Sosok Letjen Yudi Abrimantyo, dari Kopassus hingga Mundur dari Kabais TNI

penyiraman air keras, Yudi Abrimantyo, Kabais TNI, Sosok Letjen Yudi Abrimantyo, dari Kopassus hingga Mundur dari Kabais TNI

Nama Letjen TNI Yudi Abrimantyo menjadi sorotan publik setelah ia mundur dari jabatan Kepala Badan Intelijen Strategis (Kabais) TNI.

Keputusan tersebut diambil di tengah polemik kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, yang diduga melibatkan oknum prajurit di bawah jajarannya.

Langkah mundur ini disebut sebagai bentuk tanggung jawab atas peristiwa tersebut.

"Sebagai pertanggungjawaban, hari ini telah dilaksanakan penyerahan jabatan Ka BAIS," terang Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI, Mayjen Aulia Dwi Nasrullah, dikutip dari Kompas TV, Kamis (26/3/2026). 

Karier panjang di dunia militer

Yudi Abrimantyo merupakan lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 1989. Ia menghabiskan sebagian besar kariernya di satuan elite Kopassus.

Selama bertugas, ia dikenal memiliki pengalaman panjang di bidang strategi dan pertahanan. 

Sebelum menjabat sebagai Kabais TNI pada awal 2024, Yudi juga berkarier di Kementerian Pertahanan.

Ia pernah menduduki sejumlah posisi penting, antara lain:

  • Direktur Jenderal Strategi Pertahanan (Dirjen Strahan) Kemhan
  • Sekretaris Direktorat Jenderal Strategi Pertahanan (Sesditjen Strahan) Kemhan. 

Kariernya mencapai puncak saat dipercaya memimpin BAIS TNI, lembaga strategis yang berperan penting dalam sistem intelijen militer.

Tersandung kasus anak buah

Karier tersebut kemudian menghadapi ujian setelah muncul kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus.

Empat prajurit dari Detasemen Markas (Denma) BAIS TNI diduga terlibat dalam kasus tersebut. 

Keterlibatan anggota ini menjadi sorotan publik karena terjadi di lingkungan lembaga yang dipimpinnya.

Sebagai pimpinan, Yudi kemudian memilih mundur dari jabatannya.

Anggota Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin, menilai langkah tersebut mencerminkan sikap tanggung jawab moral.

"Kita menaruh rasa hormat dan respek atas kebesaran hati Kabais. Ketika ada bawahannya yang melakukan pelanggaran, atasannya menunjukkan sikap tanggung jawab moral yang tinggi dengan mengundurkan diri. Ini patut kita hargai," ujar Hasanuddin.

Akhir jabatan di tengah sorotan

Pengunduran diri Yudi menandai berakhirnya masa jabatannya sebagai Kabais TNI dalam situasi yang menjadi perhatian publik.

Meski demikian, DPR menegaskan bahwa proses hukum terkait kasus penyiraman air keras harus tetap berjalan.

"Penyelidikan harus terus diungkap, bukan hanya pelaku di lapangan, tetapi juga siapa aktor yang merancang atau berada di balik peristiwa tersebut," tegas Hasanuddin.

Kasus ini sekaligus menjadi pengingat bahwa tanggung jawab komando dalam institusi militer tidak hanya berkaitan dengan tugas operasional, tetapi juga menyangkut akuntabilitas atas tindakan anggota di lapangan.

Sebagian artikel ini telah tayang di TribunBanten.com dengan judul Sosok Letjen Yudi Abrimantyo, Mundur dari Jabatan Kabais TNI Akibat Kasus Teror Air Keras Aktivis.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang