555 Orang di Iran Dilaporkan Tewas Usai Serangan Gabungan AS-Israel

Asap tebal usai serangan rudal menghantam sebuah bangunan di Teheran, Iran, pada 1 Maret 2026
Asap tebal usai serangan rudal menghantam sebuah bangunan di Teheran, Iran, pada 1 Maret 2026

Hingga Senin 2 Maret 2026, Palang Merah Iran melaporkan ada sekitar 555 orang tewas akibat serangan gabungan AS dan Israel di 131 wilayah di Iran. Angka itu muncul di tengah gelombang serangan besar terbaru serta serangan balasan Iran terhadap Israel dan aset-aset AS di kawasan Timur Tengah.

Pada Senin pagi, setidaknya 35 orang dilaporkan tewas di Provinsi Fars, Iran selatan, menurut kantor berita Mehr. Media tersebut juga melaporkan lebih dari 20 orang meninggal dunia akibat serangan di Lapangan Niloofar, Teheran.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kantor berita Fars menyebut sedikitnya dua orang tewas di kota Sanandaj, Iran tengah, setelah beberapa bangunan permukiman di dekat kantor polisi hancur. Sementara itu, kantor berita Tasnim melaporkan pasukan AS dan Israel menjatuhkan enam rudal di berbagai titik kota, termasuk kawasan padat penduduk.

Duta Besar Iran untuk Badan Energi Atom Internasional (IAEA), Reza Najafi, mengatakan kepada wartawan bahwa serangan udara AS-Israel pada Minggu juga menargetkan fasilitas pengayaan nuklir Natanz.

“Alasan bahwa Iran ingin mengembangkan senjata nuklir hanyalah kebohongan besar,” ujar Najafi, seraya menyebut fasilitas tersebut sebagai fasilitas damai.

Dikutip dari laman Al Jazeerah, Senin 2 Maret 2026, Israel dan AS belum mengeluarkan pernyataan yang mengonfirmasi serangan di lokasi itu. Sebelumnya, Amerika Serikat pernah mengebom lokasi tersebut dalam perang 12 hari antara Iran dan Israel pada Juni 2024 lalu.

Reporter Al Jazeera, Tohid Asadi, melaporkan dari Teheran bahwa serangan terbaru ini menunjukkan luasnya cakupan target.

“Ini menunjukkan skala serangan terhadap Iran, yang tidak hanya menyasar pusat politik dan markas militer. Kami melihat bangunan sipil ikut rusak, bahkan ada yang hancur total. Ini mengkhawatirkan karena jumlah korban sipil terus bertambah," ujarnya.

Video yang telah diverifikasi Al Jazeera juga memperlihatkan gumpalan asap besar membubung di dekat bandara internasional di kota Kermanshah, Iran bagian tengah.

Otoritas Iran melaporkan jumlah korban tewas akibat serangan Israel terhadap sebuah sekolah perempuan di Minab pada Sabtu meningkat menjadi 180 orang.

Kepala Humas Kementerian Kesehatan Iran, Hossein Kermanpour, menambahkan bahwa jenis rudal yang sama juga digunakan dalam serangan terhadap Rumah Sakit Gandhi di Teheran pada Minggu 1 Maret 2026. Rumah sakit tersebut mengalami kerusakan parah dan menyebabkan para pasien dievakuasi.

Militer Israel pada Senin menyatakan bahwa Iran kembali meluncurkan sejumlah rudal dan sistem pertahanan udara sedang beroperasi untuk mencegat proyektil tersebut. Warga diminta segera berlindung dan tetap berada di tempat aman hingga ada pemberitahuan lebih lanjut.

Polisi Israel mengatakan sembilan orang tewas akibat serangan rudal Iran di kota Beit Shemesh, Israel tengah. Sebanyak 11 orang dilaporkan hilang dan tim penyelamat masih melakukan pencarian.

Iran kemudian melanjutkan serangan balasan ke Qatar, Bahrain, Yordania, Oman, Kuwait, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab. Serangan dilaporkan menyasar bandara, bangunan permukiman, serta hotel.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Negara-negara Teluk menyatakan akan mempertahankan diri dari serangan Iran, termasuk dengan membalas agresi jika diperlukan.

Namun, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan bahwa Teheran tidak ingin berkonfrontasi dengan negara-negara Teluk, melainkan menargetkan aset-aset milik AS di kawasan tersebut.