Tradisi Berbahaya di Jalur Pantura, Bupati Indramayu Lucky Hakim Minta Pemudik Tak Lempar Uang
Bupati Indramayu, Lucky Hakim, mengimbau para pemudik untuk tidak melempar uang saat melintasi Jembatan Sewo, Kecamatan Sukra, Kabupaten Indramayu, pada momen arus balik Lebaran 2026.
Imbauan ini disampaikan menyusul masih maraknya aktivitas penyapu koin yang dinilai membahayakan keselamatan.
Jembatan Sewo sendiri merupakan perbatasan antara Kabupaten Indramayu dan Subang, yang berada di jalur Pantura.
Pada momen arus balik Lebaran, kawasan ini dipadati kendaraan pemudik yang kembali ke perantauan setelah merayakan hari raya di kampung halaman.
Mengapa pemudik dilarang melempar uang di Jembatan Sewo?
Lucky Hakim menjelaskan, larangan tersebut bertujuan untuk mencegah munculnya para penyapu koin yang kerap beraktivitas di sekitar jembatan. Aktivitas ini dinilai berisiko tinggi karena dilakukan di tengah arus lalu lintas yang padat.
"Kami mengimbau para pengendara jangan melempar uang di (jembatan) Sewo," ujar Lucky Hakim saat ditemui di Pendopo Bupati Indramayu, Rabu (25/3/2026).
Menurut dia, keberadaan penyapu koin bukan semata-mata karena faktor kemiskinan, melainkan dipicu oleh kebiasaan pengendara yang melempar uang saat melintas.
"Kami meyakini jika tidak ada yang melempar uang maka penyapu koin di jembatan Sewo juga tidak ada, sehingga kami meminta pengendara tidak melempar uang," kata Lucky Hakim.
Apa saja risiko dari aktivitas penyapu koin?
Aktivitas penyapu koin di Jembatan Sewo tidak hanya mengganggu kelancaran lalu lintas, tetapi juga berpotensi menimbulkan kecelakaan. Hal ini terbukti dari insiden yang terjadi belum lama ini.
Kapolsek Sukra, Iptu Andi Supriyatna, membenarkan adanya kecelakaan yang melibatkan penyapu koin.
"Iya benar, penyapu koin tertabrak kendaraan yang alami kecelakaan," ujar Andi saat dihubungi, Rabu (25/3/2026) pagi.
Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (24/3/2026) sekitar pukul 17.40 WIB, ketika sebuah mobil Isuzu mengalami oleng di Jalur Pantura dan menabrak penyapu koin.
Sebelumnya, tradisi penyapu koin ini juga telah mendapat perhatian dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Ia sempat melakukan inspeksi mendadak (sidak) dan memberikan insentif kepada para penyapu koin agar menghentikan aktivitas tersebut.
Namun, imbauan tersebut belum sepenuhnya diindahkan. Para penyapu koin masih terus bermunculan, terutama saat volume kendaraan meningkat seperti pada masa Lebaran.
Bagaimana upaya penertiban yang telah dilakukan?
Lucky Hakim menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Indramayu bersama TNI dan Polri telah berulang kali melakukan penertiban terhadap para penyapu koin, baik sebelum maupun selama masa Lebaran.
Meski demikian, para penyapu koin tetap muncul kembali setiap harinya. Bahkan, setelah Pemerintah Provinsi Jawa Barat memberikan kompensasi sebesar Rp 600 ribu per orang, fenomena ini belum sepenuhnya berhenti.
"Yang menerima kompensasi sudah tidak beraktivitas selama arus mudik - balik Lebaran, dan yang masih (beraktivitas) itu orang-orang baru yang sengaja datang untuk menyapu koin, sehingga jangan melempar uang agar mereka bubar," ujar Lucky Hakim.
Pemerintah Kabupaten Indramayu berharap kesadaran masyarakat, khususnya para pemudik, untuk tidak lagi melempar uang saat melintasi Jembatan Sewo. Langkah sederhana ini dinilai efektif untuk menghilangkan praktik penyapu koin.
Dengan tidak adanya uang yang dilempar, diharapkan para penyapu koin tidak lagi memiliki alasan untuk beraktivitas di lokasi tersebut.
Selain itu, hal ini juga akan membantu menjaga kelancaran arus lalu lintas dan mencegah terjadinya kecelakaan.
Sebagian artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dan Kompas.com dengan judul "Abaikan Imbauan Dedi Mulyadi, Penyapu Koin Jembatan Sewo Tertabrak Kendaraan yang Alami Kecelakaan".
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang