Pep Guardiola Singgung Kartu Merah Bernardo Silva, Penyebab Man City Ditekuk Real Madrid?

Pemain Manchester City, Bernardo Silva
Pemain Manchester City, Bernardo Silva

 Langkah Manchester City di Liga Champions musim ini resmi terhenti setelah didepak oleh raksasa Spanyol, Real Madrid. Meski diwarnai insiden kartu merah krusial yang menimpa Bernardo Silva, manajer The Citizens, Pep Guardiola, menegaskan bahwa dirinya tidak akan mencari kambing hitam atas kegagalan timnya.

Berlaga di Etihad Stadium pada Rabu pagi WIB, Manchester City harus bermain dengan 10 orang sejak menit ke-20. Bernardo Silva diusir keluar lapangan setelah dianggap sengaja menghentikan tendangan Vinicius Junior dengan tangan di dalam kotak penalti. Selain kartu merah langsung, wasit juga memberikan hadiah penalti untuk Real Madrid.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Belaan Pep untuk Bernardo

Menanggapi insiden tersebut, Pep Guardiola justru memberikan pembelaan terbuka bagi anak asuhnya. Menurutnya, tindakan Bernardo bukanlah sebuah pelanggaran yang disengaja untuk merugikan tim.

"Ayolah, ini bukanlah sebuah kesalahan. Ini adalah kartu merah pertama Bernardo Silva," ujar Pep sebagaimana dikutip dari laman resmi klub. "Tindakan yang dilakukan Bernardo merupakan refleks alami. Ini bukan sesuatu yang dapat dihindari."

Pemain Real Madrid

Pep juga menekankan loyalitas dan kontribusi besar pemain asal Portugal tersebut selama berseragam City sebagai alasan mengapa ia tidak pantas disalahkan.

"Tidak pernah saya akan menyalahkan pemain saya untuk itu, terutama Bernardo, setelah apa yang telah dilakukannya untuk kita selama bertahun-tahun," tegas mantan pelatih Barcelona tersebut.

Dominasi Real Madrid dan Catatan Buruk City

Kekalahan ini membuat Manchester City harus tersingkir dengan agregat telak 1-5. Hasil ini sekaligus memperpanjang rekor buruk The Sky Blues saat bertemu Los Galacticos. Dalam tiga musim terakhir di fase gugur Liga Champions, City selalu gagal melewati hadangan sang raja Eropa tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebagai pengingat, terakhir kali City mampu menaklukkan Madrid adalah pada musim 2022/2023 di babak semifinal dengan agregat 5-1. Pada musim tersebut, Kevin De Bruyne dan kawan-kawan berhasil melaju hingga final dan meraih trofi Liga Champions pertama mereka setelah mengalahkan Inter Milan.

Namun, musim ini ceritanya berbeda. Etihad yang biasanya angker bagi tim tamu justru menjadi saksi bisu berakhirnya mimpi Manchester City untuk mempertahankan dominasi mereka di panggung tertinggi Eropa.