Pemilik Djarum Michael Hartono Akan Dimakamkan di Rembang

Michael Hartono, Pemilik Djarum Michael Hartono Akan Dimakamkan di Rembang

Jenazah pemilik Grup Djarum, Michael Bambang Hartono, akan dimakamkan di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah.

Michael Hartono mengembuskan napas terakhirnya di usia 86 tahun pada Kamis (19/3/2026) pukul 13.15 waktu Singapura.

"Keputusan tersebut diambil setelah melalui rapat internal keluarga," kata Senior Manager Public Affair PT Djarum Kudus Purwono Nugroho, dikutip dari Antara Jateng, Jumat (20/3/2026).

Lokasi pemakaman ditetapkan di kompleks makam keluarga yang berada di Godo, Kabupaten Rembang. 

Penentuan tempat tersebut berkaitan dengan asal-usul keluarga almarhum yang berasal dari wilayah tersebut.

Walaupun selama hidupnya lebih banyak bermukim di Jakarta dan anggota keluarga tersebar di berbagai daerah, keluarga besar masih memiliki tempat tinggal di Rembang.

Prosesi Pemakaman Michael Hartono

Sebelum prosesi pemakaman, jenazah akan disemayamkan di dua lokasi berbeda. Pada 20 hingga 22 Maret 2026, jenazah disemayamkan di Grand Heaven, Jakarta, di ruang 103–105 dan 107–108. 

Setelah itu, jenazah dibawa ke Kudus dan disemayamkan kembali di GOR Jati pada 22 hingga 25 Maret 2026.

Rangkaian ibadah dimulai dengan misa tutup peti pada 20 Maret 2026 pukul 19.00 WIB di Grand Heaven, Jakarta. 

Selanjutnya, misa malam dilaksanakan pada 24 Maret 2026 pukul 18.00 WIB di GOR Jati Kudus.

Misa pelepasan dijadwalkan berlangsung pada 25 Maret 2026 pukul 08.00 WIB. 

Setelah itu, jenazah diberangkatkan dari GOR Jati pukul 09.00 WIB menuju lokasi pemakaman.

Upacara pemakaman akan digelar pukul 10.40 WIB di Godo, Kabupaten Rembang, dan dilanjutkan dengan prosesi pemakaman pada pukul 11.00 WIB.

Profil Michael Hartono

Semasa hidupnya, Michael Hartono dikenal sebagai tokoh penting di dunia bisnis nasional. 

Ia bersama saudaranya, Robert Budi Hartono, mengembangkan PT Djarum hingga menjadi salah satu perusahaan rokok terbesar di Indonesia.

Michael Hartono lahir pada 2 Oktober 1939 dan merupakan putra Oei Wie Gwan, pendiri Djarum. 

Perusahaan keluarga tersebut mengalami perkembangan pesat dan merambah berbagai sektor usaha di bawah kepemimpinan Hartono bersaudara.

Selain berkiprah di bidang bisnis, almarhum juga aktif dalam kegiatan sosial melalui Djarum Foundation. 

Program yang dijalankan mencakup sektor lingkungan, pendidikan, budaya, hingga olahraga.

Salah satu program yang dijalankan adalah penanaman pohon trembesi di sepanjang jalur Pantura Pulau Jawa. 

Djarum Foundation juga membina atlet bulu tangkis serta mengembangkan cabang olahraga lain sejak usia dini.

Yayasan tersebut juga menyelenggarakan berbagai program, termasuk festival teater pelajar dan “Bakti Pendidikan” untuk meningkatkan kualitas sekolah menengah kejuruan, pemberian beasiswa Djarum Beasiswa Plus, serta peningkatan kompetensi tenaga pengajar.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang