Banjir Masih Merendam Jalur Pantura Kendal, Kendaraan Terjebak Macet
Arus lalu lintas di jalur Pantura Kabupaten Kendal tersendat akibat genangan banjir pada Minggu (18/1/2026).
Kemacetan terjadi di jalur arah Semarang karena luapan Sungai Kendal menggenangi badan jalan.
Kendaraan yang melintas sempat terjebak antrean hingga sekitar 10 menit.
Kondisi ini berlangsung sejak sore hari dan belum menunjukkan tanda-tanda surut.
Genangan Paksa Pengendara Alih Lajur
Kemacetan juga terpantau dari depan toko swalayan Aneka Jaya hingga kawasan Pasar Kendal. Di titik tersebut, air menggenangi ruas Jalan Pantura dengan ketinggian bervariasi.
Genangan banjir terlihat mulai dari depan Kodim hingga Pasar Kendal. Ketinggian air paling tinggi berada di lajur kanan dengan kedalaman mencapai setengah lutut orang dewasa.
Warga setempat memasang tong di tengah jalan sebagai penanda batas genangan.
Pantauan sekitar pukul 16.00 WIB menunjukkan air belum surut.
Kondisi serupa juga terjadi di jalur lambat khusus sepeda motor sehingga pengendara roda dua dan roda empat memilih menggunakan lajur kiri.
“Iya tadi macet tapi enggak lama, kurang lebih 10 menit. Ini mau ke Semarang, tidak tahu kalau di sini masih banjir jalannya,” kata Indrasari, pengendara mobil, Minggu (18/1/2026).
Lubang Tertutup Genangan, Pengendara Motor Diminta Waspada
Indrasari juga mengatakan bahwa mengatakan genangan masih bisa dilalui secara perlahan, meski pengendara harus mewaspadai lubang jalan yang tertutup air.
“Ada lubang di beberapa titik, tadi juga kena, jadi enggak bisa kenceng. Namanya kena banjir ya harus sabar, pelan-pelan,” tuturnya.
Seorang pengendara sepeda motor, Syukron, mengaku hampir terjatuh karena tidak menyadari adanya lubang di jalan yang tertutup genangan.
“Lubangnya ada di lajur kiri, yang pinggir tadi saya kena dan hampir jatuh,” ujarnya.
Warga: Banjir Sudah Menggenang Sejak Kamis
Warga sekitar, Ahmad, mengatakan banjir terjadi sejak Kamis (15/1/2026) setelah hujan deras mengguyur wilayah Kendal.
Luapan Sungai Kendal disebut tidak mampu menahan debit air yang tinggi.
“Kamis pagi jam 6 itu sudah banjir, dan sampai ini masih kebanjiran,” imbuhnya.
Ia menambahkan banjir di Pantura Kendal yang merendam jalan dan permukiman merupakan kejadian rutin setiap musim hujan.
“Sudah langganan di sini banjir terus mas,” sambungnya.
BPBD: Luapan Sungai Jadi Penyebab
Kasi Kedaruratan BPBD Kabupaten Kendal, Iwan Sulistyo, menjelaskan banjir disebabkan limpasan Sungai Kendal.
Limpasan terjadi akibat dorongan air dari Sungai Penut di Kecamatan Pegandon dan Sungai Bedo di Kecamatan Ngampel yang menyatu di Sungai Kendal.
“Limpasan terjadi karena dorongan air dari Sungai Penut dan Sungai Bedo yang menyatu di Sungai Kendal, tepatnya di wilayah Trompo bagian atas sebelum Bendung Trompo,” terangnya.
Ia menambahkan hujan berintensitas tinggi di wilayah hulu pada Jumat malam meningkatkan debit air hingga meluap ke permukiman.
“Selain Kelurahan Ketapang, Trompo, Candiroto, dan Karangsari, genangan juga masih terjadi di sejumlah desa yang dilintasi Sungai Penut dan Sungai Bedo,” tandasnya.
Daftar Titik Genangan Banjir di Kendal
Berdasarkan data BPBD, genangan masih terjadi di sejumlah titik, antara lain:
- Jalan Pahlawan 1 dan Jalan Pahlawan 2: 20–40 cm
- Kelurahan Sukodono: 20–30 cm
- Kelurahan Trompo dan Candiroto: 5–20 cm
- Kelurahan Kebondalem: 20–40 cm
- Kelurahan Sijeruk: 20–30 cm
- Kelurahan Kalibuntuwetan, Langenharjo, Pegulon, Patukangan: 20–40 cm
- Kelurahan Pekauman, Ngilir, Balok: 20–40 cm
- Kelurahan Ketapang: 20–70 cm
- Kelurahan Karangsari: 5–10 cm
- Kelurahan Jetis: 10–20 cm
Genangan juga meluas ke Kecamatan Ngampel, Brangsong, Kaliwungu, dan Rowosari akibat hujan deras serta luapan sungai.
Polisi: Jalur Pantura Kendal Masih Bisa Dilalui
Kasat Lantas Polres Kendal, AKP Panji Yugo Putranto, mengatakan jalur Pantura Kendal masih dapat dilalui meski tergenang banjir.
Pengguna jalan disarankan memanfaatkan jalur tembus di Kecamatan Patebon untuk menghindari kemacetan.
“Genangan banjir terjadi di Jalan Soekarno Hatta Pantura Kendal, sekitar swalayan Sama-Sama dan Pasar Kendal,” terangnya.
“Adapun untuk jalur masih dapat dilewati baik roda dua dan roda empat,” lanjutnya.
Ia menyebut banjir menyebabkan antrean kendaraan ke arah Semarang dan mengimbau pengendara mengatur kecepatan.
“Kami menghimbau seluruh pengguna jalan untuk memperhatikan kecepatannya,” ujarnya.
Panji juga mengingatkan masyarakat untuk memantau informasi cuaca dari BMKG sebelum bepergian.
Dinas PUPR Soroti Dampak Galian C
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Kendal, Sudaryanto, menilai aktivitas tambang galian C dan alih fungsi lahan mempercepat sedimentasi sungai.
Kondisi tersebut berpotensi menyumbat aliran dan memicu banjir.
“Galian C itu menjadi salah satu yang tentunya berpengaruh terhadap percepatan sedimentasi sungai,” kata Sudaryanto saat meninjau portal air jebol di Desa Kumpulrejo, Kaliwungu.
Ia juga menyoroti alih fungsi lahan di daerah tangkapan Sungai Kendal dan Kalibuntu yang sebelumnya ditanami jati, kini berubah menjadi tanaman jagung.
“Harusnya radius beberapa meter dari sungai itu tanaman keras dipertahankan,” tandasnya. Menurutnya, sabuk hijau penting untuk menyerap air, memperkuat struktur tanah, dan meminimalkan risiko banjir.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang