Faunaland Ancol: Kebun Binatang Ala Hutan Papua Tersembunyi di Jakarta

Tersembunyi di tengah hiruk-pikuk ibu kota yang semarak dan pesona kawasan rekreasi Ancol, terdapat sebuah oase hijau yang menawarkan pengalaman unik bagi para pecinta hewan.
Faunaland Ancol yang berlokasi di Ecopark Ancol di Jalan Pantai Indah, Ancol, Pademangan, Jakarta Utara, DKI Jakarta, menghadirkan petualangan air yang tenang. Menonjol sebagai lebih dari sekadar kebun binatang biasa, tempat ini berfungsi sebagai ruang khusus untuk konservasi dan pendidikan, yang semuanya berpusat pada tema Hutan Papua.
Destinasi ini, yang menampilkan koleksi unik hewan eksotis langka dan menawarkan interaksi yang intim dan dekat, telah berhasil menarik minat wisatawan dan menjadi sensasi viral di media sosial.
Beberapa waktu lalu tim detikTravel menjelajahi hamparan hijau Faunaland Ancol, berbincang dengan Dwi Rasapta, Tim Operasional Faunaland Ancol. Lewat percakapan ini kami mendapatkan wawasan tentang daya tarik lokasi, penawaran edukasinya, serta faktor-faktor menarik yang berkontribusi pada peningkatan jumlah pengunjung yang luar biasa.
Konsep Papua
Begitu memasuki area Faunaland, suasana tropis yang semarak menyelimuti pengunjung, diperkaya dengan dekorasi tradisional Indonesia Timur. Pemilihan tema Hutan Papua ini dilakukan secara sengaja.
Dwi Rasapta menjelaskan bahwa konsep ini digagas oleh pemiliknya, Danu Gunalan, yang berasal dari Papua. Ia memiliki ambisi yang patut diapresiasi untuk memperkenalkan kekayaan sumber daya alam tanah kelahirannya kepada khalayak yang lebih luas.
"Koleksi hewan kita lebih banyak dari Papua karena menurut beliau (Bapak Danu), banyak orang nggak tahu bahwa Papua itu cantik, indah, dan hewannya bagus-bagus. Jadi memang diusung temanya itu serba ala Forest Papua, bahkan di Bird Show tuh ala-alanya ada rumah-rumah Papua," ungkap Dwi.
Komitmen terhadap tujuan ini tercermin dengan jelas dalam beragam koleksi burung eksotis asal Papua, yang dipimpin oleh Burung Cendrawasih yang memukau, serta beragam spesies ular endemik. Faunaland berupaya menyampaikan pesan yang kuat bahwa flora dan fauna Indonesia, terutama dari wilayah timur, memiliki daya tarik kelas dunia yang sungguh patut dibanggakan.
Salah satu fitur menonjol yang membedakan Faunaland Ancol dari kebun binatang lain adalah hubungan yang akrab antara pengunjung dengan hewan-hewan. Di kebun binatang tradisional, hewan-hewan besar seringkali dikurung di balik pagar yang kokoh, namun Faunaland menantang norma ini dengan menghilangkan penghalang tersebut.
Para tamu memiliki kesempatan untuk berinteraksi, memberi makan, dan mengambil foto close-up beberapa hewan mamalia dan herbivora. Meskipun hewan-hewan berada di dekat pengunjung, memastikan protokol keamanan tetap menjadi prioritas utama. Di setiap titik interaksi dan kandang, zoo keeper selalu hadir, termasuk seperti Pak Daus di area herbivora dan Kak Didan di area ular.
Sebagai praktik yang patut diapresiasi, staf selalu meminta izin pengunjung sebelum mengambil foto atau berinteraksi dengan mereka, sehingga memastikan tidak ada tekanan yang dapat mengganggu baik pengunjung maupun hewan.
Terkait Pengelolaan Kebisingan untuk memastikan kesejahteraan hewan, Faunaland tidak menyelenggarakan acara yang terlalu berisik. Musik latar diatur dengan cermat untuk menjaga suasana yang tenang.
Protokol Keselamatan Tanggap Cepat mencakup ketersediaan kotak P3K di berbagai lokasi, fasilitas P3K lengkap yang terletak di lobi, serta rute evakuasi darurat yang terhubung langsung dengan akses ambulans untuk insiden tak terduga.
"Kita masih dikontrol juga sama manajemen untuk kesehatan sama kenyamanan dua belah pihak antara pengunjung dan hewan. Karena bos kita itu adalah hewan kita," tegas Dwi.
Koleksi Hewan yang Langka dan Unik di Faunaland
Terletak di lingkungan yang hijau dan asri, Faunaland saat ini memelihara lebih dari 200 ekor hewan dari 35 spesies berbeda. Di antaranya terdapat spesies-spesies unik yang sulit atau bahkan mungkin tak mungkin ditemukan di kebun binatang lain di seluruh Indonesia.
