Cicipi Mi Nyemek Kekinian, Terinspirasi dari Legendaris Yogyakarta

Mi nyemek
Mi nyemek

Mi nyemek belakangan ini menjadi primadona di dunia kuliner lokal. Teksturnya yang lembap dan kuahnya meresap membuat setiap suapan terasa gurih dan nikmat. Berbeda dengan mi kering atau berkuah penuh, mi nyemek menawarkan sensasi yang pas di lidah, berada di antara kering dan basah.

Salah satu yang paling populer adalah Mi Nyemekee Bu Siti di Mergangsan, Yogyakarta. Menu ini sudah ada sejak tahun 2000, diprakarsai oleh Ibu Siti sendiri. Disebutnya, menu ini tercipta karena saat itu di Yogyakarta belum ada mi nyemek.

"Dari pertama bikin mi nyemek. Waktu itu Jogja belum ada mi yang kuahnya sedikit," kata Siti.

Warung ini juga masih mempertahankan teknik memasak tradisional, yakni menggunakan anglo atau tungku arang yang menghasilkan aroma smoky khas. Mi instan menjadi bahan utama, dengan berbagai varian rasa yang bisa dipesan sesuai selera. Namun, menu favorit di warung ini adalah varian mi goreng.

"Spesial make nyemek goreng," kata dia.

Menjadi salah satu kuliner yang wajib dicoba saat berkunjung ke Yogyakarta, tak heran jika banyak warga asli Yogyakarta maupun warga pendatang yang ramai-ramai ke warung bu Siti. Saking legendarisnya, para pembeli bisa antri hingga 1 jam lamanya.

Sudah berjalan lebih dari dua dekade, rasa autentik mi nyemek’e bu Siti tak pernah berubah. Dengan rempah-rempah pilihan, kecap manis, sambal yang melahirkan cita rasa autentik.

Kolaborasi

PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk diketahui menghadirkan inovasi melalui lini Indomie Hype Abis Mi Nyemek, yang mengangkat kreativitas kuliner mi nyemek ala Warmindo. Lantas mengapa mi nyemek? Dijelaskan bahwa pihak perusahaan ingin menghadirkan mi nyemek yang praktis tapi tetap dengan rasa otentik untuk masyarakat tanah air.

“Kami lihat ada opportunity. Kenapa tidak kita hadirkan rasa mi nyemek yang praktis, tapi tetap autentik? Jadi, tidak perlu jauh-jauh ke warungnya Bu Siti,” kata Senior Brand Manager Indomie, Cherie Anisa Nuraini.

Dalam proses pengembangannya, pihaknya juga langsung ke lokasi untuk menciptakan rasa yang otentik.

"Kami kembangkan dari menu yang paling laris. Prosesnya bolak-balik sampai dapat approval supaya rasanya tetap autentik," kata Cherry.

Melalui inovasi ini, pihak perusahaan terus memposisikan diri sebagai trendsetter yang terus relevan di industri kuliner nasional. Tekstur nyemek khas Warmindo dengan kuah kental dan rasa nendang kini hadir dalam format instan yang praktis.

Sebagai perayaan atas sensasi tren kuliner mi nyemek ini, Indomie menghadirkan ‘Indomie Nyemek on The Block’, sebuah ruang kolaboratif yang memadukan kreativitas, semangat inovasi, dan eksplorasi rasa.

Digelar selama 3 hari (13-15 Februari 2026),di Lobi Piazza, Mall Gandaria City, acara ini akan menyajikan beragam kegiatan seru dan interaktif, mulai dari Legendary Nyemek Experience: pengalaman dimasakin oleh legenda Warmindo: Bang Agem dari Warkop Agem Senyum Ketawa Medan & Bu Siti dari Warmindo Mie Nyemekee Bu Siti Jogja, Waktu Indomie Berdendang (WIB) bersama Nyanyi Bareng Jakarta dan Juicy Luicy, photo spots, arcade games, digital challenge, hingga kreasi merchandise yang kekinian yang bisa dikreasiin ‘ala kamu’.