Kenali Tanda Awal Gigi Berlubang yang Sering Diabaikan

Gigi berlubang, gigi berlubang, tanda gigi berlubang, Gigi Berlubang, tanda awal gigi berlubang, cara mencegah gigi, Dr. Eko Fibryanto, Kenali Tanda Awal Gigi Berlubang yang Sering Diabaikan

Gigi berlubang tidak langsung muncul dalam bentuk lubang secara tiba-tiba.

Menurut Dr. drg. Eko Fibryanto, Sp.KG, Subsp.KE(K), tanda awal gigi berlubang yang sering diabaikan oleh banyak orang adalah bercak putih pada permukaan gigi.

“Biasanya berupa bercak putih, tapi juga ada yang memang tampilan warnanya coklat atau kehitaman. Itu sudah tanda-tanda gigi berlubang,” ujar dia saat peluncuran produk Sensodyne Cegah Gigi Berlubang & Sensitif di The Westin, Jakarta Selatan, Kamis (24/7/2025).

Kendati bercak putih, coklat, atau hitam termasuk sebagai tanda awal gigi berlubang, Eko menuturkan bahwa masyarakat tetap perlu ke dokter gigi untuk lebih memastikan apakah bercak itu memang tanda awal gigi berlubang atau tidak.

Pasalnya, bercak putih, coklat, atau hitam juga belum tentu bakal berujung pada gigi berlubang.

Bisa saja itu sekadar bercak, karena kamu sering mengonsumsi kopi atau teh.

“Lebih baik ke dokter gigi untuk cek apakah memang benar ada lubang atau tidak. Kalau dicek pakai alat dan menyangkut, itu artinya ada lubang,” tutur dokter gigi yang juga menjabat sebagai Ketua Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Cabang Jakarta Barat ini.

Berapa lama bercak berubah menjadi lubang?

Terkait lama waktu bercak berubah menjadi lubang, Eko menjelaskan bahwa tidak ada durasi pasti.

Sebab, bercak bisa berubah menjadi lubang karena berbagai hal.

Misalnya, kebiasaan seseorang dalam menjaga kesehatan giginya, apakah individu tersebut rajin atau tidak menyikat gigi dua kali sehari, terutama setelah makan atau minum yang manis.

“Kemudian, gigi kita ini punya tipe yang gampang keropos atau berlubang, atau enggak. Itu juga berpengaruh,” jelas Eko.

Lantas, ketika bercak tidak menyebabkan ngilu yang umum terjadi pada gigi berlubang, apakah tetap harus periksa ke dokter gigi?

“Kalau ada bercak, tapi enggak merasakan apapun, tetap mesti ke dokter gigi karena bisa saja itu karang gigi,” ucap Eko.

Penyebab gigi berlubang Disadur dari situs resmi RS Pelni, Minggu (27/7/2025), ada beberapa hal yang menyebabkan gigi berlubang, termasuk sisa makanan yang tidak dibersihkan dengan baik, sehingga terjadi akumulasi plak.

Selanjutnya adalah terlalu sering mengonsumsi karbohidrat dan makanan yang bersifat asam.

Keduanya bisa menghilangkan mineral penyusun gigi dan menyebabkan lubang.

Cara mencegah gigi berlubang

Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mencegah gigi berlubang, selain membatasi konsumsi makanan dan minuman manis, adalah rajin menyikat gigi.

1. Pilih sikat gigi yang tepat

Langkah pertama yang wajib dilakukan adalah memilih jenis bulu sikat gigi yang tepat, sesuai dengan kekuatan saat menyikat gigi.

Di pasaran, ada banyak model sikat gigi dengan jenis bulu sikat yang berbeda-beda, seperti sikat gigi dengan bulu sikat jenis soft, medium, dan hard.

“Kalau memang kita suka menyikat gigi dengan kekuatan penuh, pilih sikat gigi dengan bulu sikat jenis soft,” tutur Eko.

Jangan pilih bulu sikat keras jika senang menyikat gigi dengan kekuatan penuh.

Sebab, ini dapat berimbas pada gigi yang lebih mudah terkikis.

2. Ikuti pola bendera Indonesia

Selanjutnya adalah menyikat gigi dengan pola bendera Indonesia atau merah dan putih, alias menyikat dari gusi ke arah gigi.

Menyikat gigi dengan cara digerakkan dari gigi ke arah gusi dapat membuat gusi turun, yakni ketika gusi semakin mengarah ke pangkal gigi, yang merupakan lokasi akar gigi. Istilah medisnya adalah resesi gusi.

“Karena, ketika kita berkaca, giginya akan kelihatan panjang-panjang. Seiring waktu, akar giginya bakal kelihatan,” kata Eko.

Dampak dari resesi gusi juga berkaitan dengan kesehatan area mulut bernama hipersensitivitas dentin.

Ini disebabkan oleh permukaan akar gigi yang terbuka karena resesi gusi.

Orang-orang yang mengalami hipersensitivitas dentin bakal mengalami gejala ngilu pada gigi ketika makan, minum air dingin, dan bahkan ketika gigi terpapar udara dingin.

3. Tak perlu lama-lama

Banyak yang menganggap bahwa menyikat gigi yang benar memakan waktu yang lama, yakni bisa sampai lima menit. Namun, anggapan ini tidak sepenuhnya benar.

“Menyikat gigi bukan berpatokan pada waktu. Semakin lama menyikat gigi, tapi menyikat giginya enggak bersih karena enggak menjangkau seluruh area gigi, itu sama saja bohong,” terang Eko.

“Tapi, kalau sikat giginya benar, dan durasinya enggak terlalu singkat tapi juga enggak terlalu lama, itu enggak masalah. Jadi sebenarnya, bukan durasi, tapi cara menyikat giginya,” sambung dia.