Berikut adalah beberapa daya tarik utama yang patut diperhatikan:
1. Singa Putih (African White Lion): Hal pertama yang menarik perhatian dan menjadi daya tarik utama bagi pengunjung yang masuk melalui gerbang.
2. Landak Jawa Leucistik: Spesies yang bernama Bule ini bersifat endemik dan dilindungi. Landak ini memiliki kondisi genetik leucistik, yang ditandai dengan tubuh berwarna putih murni dan mata hitam pekat yang mencolok, membedakannya dari albino yang biasanya memiliki mata berwarna merah muda.
3. Kerbau Putih Albino: menonjol sebagai varian langka, memperkaya koleksi khas Faunaland.
4. Ovis aries: umumnya dikenal sebagai Domba Swiss, adalah spesies asli Swiss yang memiliki kemiripan mencolok dengan karakter kartun tercinta, Shaun the Sheep.
5. Oryx: Spesies antelop yang mencolok, ditandai dengan tanduknya yang panjang dan lurus, yang memancarkan kesan eksotis.
Faunaland tidak sekadar menawarkan hiburan; tempat ini juga memadukan unsur-unsur edukatif yang dirancang khusus untuk berbagai kelompok usia pengunjungnya.
Bagi anak-anak sekolah, proses pembelajaran berlangsung dalam suasana yang santai, dengan fokus pada pengenalan nama-nama hewan dan warna melalui kegiatan bermain yang menarik.
Materi pembelajaran untuk siswa sekolah dasar dan menengah mencakup topik-topik yang lebih mendalam, termasuk klasifikasi mamalia dan studi tentang hewan nokturnal.
Pengalaman edukatif yang paling memikat adalah River Cruise yang melintasi sungai buatan yang terletak di dalam area kebun binatang. Perahu ini beroperasi sepenuhnya dengan tenaga surya, sehingga tidak memerlukan mesin berbahan bakar minyak.
"Kita jelaskan juga bahwa perahu ini kita pakai tenaga surya, panel suryanya, jadi nggak buat polusi. Di tengah ramainya rekreasi di Jakarta, kita pakem di edukasi supaya pengunjung ke sini nggak cuma jalan-jalan tapi dapat edukasinya," jelas Dwi.
Selain interaksi langsung dengan para penjaga, setiap kandang dilengkapi dengan papan informasi yang lengkap, sehingga pengunjung dapat memperluas pengetahuan mereka secara mandiri. Terdapat juga Bird Show diselenggarakan dua kali sehari, pada pukul 11.00 dan 16.00.
Meski Faunaland sudah ada sejak tahun 2015, Kebun Binatang ini ramai baru-baru ini. Maraknya konten viral di platform seperti TikTok telah menyebabkan peningkatan jumlah pengunjung yang signifikan di Faunaland Ancol, terutama selama libur panjang.
Pada weekday, jumlah pengunjung berkisar antara 1.000 hingga 1.500, namun selama musim liburan (weekend), angka ini dapat melonjak hingga 2.500 per hari. Yang menarik, sebagian besar pengunjung berasal dari luar Jakarta, dengan asal-usul yang mencakup wilayah dari Bandung hingga Makassar.
Mengingat antusiasme yang luar biasa ini, manajemen Faunaland sedang mempersiapkan ekspansi besar-besaran. Faunaland akan meluncurkan cabang baru di kawasan Buperta Pramuka Cibubur, yang menawarkan ruang yang jauh lebih luas.
Bagian baru ini dirancang untuk menampung hewan-hewan besar seperti jerapah, buaya, dan zebra, serta museum yang mengagumkan yang didedikasikan untuk flora dan fauna.
Informasi Penting bagi Pengunjung
Bagi traveler yang ingin menghabiskan akhir pekan bersama makhluk-makhluk menakjubkan ini, berikut informasi untuk mengunjungi Faunaland Ancol:
• Jam Operasional: Setiap Hari (Senin - Minggu), Pukul 09.00 - 17.00 WIB.
• Waktu Berkunjung Terbaik: Pukul 09.00 WIB untuk suasana santai dan sepi (private zoo experience), atau sore hari setelah pukul 15.00 WIB yang lebih teduh sembari menunggu Bird Show kedua.
• Harga Tiket Masuk:
• Hari Kerja (Weekday): Rp80.000 / orang.
• Akhir Pekan (Weekend): Rp90.000 / orang.
• Gratis: Berlaku untuk pengunjung dengan tinggi badan di bawah 80 cm.
• Promo Rombongan: Tersedia harga spesial untuk minimal 25 orang.