Seberapa Aman Minyak Goreng Dipakai Ulang?
Minyak goreng adalah bahan utama dalam banyak masakan Indonesia, terutama untuk teknik memasak seperti menggoreng yang menghasilkan tekstur renyah dan cita rasa khas.
Namun, kebiasaan umum di dapur rumah tangga adalah menyimpan minyak bekas untuk digunakan kembali. Pertanyaannya, berapa kali sebenarnya minyak goreng aman dipakai ulang?
Minyak bertemperatur tinggi lebih sehat
Menurut Chef Ragil Imam Wibowo, sosok yang dikenal luas karena kiprahnya dalam mengangkat kekayaan gastronomi Nusantara, jenis minyak dengan titik panas (smoke point) tinggi adalah pilihan terbaik jika ingin dipakai ulang.
“Minyak goreng bertemperatur tinggi kalau buat saya memang jauh lebih sehat karena serapan minyaknya ke makanan lebih sedikit,” ujar Chef Ragil dilansir dari (16/9/2025).
Beberapa contoh minyak dengan smoke point tinggi antara lain:
- Minyak kacang
- Minyak kelapa sawit
- Minyak kanola
- Minyak zaitun
- Minyak jagung
minyak ini lebih stabil pada panas tinggi dan tidak cepat berubah warna saat digunakan.
Batas maksimal pemakaian ulang minyak goreng
Meski lebih tahan panas dan lebih stabil, Chef Ragil menegaskan bahwa minyak goreng tidak sebaiknya digunakan lebih dari tiga kali.
“Selama warna minyaknya masih proper, masih kuning kecoklatan, tidak sampai hitam,” katanya.
Ilustrasi minyak goreng sisa atau bekas. Minyak Goreng Berbusa Usai Digunakan Masak, Amankah untuk Memasak?
Faktor lain yang memengaruhi kualitas minyak adalah bahan makanan yang digoreng. Misalnya:
- Ikan dan ayam lebih cepat membuat minyak kotor.
Karena itu, bahan-bahan ini biasanya digoreng paling terakhir.
Jika minyak mulai berbau tengik, berbusa berlebihan, atau berubah menjadi gelap pekat, sebaiknya tidak digunakan lagi.
Tips menyaring minyak goreng bekas agar lebih awet
Untuk memperpanjang usia pakai minyak dan menjaga kualitasnya, Chef Ragil memberikan beberapa teknik penyaringan sebelum minyak disimpan kembali. Berikut metode yang bisa dicoba:
- Menggunakan kertas penyaring minyak
Efektif menahan sisa-sisa makanan yang halus.
- Memanfaatkan wadah khusus bersaringan
Biasanya memiliki filter logam yang dapat dipakai berulang.
- Menggunakan nasi putih
Metode unik ini dilakukan dengan membentuk nasi putih kukus menjadi kepalan, lalu memasukkannya ke minyak panas. Partikel halus yang tidak tersaring akan menempel pada nasi tersebut.
Cara-cara ini membantu mencegah minyak cepat menghitam serta mengurangi bau yang tidak sedap.
Chef Ragil memahami bahwa jenis minyak bertemperatur tinggi umumnya lebih mahal. Namun, ia menegaskan bahwa kesehatan harus menjadi prioritas utama.
“Kalau dari segi harga memang lebih mahal, tapi kalau saya mikirnya, sehat kan lebih mahal lagi,” ujarnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang