Jangan Simpan Minyak Goreng dalam Gelas Kaleng, Kenapa?

minyak goreng, Jangan Simpan Minyak Goreng dalam Gelas Kaleng, Kenapa?

Minyak goreng adalah bahan dapur yang hampir pasti ada di setiap rumah. Karena tidak selalu habis dalam sekali pakai, banyak orang memilih menyimpannya di wadah khusus.

Umumnya, ibu rumah tangga menggunakan gelas kaca atau gelas kaleng yang kini banyak dijual dengan tambahan saringan minyak.

Namun ternyata, menyimpan minyak goreng dalam gelas kaleng adalah kebiasaan yang keliru. Bukan tanpa alasan, kebiasaan ini dapat mempercepat kerusakan minyak dan membuatnya cepat tengik.

Kenapa minyak goreng jangan disimpan dalam gelas kaleng?

Minyak goreng merupakan bahan yang mudah rusak, terutama jika terpapar panas, cahaya, atau udara.

Salah satu tanda kerusakan minyak adalah bau tengik yang membuatnya tidak layak dipakai kembali karena dapat merusak rasa makanan.

Ternyata, wadah penyimpanan juga sangat memengaruhi kualitas minyak, terutama jika menggunakan gelas atau wadah berbahan kaleng.

Interaksi logam dan minyak

Ketika minyak bersentuhan dengan logam, termasuk bahan kaleng, terjadi reaksi kimia yang mempercepat proses oksidasi. Oksidasi inilah yang membuat minyak:

  • cepat berubah bau,
  • warna menjadi kusam,
  • dan kualitas menurun drastis.

Bayangkan, baru dipakai beberapa kali saja minyak sudah tak layak pakai. Tentu ini membuat pengeluaran bulanan semakin boros karena Anda harus sering membeli minyak baru.

Cara menyimpan minyak goreng agar tidak cepat tengik

Agar minyak bisa bertahan lebih lama dan tetap aman digunakan, berikut langkah-langkah penyimpanan yang disarankan:

1. Simpan di tempat gelap

Cahaya, baik dari lampu maupun sinar matahari, adalah musuh utama minyak goreng. Cahaya mempercepat proses oksidasi sehingga minyak cepat rusak.

Tempatkan minyak di lemari dapur atau rak tertutup.

2. Gunakan botol berwarna gelap

Wadah gelap dapat melindungi minyak dari paparan cahaya berlebih. Botol kaca gelap atau botol plastik khusus minyak lebih aman dibanding gelas kaleng.

minyak goreng, Jangan Simpan Minyak Goreng dalam Gelas Kaleng, Kenapa?

Ilustrasi promo minyak goreng

3. Pastikan wadah selalu tertutup

Setelah digunakan, segera tutup rapat wadah minyak. Kontak dengan udara (oksigen) membuat minyak cepat tengik.

4. Minimalkan ruang udara dalam botol

Jika menggunakan botol besar, coba pindahkan minyak ke botol yang lebih kecil setelah isinya mulai menipis. Semakin sedikit ruang udara di dalam wadah, semakin lambat proses oksidasi.

Trik membersihkan minyak kotor pakai nasi

Selain cara penyimpanan, ada trik dapur menarik yang mungkin belum Anda tahu: nasi ternyata bisa membuat minyak kotor kembali jernih.

Caranya pun sangat mudah dan tidak membutuhkan bahan tambahan apa pun:

  • Gunakan nasi sisa (tidak perlu yang baru).
  • Kepal nasi hingga padat seperti bola kecil.
  • Panaskan minyak kotor yang ingin dibersihkan.
  • Setelah minyak panas, masukkan kepalan nasi ke dalam minyak.
  • Aduk perlahan dan putar-putar kepalan nasi.
  • Kotoran kecil dalam minyak akan menempel pada nasi.
  • Angkat nasi dan buang.

Hasilnya, minyak tampak lebih jernih dan bisa digunakan kembali, tentu selama kondisi minyak belum tengik.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang