Menyambangi Taman Apung, Spot Liburan Murah di Jakarta Timur
Sebuah taman Jakarta Timur bisa masuk dalam daftar destinasi liburan akhir pekan yang murah meriah bersama keluarga. Nama taman ini adalah Taman Apung.
Taman Apung beroperasi selama 12 jam dari pukul 06.00 hingga 18.00 WIB. Taman ini menyediakan ruang terbuka hijau dengan tata letak yang unik dan gratis alias tidak dipungut biaya.
Terletak di Jalan Lapangan Tembak, Kelurahan Kelapa Dua Wetan, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur, taman Apung memiliki cerita unik yang menjelaskan asal usul namanya.
detikTravel berbincang dengan Sarmadi, seorang petugas keamanan di Taman Apung selama dua tahun terakhir ini. Sarmadi menjelaskan bahwa nama tersebut berasal dari bentuk geografis dan lokasi taman.
"Posisinya di bawah terus ada area kolam. Makanya dibilang Taman Apung," jelas Sarmadi kepada detikTravel.

Taman Apung di Jl. Lapangan Tembak, Kelurahan Kelapa Dua Wetan, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur. Foto: Hans Wilhem/detikTravel
Area taman ini memiliki desain bertingkat yang menyerupai balkon di puncak gunung. Akibatnya, pengunjung baru diharuskan terlebih dahulu menuruni tangga ke area kolam di bawahnya, menciptakan ilusi visual bahwa bagian bawah tampak menggantung di udara.
Dikarenakan taman ini sudah ada sejak 2018, Sarmadi meyakini bahwa nama unik ini diberikan selama masa jabatan Gubernur Jakarta Anies Baswedan.
Surga Belajar dan Bermain untuk Anak-Anak
Taman Apung menekankan pada aktivitas rekreasi dan kesempatan edukasi bagi anak-anak. Taman ini dilengkapi dengan Area Bermain Anak yang dirancang sesuai dengan tata letak fasilitas yang ada.
"Kalau di sini sih memang edukasinya anak-anak ya. Paling kayak playground, taman bolang yang taman bermainnya, sama area kolam ikan. Karena memang di sini kebanyakan dari setiap edukasi emang anak-anak semua pengunjungnya," ungkap Sarmadi.

Taman Apung di Jl. Lapangan Tembak, Kelurahan Kelapa Dua Wetan, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur. Foto: Hans WIlhem/detikcom
Taman Apung yang didirikan sebagai bagian dari inisiatif Ruang Taman Hijau (RTH), awalnya dilengkapi dengan air mancur di tengah kolam bundarnya. Namun, mesin air mancur tersebut mengalami kerusakan seiring waktu, yang diperparah karena faktor usia.
Meskipun demikian, daya tariknya tetap sama kuatnya seperti dulu. Kolam tersebut telah diubah menjadi pusat pendidikan, di mana pengunjung, terutama anak-anak, dengan antusias membeli makanan ikan untuk berinteraksi dengan kehidupan satwa air yang tinggal di dalamnya.
Mengingat sebagian besar pengunjung adalah anak-anak, Sarmadi menerapkan peraturan ketat untuk memastikan kenyamanan semua orang. Selain penerapan larangan merokok, pihak petugas Keamanan akan secara teliti memantau perilaku pengunjung remaja.
"Karena sifatnya di sini anak-anak ya, paling kayak remaja-remaja paling yang dibatasi kayak etikanya. Lagi berduaan gitu, nah itu yang harus kita jaga karena di sini kan yang dominan anak-anak. Dilarang merokok juga di luar taman. Yang penting nggak berbuat asusila, jaga batas-batasanlah," tegasnya.
Taman Apung dijaga dalam kondisi yang sangat baik. Setiap pagi, tim secara sistematis membersihkan area taman, dengan personel khusus berpakaian seragam hijau yang mengurus perawatan rumput dan tanaman sepanjang hari.

Taman Apung di Jl. Lapangan Tembak, Kelurahan Kelapa Dua Wetan, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur. Foto: Hans Wilhem/detikTravel
Taman Apung juga dilengkapi dengan toilet untuk pria dan wanita, serta fasilitas khusus yang dirancang untuk individu dengan disabilitas. Namun, Sarmadi menyadari bahwa jalur menuju kolam di bawah terdiri dari tangga yang menyulitkan bagi individu dengan disabilitas.
Rencananya sedang disusun oleh pemerintah terkait untuk membangun jalur khusus ke depannya, memastikan taman cantik ini dapat diakses sepenuhnya dan dinikmati oleh semua orang.
Meski belum ada informasi resmi mengenai penambahan fasilitas rekreasi baru dalam waktu dekat, Taman Apung tetap menjadi oase hijau menyenangkan di tengah hiruk-pikuk Jakarta Timur yang padat.