Persis Solo 15 Kali Kalah Beruntun, Milomir Seslija Ungkap Biang Keroknya

Pelatih Persis Solo, Milomir Seslija
Pelatih Persis Solo, Milomir Seslija

 Upaya Persis Solo untuk keluar dari dasar klasemen BRI Super League 2025/26 kembali tersendat. Bermain di hadapan publik sendiri, Laskar Sambernyawa harus menelan kekalahan 1-3 dari Persita Tangerang pada pekan ke-16 di Stadion Manahan, Solo, Minggu 4 Januari 2026.

Hasil ini mempertegas periode sulit yang belum juga berakhir bagi Persis. Alih-alih memanfaatkan laga kandang sebagai momentum kebangkitan, tim justru tertinggal jauh sejak babak pertama.

Persis kebobolan tiga gol dalam 45 menit awal pertandingan. Persita membuka keunggulan melalui Matheus Alves pada menit ke-5, disusul dua gol Andrejic Aleksa masing-masing pada menit ke-15 dan 42. Dominasi Pendekar Cisadane di babak pertama membuat Persis kesulitan mengembangkan permainan.

Tuan rumah baru mampu memperkecil kedudukan pada menit ke-62. Striker Persis, Kastaneer, sukses memanfaatkan bola muntah hasil eksekusi penalti untuk mengubah skor menjadi 1-3. Namun gol tersebut tak cukup mengubah jalannya laga hingga peluit akhir dibunyikan.

Kekalahan ini memperpanjang catatan tanpa kemenangan Persis menjadi 15 pertandingan beruntun. Posisi Laskar Sambernyawa pun tak beranjak dari dasar klasemen sementara.

Dari 16 laga yang telah dijalani, Persis baru mengoleksi tujuh poin. Catatan itu berasal dari satu kemenangan, empat hasil imbang, dan 11 kekalahan. Satu-satunya kemenangan diraih pada pekan pertama saat menundukkan Madura United FC dengan skor 2-1. Selebihnya, Persis hanya mampu mencatat empat kali imbang dan 11 kali kalah.

Pelatih Persis, Milomir Seslija, tak menutupi kekecewaannya usai laga. Ia menilai rencana permainan yang disiapkan gagal dijalankan dengan baik oleh para pemainnya.

“Kita tidak bisa mengeksekusi rencana dengan baik. Gol pertama dari tendangan sudut sudah kita perkirakan dalam latihan, tapi kita tidak bereaksi dengan baik. Gol kedua juga bisa dimanfaatkan Persita, lalu gol ketiga kita tidak mengantisipasi pergerakan lawan,” ujar pelatih yang akrab disapa Milo, dikutip dari laman I-League Selasa 6 Januari 2026.

Pelatih asal Bosnia itu juga menyebut timnya kesulitan mengejar ketertinggalan karena minimnya pergerakan bola dan pemain. Kondisi tersebut membuat Persis gagal memaksimalkan peluang yang didapat.

“Kita susah mengejar ketertinggalan karena sulit mengeksekusi peluang. Tim tamu bermain menunggu dan mereka bagus dalam bertahan. Sejujurnya, kita banyak melakukan kesalahan sehingga rencana tidak berjalan baik,” ucapnya.