Sudirman Said soal Isu Penistaan Agama ke JK: Yang Bela Beliau Banyak

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) periode 2014-2016, Sudirman Said
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) periode 2014-2016, Sudirman Said

Mantan Menteri ESDM, Sudirman Said angkat bicara soal isu dugaan penistaan agama yang sempat menyerang Wakil Presiden (Wapres) ke-10 dan 12, Jusuf Kalla (JK).

Sudirman menilai, serangan isu tersebut merupakan bukti yang menunjukkan bahwa JK merupakan sosok dengan modal sosial tinggi. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

JK, kata dia, tidak perlu bersusah payah membela dirinya sendiri. Sebab, banyak orang yang secara suka rela bersaksi dan membantu JK.

Hal itu disampaikan Sudirman usai menghadiri Tasyakuran Milad ke-84 Jusuf Kalla di kawasan Brawijaya, Jakarta Selatan, Sabtu, 16 Mei 2026.

"Menurut saya ini adalah buah atau hikmah dari orang yang punya modal sosial tinggi. Jadi yang membela bukan beliau sendiri, tapi yg membela banyak orang," kata Sudirman kepada wartawan.

Dia menyebut, banyak orang yang sukarela membantu JK bukan karena diminta. Tapi, karena melihat dan menyaksikan langsung bagaimana rekam jejak perjalanan hidup JK selama ini.

"Karena terlalu banyak orang yang dalam perjalanan hidupnya itu menjadi saksi bahwa Pak JK tidak seperti yang disampaikan oleh mereka-mereka itu," jelas dia.

Di sisi lain, Sudirman mengaku bersyukur karena situasi akibat isu tersebut sudah mulai mereda. Dia pun berharap, proses hukum dapat ditegakkan.

"Dan kita syukuri keadaan sudah mereda, akhirnya kebenaran adalah kebenaran dan mudah-mudahan hukum bisa ditegakkan dan akhirnya suara-suara nurani bisa dikembalikan kepada masyarakat," pungkas Sudirman.

Sebelumnya, Jusuf Kalla berceramah di Masjid UGM pada 5 Maret 2026 atau dalam rangka Ramadhan 1447 Hijriah. Ceramah tersebut bertajuk Strategi Diplomasi Indonesia dalam Memitigasi Potensi Eskalasi Perang Regional Multipolar.

Wakil Presiden Ke-10 dan Ke-12 RI Jusuf Kalla (JK)

Namun demikian, ceramah tersebut menjadi viral pada pertengahan April 2026.

JK bahkan dilaporkan oleh DPP Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) ke Polda Metro Jaya atas ceramahnya tersebut, terutama terkait pernyataan mati syahid. DPP GAMKI melaporkan JK pada 12 April 2026

Sementara itu, Jusuf Kalla menjelaskan dirinya cuma bicara perdamaian saat memberi ceramah di Masjid Universitas Gadjah Mada (UGM) pada Ramadhan 1447 Hijriah. Dia menegaskan tidak melakukan penistaan agama.

"Acara di UGM itu, acara ceramah pada bulan puasa, seperti dilakukan di mana-mana, di masjid. Saya diundang, datang, karena temanya adalah perdamaian. Jadi, khususnya temanya tentang langkah-langkah ke perdamaian," kata JK, sapaan akrabnya, dikutip Minggu, 19 April 2026.

JK juga menjelaskan bahwa dalam ceramah tersebut, dirinya membahas mengenai perdamaian yang merupakan akhir dari sebuah konflik.

Dengan demikian, JK mengatakan sempat membahas sejumlah konflik di dunia, termasuk 15 konflik di Indonesia.

"Ada konflik karena ideologi kayak Madiun, ada konflik karena wilayah kayak Timtim (Timor Timur), ada konflik karena ekonomi kayak di Aceh. Saya jelaskan satu per satu," katanya.

Selain itu, JK mengatakan sempat membahas konflik di Indonesia yang terjadi karena agama, seperti di Maluku dan Poso.

Saat membahas hal tersebut, JK menjelaskan bahwa kedua belah pihak yang berkonflik memiliki konsep terkait mati karena membela agama. Konsep tersebut dalam Islam dikenal dengan syahid, sementara pada Kristen dinamakan martir.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Jusuf Kalla juga menjelaskan bahwa ceramah tersebut disampaikan agar calon pemimpin bangsa tidak menjadikan agama sebagai sumber konflik.

"Jangan sekali-sekali agama dipakai untuk berkonflik, jangan! Anda calon-calon pemimpin, calon-calon pemimpin semua ini," katanya.