jelas dan bisa mengandung zat kimia tertentu,” jelasnya lagi.
Warna hitam pada kresek ternyata juga bukan sekadar pilihan warna biasa. Warna tersebut digunakan untuk menutupi kondisi asli plastik daur ulang yang kusam dan tidak jernih.
“Warna mencolok atau warna hitam itu digunakan untuk menutupi warna yang sebetulnya dia sudah buruk,” ungkap penjelasan tersebut.
Tak hanya itu, pewarna hitam yang dipakai pada plastik juga disebut berpotensi mengandung bahan berbahaya. Bahkan ada kemungkinan mengandung logam tertentu yang tidak baik bila berpindah ke makanan
“Hitam itu biasanya dari karbon atau dari pewarna-pewarna lain yang cenderung mengandung misalnya logam,” lanjut keterangan tersebut.
Risiko paling dikhawatirkan muncul ketika daging panas atau hangat dimasukkan ke dalam plastik kualitas rendah. Kondisi tersebut dapat memicu perpindahan zat kimia dari plastik ke makanan.
“Risiko yang dikhawatirkan terutama jika daging masih hangat atau panas disimpan lama plastik kualitas rendah, zat tertentu dari plastik bisa ikut larut ke makanan,” katanya.
Bahkan, ada kekhawatiran munculnya senyawa yang bersifat karsinogen atau berpotensi memicu kanker.
“Plastik daur ulang itu memang disinyalir berpotensi menyebabkan kanker, karsinogen seperti itu,” ujarnya.
Karena itu, masyarakat disarankan mulai beralih ke wadah yang lebih aman dan ramah lingkungan. Saat ini sudah banyak daerah yang menggunakan besek bambu, daun pisang, hingga daun jati sebagai pengganti plastik hitam.
“Apa yang lebih aman? Lebih disarankan menggunakan plastik food grade, wadah makanan khusus, daun pisang, atau besek bambu,” jelasnya.
Selain memilih wadah yang tepat, cara penyimpanan daging kurban juga penting diperhatikan. Daging sebaiknya didinginkan terlebih dahulu sebelum dimasukkan ke kulkas atau freezer. Daging mentah juga tidak perlu langsung dicuci jika belum akan dimasak karena justru bisa mempercepat pertumbuhan bakteri.