Casio Ungkap Alasan Jam Tangan Bergaya Vintage Semakin Digandrungi Anak Muda
Tren jam tangan bergaya vintage kembali menjadi sorotan di kalangan generasi muda.
Aksesori klasik seperti jam tangan digital ala tahun 70–80-an turut menjadi simbol gaya dan identitas baru anak muda.
Casio, sebagai salah satu brand yang memiliki lini jam vintage yang populer di dunia, mengungkap alasan kuat di balik meningkatnya minat tersebut.
Alasan jam tangan vintage diminati anak muda
Minat anak muda terhadap jam tangan vintage ternyata tidak hanya dipengaruhi faktor estetika, tetapi juga nilai emosional, ekonomi, hingga relevansi dengan pola gaya hidup modern. Simak penjelasan lengkapnya berikut ini!
1. Harga terjangkau dan tren retro yang kembali populer
Penampilan jam tangan ikonik Casio A158WA dalam acara CASIO VINTAGE “Back in Time, Ahead in Style” di Bangkok, Thailand, Jumat (21/11/2025).
Marketing Strategy Specialist Brand Marketing Department, Marie Yoshizawa menyampaikan, ketertarikan generasi muda terhadap jam vintage Casio ternyata sangat tinggi berdasarkan riset pelanggan Casio.
“Berdasarkan data kuesioner pelanggan kami, banyak generasi muda, seperti usia 20-an atau akhir remaja, yang membeli jam tangan vintage jenis Casio A158WA,” kata Marie dalam Exclusive Interview Casio Vintage di The Warehouse Talat Noi, Bangkok, Thailand, Jumat (21/11/2025).
Marie menjelaskan, faktor utama yang memengaruhi pembelian tersebut, yaitu meningkatnya popularitas tren vintage dan retro di industri fesyen.
Ia menilai, khusus untuk item jam tangan Casio, salah satu alasan koleksi vintage-nya masih diincar generasi muda karena harganya yang masih ramah di kantong.
“Salah satu alasannya yaitu harganya terjangkau bagi mereka. Kemudian juga, tren retro vintage akhir-akhir ini. Jadi, kami tetap mempertahankan desain vintage dan klasik,” ujarnya.
Jam tangan ikonik seperti A158WA hingga kini masih mempertahankan tampilan digital sederhana dengan strap metalik yang identik dengan era 80-an.
Hal ini membuatnya mudah dikenali sekaligus relevan dengan outfit kontemporer anak muda yang menyukai estetika nostalgic.
2. Media ekspresi diri dan keunikan gaya personal
(Kiri ke kanan) Regional General Manager Sales and Marketing Timepiece Division CASIO Singapore, Tomoaki Nakamura; General Manager Product Planning Department Timepiece Division, Shinji Saito; Product Strategy Specialist Brand Marketing Division, Mizuki Nomura; Marketing Strategy Specialist Brand Marketing Department, Marie Yoshizawa dalam Casio Vintage Press Session di Talat Noi, Bangkok, Jumat (21/11/2025).
Generasi muda kini makin menjadikan mode sebagai sarana menyampaikan identitas diri. Hal itu juga mendorong naiknya permintaan terhadap jam tangan lama yang memiliki karakter kuat.
General Manager Product Planning Department Timepiece Division, Shinji Saito, menyebut, jam vintage menjadi salah satu medium untuk menonjolkan jati diri.
“Salah satunya adalah keinginan untuk mengekspresikan gaya pribadi, dan menjadi sedikit berbeda dari orang lain adalah sesuatu yang tidak pernah berubah,” ujarnya dalam sesi press conference Casio Vintage.
Saito menambahkan, memilih barang-barang retro menjadi strategi anak muda untuk tampil timeless dan lebih berkarakter, dibanding sekadar mengikuti tren sesaat.
“Untuk mencapai keinginan tersebut, pakaian bekas dan barang-barang vintage adalah cara yang sangat baik untuk melakukannya,” tambahnya.
Dengan desain yang tidak lekang waktu dan elemen visual yang ikonik, jam vintage Casio memberi sentuhan berbeda pada penampilan pemakainya.
Aksesori ini bukan hanya penunjuk waktu, tetapi bagian dari bahasa mode dan pembeda gaya personal.
3. Selaras dengan perspektif keberlanjutan dan gaya hidup modern
Jam tangan vintage ikonik Casio AQ-230 dalam acara CASIO VINTAGE ?Back in Time, Ahead in Style? di Bangkok, Thailand, Jumat (21/11/2025).
Selain faktor gaya, generasi muda kini semakin peduli pada produk ramah lingkungan, yang mendorong keputusan pembelian terhadap produk timeless.
Saito mengatakan bahwa tren keberlanjutan menjadi salah satu dasar strategi desain Casio.
“Kedua, perspektif keberlanjutan. Memilih produk berkelanjutan adalah hal yang sangat umum dilakukan oleh generasi muda, menurut kami,” tutur Saito.
“Oleh karena itu, berdasarkan wawasan tersebut, kami mencoba mengembangkan produk baru kami dengan mempertimbangkan ide dan gaya hidup generasi muda ini,” tambah dia.
Ia menekankan, DNA desain vintage Casio sejalan dengan pola konsumsi berkelanjutan karena kualitasnya yang awet dan dapat digunakan dalam jangka panjang.
“Casio Vintage selalu berfokus pada gaya desain orisinal kami yang praktis, terjangkau, dan terjangkau, sehingga banyak orang, termasuk generasi muda, dapat menikmati gaya busana vintage mereka yang lebih modern,” ucap Saito.
4. Target pasar yang didominasi generasi muda
Marketing Strategy Specialist Brand Marketing Department, Marie Yoshizawa dalam Casio Vintage Exclusive Interview di The Warehouse Talat Noi, Bangkok, Jumat (21/11/2025).
Product Strategy Specialist Brand Marketing Division, Mizuki Nomura menegaskan, perkembangan lini Casio Vintage memang diarahkan untuk mengakomodasi kebutuhan pasar generasi muda.
“Koleksi jam tangan vintage ini memang ditargetkan untuk generasi muda dan juga kolektor jam kami. Tapi, khusus untuk model terbaru, kami fokus untuk mendekati generasi muda,” ucap Nomura.
Meski demikian, Nomura menyampaikan bahwa kolektor lintas usia tetap memiliki kesempatan menikmati koleksi tersebut.
“Namun, tidak menutup kemungkinan para kolektor maupun pengguna kami dari berbagai usia juga bisa membelinya,” ujarnya.
Dengan strategi ini, Casio tidak hanya mempertahankan warisan desain yang timeless, tetapi juga menyesuaikan pendekatan komunikasi dan pengembangan model dengan budaya visual anak muda yang sangat estetik dan digital-friendly.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.