Efisiensi BBM dan Anggaran di Jember: Bupati Tiadakan Open House, Siapkan WFH ASN

open house, Jember, Efisiensi BBM dan Anggaran di Jember: Bupati Tiadakan Open House, Siapkan WFH ASN

Bupati Jember, Muhammad Fawait menginstruksikan langkah penghematan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan anggaran di lingkungan pemerintahannya.

Hal ini merespons ketidakstabilan kondisi geopolitik di Timur Tengah yang berdampak pada fluktuasi harga minyak dunia.

Sebagai bentuk aksi, Fawait telah meniadakan open house Lebaran 2026 serta menyiapkan skema Work From Home (WFH) untuk Aparatur Dipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Jember.

Kegiatan Seremonial seperti Open House Ditiadakan

Sebagai bentuk aksi nyata, Pemkab Jember memutuskan untuk tidak menggelar acara open house di Pendapa Wahyawibawagraha pada momentum Lebaran 2026.

Meski meniadakan seremoni open house formal, Fawait tetap membuka diri bagi para kader dan masyarakat yang ingin bersilaturahmi secara sederhana.

"Tahun ini tidak ada open house di pendapa. Kami kembali ke kesederhanaan. Kalau ada tamu, kami terima di pondok dengan jamuan ala kadarnya. Niat utamanya adalah mendukung gerakan efisiensi pemerintah pusat," katanya, Senin (23/3/2026), dilansir dari Antara.

Siapkan Skema WFH ASN 1-2 Hari dalam Sepekan

Selain membatasi kegiatan seremonial, Pemkab Jember melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) kini sedang menggodok skema kerja dari rumah atau WFH.

Langkah itu diproyeksikan sebagai salah satu cara menekan penggunaan energi kendaraan dinas maupun operasional kantor.

"Kami sedang siapkan skemanya. Mungkin dalam satu minggu ada satu atau dua hari WFH. Dengan pengalaman saat COVID-19 lalu, saya yakin pelayanan publik tetap prima dan tidak akan terganggu," ujar Fawait.

Pastikan BBM di Jember Tidak Langka

Ia menjelaskan kenaikan harga minyak mentah global yang signifikan memberikan tekanan besar pada beban subsidi BBM pemerintah pusat, sehingga seruan presiden untuk melakukan efisiensi harus dijawab dengan langkah konkret di daerah.

"Sebagai bagian dari NKRI, kami harus peka terhadap kondisi global. Ketidakstabilan di Timur Tengah membuat harga minyak fluktuatif. Jika konsumsi tidak dikendalikan, beban subsidi negara akan semakin membengkak," tutur Fawait.

Ia mengatakan langkah efisiensi itu murni dilakukan untuk menjaga stabilitas beban subsidi, bukan karena adanya kelangkaan stok BBM di wilayah Jember.

"Kami menjamin bahwa ketersediaan energi untuk masyarakat masih dalam kondisi aman," pungkasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang