Harga Cabai Merah Keriting Meroket, Bos Bapanas Ungkap Biang Keroknya
Kepala Badan Pangan Nasional alias Bapanas, Arief Prasetyo Adi, buka-bukaan soal penyebab meroketnya harga cabai merah keriting (CMK), hingga berada di atas Harga Acuan Pembelian (HAP) di produsen dan Harga Acuan Penjualan (HAP) di konsumen.
Dia menyebut, terdapat sejumlah penyebab yang membuat harga cabai merah keriting melonjak, salah satunya adalah akibat gangguan produksi imbas curah hujan yang tinggi di sentra produksi.
"Kita tahu curah hujan masih cukup tinggi, dan di beberapa tempat disertai angin kencang. Itu mempengaruhi tanaman sedulur petani cabai kita," kata Arief dalam keterangannya, Rabu, 24 September 2025.
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo Adi (dok: Bapanas)
Penyebab lainnya yakni terjadinya peralihan tanam baru, yang membuat sebagian petani beralih dari menanam cabai merah keriting ke cabai rawit merah. Hal diakui Arief telah ikut mempengaruhi pasokan ke pasaran, sehingga harga pun terdampak.
"Badan Pangan Nasional mendorong pemerintah daerah saling bersinergi. Kita kan ada program FDP (Fasilitasi Distribusi Pangan), maka mari kita ciptakan keterhubungan antardaerah," ujar Arief.
Data Panel Harga Pangan Bapanas pada 23 September 2025 mencatat, rata-rata harga CMK di produsen secara nasional berada di Rp 51.662 per kilogram (kg), sementara rata-rata harga CMK di konsumen Rp 60.767 per kg.
Angka itu di atas HAP yang diatur pemerintah, dimana HAP di tingkat produsen atau petani ditentukan antara Rp 22.000-29.600 per kg dan HAP di tingkat konsumen Rp 37.000-Rp 55.000 per kg.
Bapanas pun mengimbau kepada pemerintah daerah yang mengalami fluktuasi harga CMK di tingkat konsumen yang sudah meninggi, agar dapat segera mengaktifkan pola kerja sama antardaerah.
Misalnya saja harga CMK tingkat produsen di Provinsi Sulawesi Utara dan Kalimantan Selatan terpantau masih dalam rentang HAP di produsen yang di kisaran Rp 22.000-Rp 29.600 per kg.
"Ini penting agar harga di petani cabai terjaga nilainya, sehingga tidak sampai berada di bawah HAP produsen," ujarnya.