Top 7+ Tanda Awal Demensia Menurut Psikiater, dari Gangguan Memori hingga Sulit Fokus

demensia, tanda awal demensia, Gangguan memori, Penyakit Alzheimer, 7 Tanda Awal Demensia Menurut Psikiater, dari Gangguan Memori hingga Sulit Fokus, 1. Gangguan memori jadi tanda paling umum, 2. Penurunan kontrol diri dan keputusan impulsif, 3. Mudah terdistraksi dan sulit fokus, 4. Perubahan suasana hati, 5. Berat badan berlebih berpengaruh pada otak, 6. Energi rendah bisa jadi sinyal, 7. Gangguan tidur berkaitan dengan demensia

Banyak orang mengira demensia hanya muncul saat usia lanjut, padahal tanda-tandanya bisa dimulai jauh lebih awal tanpa disadari.

Kondisi ini sering luput karena gejalanya terlihat seperti perubahan biasa dalam kehidupan sehari-hari.

Psikiater sekaligus spesialis kesehatan otak Dr. Daniel Amen mengingatkan pentingnya mengenali tanda awal demensia sejak dini agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat.

Tanda awal demensia

Berikut adalah beberapa tanda awal demensia yang perlu diketahui.

1. Gangguan memori jadi tanda paling umum

Masalah memori menjadi tanda awal yang paling sering dikenali pada demensia.

Dr. Amen menjelaskan bahwa penurunan memori yang terasa lebih buruk dibanding beberapa tahun sebelumnya perlu diwaspadai.

“Penyakit Alzheimer sebenarnya sudah mulai berkembang di otak sejak puluhan tahun sebelum gejalanya muncul,” kata dr. Amen, seperti dikutip dari Your Tango, (13/4/2026).

Dokter spesialis penyakit dalam dr. Akshad Singi menambahkan bahwa demensia sering dimulai dari kehilangan ingatan sebelum akhirnya memengaruhi kemampuan merawat diri.

2. Penurunan kontrol diri dan keputusan impulsif

demensia, tanda awal demensia, Gangguan memori, Penyakit Alzheimer, 7 Tanda Awal Demensia Menurut Psikiater, dari Gangguan Memori hingga Sulit Fokus, 1. Gangguan memori jadi tanda paling umum, 2. Penurunan kontrol diri dan keputusan impulsif, 3. Mudah terdistraksi dan sulit fokus, 4. Perubahan suasana hati, 5. Berat badan berlebih berpengaruh pada otak, 6. Energi rendah bisa jadi sinyal, 7. Gangguan tidur berkaitan dengan demensia

Ilustrasi lansia. Gejala seperti mudah lupa, sulit fokus, hingga perubahan suasana hati bisa menjadi tanda awal demensia yang sering tidak disadari sejak dini.

Perubahan perilaku seperti sulit mengendalikan diri atau mengambil keputusan impulsif juga bisa menjadi tanda awal.

Amen menjelaskan bahwa kondisi ini berkaitan dengan menurunnya fungsi lobus frontal di otak.

“Hal ini kemungkinan berarti bagian lobus frontal, yaitu bagian otak yang mengontrol perilaku, mulai mengalami penurunan aktivitas,” ujarnya.

Perubahan ini dapat membuat seseorang melakukan tindakan berisiko tanpa mempertimbangkan dampaknya.

3. Mudah terdistraksi dan sulit fokus

Kesulitan mempertahankan fokus juga termasuk gejala yang perlu diperhatikan. Amen menyebut kondisi ini berbeda dengan gangguan seperti ADHD karena cenderung memburuk seiring waktu.

Dokter umum dr. Michael Hunter menjelaskan bahwa overstimulasi dari kebiasaan digital dapat memperburuk kondisi otak.

“Hasil pemindaian otak menunjukkan bahwa stimulasi berlebihan secara terus-menerus dapat membebani otak dan mengganggu fungsinya,” kata Dr. Michael Hunter.

4. Perubahan suasana hati

Perubahan mood seperti depresi juga memiliki kaitan dengan risiko demensia. Amen menyebut depresi dapat meningkatkan risiko Alzheimer secara signifikan.

Penelitian menunjukkan bahwa diagnosis depresi dapat meningkatkan risiko Alzheimer hingga dua kali lipat.

Psikolog klinis Patricia Schmidt, Psy.D, menambahkan bahwa kebiasaan seperti penggunaan media sosial berlebihan juga dapat memengaruhi kesehatan mental.

5. Berat badan berlebih berpengaruh pada otak

Kondisi fisik seperti kelebihan berat badan juga berdampak pada kesehatan otak. Amen mengatakan peningkatan berat badan dapat menurunkan fungsi dan ukuran otak.

“Semakin berat badan meningkat, ukuran dan fungsi otak justru cenderung menurun,” ujarnya.

Penelitian menunjukkan orang dengan berat badan berlebih memiliki volume otak lebih kecil dibandingkan rata-rata.

6. Energi rendah bisa jadi sinyal

Rasa lelah berkepanjangan juga dapat menjadi tanda yang tidak boleh diabaikan. Amen menjelaskan bahwa energi rendah sering berkaitan dengan aliran darah yang tidak optimal ke otak.

Kondisi ini dapat meningkatkan risiko penurunan fungsi kognitif, termasuk demensia vaskular.

7. Gangguan tidur berkaitan dengan demensia

Masalah tidur seperti insomnia atau sleep apnea juga sering dikaitkan dengan demensia.

Berbagai penelitian menunjukkan gangguan tidur dapat menjadi faktor risiko sekaligus tanda awal kondisi tersebut.

Psikoterapis Linda Yael Schiller menekankan pentingnya menjaga kualitas tidur dengan mengurangi paparan informasi berlebih.

Ia menyarankan untuk membatasi konsumsi berita dan media sosial agar tidak mengganggu kualitas tidur.

Deteksi dini jadi kunci utama

Para ahli sepakat bahwa deteksi dini dapat membantu memperlambat perkembangan demensia.

Amen menekankan bahwa perubahan kecil yang terlihat sepele sebaiknya tidak diabaikan.

Langkah awal seperti berkonsultasi dengan dokter dapat membantu mengidentifikasi kondisi sejak dini.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang