Menelusuri Jejak Bakso Legendaris Sejak 1972

Ilustrasi bakso.
Ilustrasi bakso.

 Perjalanan sebuah kuliner legendaris tak hanya soal rasa yang bertahan lintas generasi, tetapi juga bagaimana ia beradaptasi dengan zaman. Hal itu tergambar dari kisah Bakso Lapangan Tembak Senayan yang telah berdiri sejak 1972 dan masih eksis hingga hari ini.

Berawal dari satu outlet di kawasan Senayan, Jakarta, brand bakso ini tumbuh menjadi salah satu nama yang dikenal luas oleh pencinta kuliner Indonesia. Selama lebih dari lima dekade, menu bakso yang konsisten dengan cita rasa khas menjadi daya tarik utama, sekaligus alasan mengapa pelanggan terus kembali. Scroll untuk tahu lebih lanjut, yuk!

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun di balik semangkuk bakso yang disajikan, ada perjalanan panjang yang tidak selalu mudah. Seiring ekspansi ke berbagai kota besar, tantangan operasional mulai muncul, terutama saat sistem masih bergantung pada pencatatan manual. Mulai dari nota fisik, penghitungan stok bahan baku yang tidak terintegrasi, hingga risiko kesalahan pencatatan menjadi bagian dari dinamika yang harus dihadapi.

Perubahan besar mulai terasa saat pandemi 2020 melanda. Situasi tersebut menjadi titik balik bagi Bakso Lapangan Tembak Senayan untuk mempercepat transformasi, termasuk beralih ke sistem digital dan memperkuat layanan berbasis online.

Sukotjo, SE selaku General Manager PT Boga Suryo Buwono, menjelaskan bahwa perubahan tersebut menjadi langkah penting untuk menjaga keberlangsungan bisnis.

"Kami menyadari bahwa untuk terus tumbuh di luar Jakarta dan tetap menjaga profit, manajemen operasional harus beralih ke sistem digital. Masa dekade pertama BLTS berdiri, sinkronisasi antara kasir dan dapur sangat sulit karena pencatatan manual, ada risiko pengecekan berulang-ulang untuk menghindari kasir menerima pesanan padahal stok bahan di dapur sudah habis. Kini, dengan sistem yang terintegrasi, masalah tersebut dapat teratasi secara efisien," jelasnya saat sesi media gathering, Rabu 22 April 2026. 

Di tengah perubahan tersebut, satu hal yang tetap dipertahankan adalah identitas rasa. Bakso sebagai menu utama tetap menjadi andalan, dengan karakter yang familiar bagi banyak orang—hangat, gurih, dan cocok dinikmati dalam berbagai suasana, baik santai maupun bersama keluarga.

Selain itu, perkembangan tren kuliner juga mendorong brand ini untuk terus berinovasi, baik dari sisi menu maupun strategi pemasaran. Data pelanggan kini menjadi salah satu acuan dalam menghadirkan promo atau varian baru yang lebih relevan dengan selera pasar.

Sebagai bagian dari adaptasi di era digital, Bakso Lapangan Tembak Senayan juga memanfaatkan sistem Point of Sale modern untuk mendukung operasionalnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“HelloBill hadir sebagai produk POS terintegrasi yang memungkinkan para pelaku bisnis melakukan pengawasan operasional secara menyeluruh—mulai dari manajemen inventaris yang presisi dan pengelolaan produktivitas staf, hingga pemantauan laporan penjualan secara real-time. Melalui keunggulan aksesibilitas berbasis cloud yang dapat dijangkau kapanpun dan dimanapun melalui fungsional operasional pada platform Android serta iPad dan akses laporan lintas perangkat (web, smartphone, tablet) melalui sistem cloud, HelloBill memastikan setiap keputusan bisnis diambil berdasarkan data yang akurat guna meminimalisir risiko kebocoran keuangan dan meningkatkan efisiensi operasional," kata Murti Daryandono, Chief of Product OttoDigital Group

Untuk mengikuti perkembangan menu dan promo terbaru, informasi dapat diakses melalui akun media sosial resmi mereka di Instagram, TikTok, Qpon, maupun platform digital lainnya.