Waspada Mendaki Rinjani Saat Musim Hujan, Awas Jalur Licin Berbahaya

Gunung Rinjani, pendakian gunung rinjani, pendakian rinjani, Waspada Mendaki Rinjani Saat Musim Hujan, Awas Jalur Licin Berbahaya

Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) mengimbau para pendaki untuk meningkatkan kewaspadaan selama melakukan pendakian di musim hujan.

Sebagai info, pada bulan November termasuk akhir tahun, Indonesia sedang memasuki musim hujan, termasuk di kawasan Gunung Rinjani.

Hujan yang mulai rutin turun di kawasan Rinjani membawa tantangan tersendiri yang perlu diantisipasi oleh seluruh pendaki.

Kepala Balai TNGR, Yarman, mengatakan bahwa keindahan Gunung Rinjani tetap memukau meski diselimuti rinai hujan. Namun, kondisi tersebut menuntut persiapan ekstra dari para pendaki.

“Hujan tiba, pendaki bijak bersiap dan tetap waspada saat melakukan pendakian di kawasan Gunung Rinjani,” ujarnya dilansir dari Antara.

Menurut Yarman, tekad saja tidak cukup saat mendaki di tengah musim hujan. Pendaki harus memahami bahwa curah hujan dapat memengaruhi kondisi jalur, suhu tubuh, hingga stamina.

Persiapan pendakian Rinjani pada musim hujan

Balai TNGR menekankan pentingnya sejumlah langkah antisipasi sebelum dan selama pendakian, antara lain:

  1. Mengecek prakiraan cuaca dan status jalur sebelum berangkat untuk memastikan kondisi aman.
  2. Membawa perlengkapan anti air seperti jas hujan, cover bag, dry bag, hingga sepatu tahan air untuk menjaga perlengkapan tetap kering.
  3. Menjaga suhu tubuh dan energi dengan mengenakan jaket tebal, membawa makanan tinggi kalori, baju ganti, serta termos berisi air hangat.
  4. Tetap fokus pada jalur yang licin karena risiko tergelincir meningkat saat hujan.

Kompas.com pernah mendaki Gunung Rinjani. Adapun beberapa titik jalur pendakian yang terjal dan rawan kecelakaan, seperti di Bukit Penyesalan, Pelawangan Sembalun ke Puncak, Pelawangan Sembalun ke Segara Anak, dan Segara Anak turun Jalur Torean.

Yarman mengingatkan bahwa keselamatan harus menjadi prioritas utama.

“Puncak gunung bukan segalanya, pulang dengan selamat adalah segalanya. Tetap waspada untuk keselamatan,” ujarnya.

Tim TNGR siaga di titik strategis

Untuk mendukung keamanan pendaki, Tim TNGR terus bersiaga di sejumlah titik penting seperti Pelawangan.

Gunung Rinjani, pendakian gunung rinjani, pendakian rinjani, Waspada Mendaki Rinjani Saat Musim Hujan, Awas Jalur Licin Berbahaya

Kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani. Mulai 1 Februari 2025, masuk ke destinasi wisata nonpendakian wajib bayar nontunai.

Kehadiran mereka tidak hanya untuk mengawasi aktivitas pendaki dan memberikan edukasi, tetapi juga bertindak sebagai tim reaksi cepat jika terjadi kondisi darurat.

“Bagi kami, menjaga alam bukan sekadar pekerjaan. Ini adalah panggilan untuk memastikan setiap langkah pendaki tetap aman, nyaman, dan tidak meninggalkan jejak buruk di tanah Rinjani,” kata Yarman.

Melalui imbauan ini, Balai TNGR berharap seluruh pendaki dapat menyiapkan diri secara matang dan tetap mengutamakan keselamatan selama menikmati keindahan Gunung Rinjani di musim hujan.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.