Top 7+ Masalah Klasik dalam Hubungan, Pernah Mengalaminya?
Setiap hubungan pasti menghadapi tantangan. Perbedaan pendapat, perubahan hidup, hingga masalah komunikasi adalah hal yang wajar terjadi. Namun, jika tidak dikelola dengan baik, masalah-masalah tersebut bisa memicu konflik berkepanjangan.
“Terapi adalah tempat yang aman untuk mengeksplorasi apa yang berhasil dan tidak dalam hubungan,” kata Terapis hubungan Svea Wentzler, seperti dilansir SELF Magazine, Selasa (17/3/2026).
Ia juga menambahkan, masalah dalam hubungan dapat membantu melihat pola yang tidak disadari pasangan. Berikut 7 masalah yang paling sering muncul dalam hubungan menurut para ahli.
7 Masalah hubungan yang paling sering dialami
1. Masalah kepercayaan yang sulit dipulihkan
Kepercayaan adalah fondasi utama dalam hubungan. Ketika kepercayaan hilang, hubungan menjadi rentan terhadap konflik.
“Perselingkuhan adalah masalah paling umum yang saya temui,” ungkap konselor pasangan Alyssa Calderon.
Kehilangan kepercayaan, baik karena pengkhianatan emosional maupun fisik, sering kali membuat pasangan merasa tidak aman.
Proses membangun kembali kepercayaan membutuhkan waktu dan komitmen dari kedua belah pihak. Tanpa itu, hubungan sulit untuk kembali stabil.
2. Perubahan besar dalam hidup
Perubahan besar seperti menikah, memiliki anak, atau pindah rumah dapat memengaruhi dinamika hubungan. Momen-momen ini sering kali membawa tekanan baru yang tidak selalu mudah dihadapi.
“Banyak pasangan ingin mempersiapkan diri menghadapi perubahan besar karena mereka tahu hal itu bisa menjadi tantangan dalam hubungan,” ujar terapis Vanessa Bradden.
Perubahan ini membutuhkan komunikasi yang kuat agar kedua pasangan dapat beradaptasi dengan peran baru masing-masing.
Ilustrasi emosi mudah meledak. Psikiater menyarankan anak muda menunda mengirim pesan saat marah selama 30 menit agar konflik dalam hubungan tidak semakin membesar.
3. Konflik yang tidak diselesaikan dengan baik
Bertengkar adalah hal yang normal dalam hubungan, tetapi cara menyelesaikan konflik sangat menentukan kualitas hubungan tersebut.
Wentzler mengatakan, banyak orang kesulitan menyelesaikan konflik secara konstruktif. Ia menambahkan, menghindari masalah justru bisa memperburuk keadaan.
Konflik yang tidak terselesaikan dapat menumpuk dan memicu pertengkaran yang lebih besar di kemudian hari. Oleh karena itu, penting untuk belajar berkomunikasi dengan cara yang sehat dan saling menghargai.
4. Kurangnya apresiasi dalam hubungan sehari-hari
Seiring waktu, pasangan sering kali mulai mengabaikan hal-hal kecil yang sebenarnya penting, seperti mengucapkan terima kasih atau menunjukkan perhatian.
“Merasa tidak dilihat atau tidak didengar adalah tanda awal hubungan mulai merenggang,” ujar psikolog Amanda Craig.
Kurangnya apresiasi dapat membuat salah satu atau kedua pasangan merasa tidak dihargai. Padahal, perhatian sederhana seperti mendengarkan cerita pasangan atau memberikan pelukan dapat memperkuat hubungan.
5. Hubungan terasa hambar
Dalam hubungan jangka panjang, rasa bosan bisa muncul karena rutinitas yang monoton. Hubungan yang awalnya penuh gairah bisa berubah menjadi terasa datar.
Terapis Shavon Gaddy menjelaskan, banyak pasangan mencari cara untuk menghidupkan kembali hubungan mereka. Ia menyebutkan, mencoba hal baru bersama dapat membantu mengembalikan kedekatan.
Kegiatan sederhana seperti kencan rutin atau mencoba hobi baru bersama bisa memberikan energi baru dalam hubungan.
6. Masalah keuangan
Keuangan sering menjadi sumber pertengkaran dalam hubungan. Perbedaan cara mengelola uang, penghasilan, atau prioritas pengeluaran dapat memicu ketegangan.
“Masalah keuangan bisa menjadi sumber stres besar dalam hubungan,” terang psikolog Sabrina Romanoff.
Tidak hanya soal jumlah uang, tetapi juga cara membicarakan keuangan menjadi faktor penting. Komunikasi yang terbuka dan jujur diperlukan agar kedua pihak dapat menemukan titik tengah.
7. Kurangnya batasan dengan keluarga atau pihak lain
Masalah lain yang sering muncul adalah kurangnya batasan dengan keluarga, seperti campur tangan orang tua atau mertua dalam hubungan. Terapis Gayane Aramyan menjelaskan pentingnya menemukan keseimbangan.
“Hal terpenting adalah menemukan jalan tengah dan membuat pasangan merasa nyaman.”
Tanpa batasan yang jelas, hubungan bisa terganggu oleh pihak luar. Oleh karena itu, pasangan perlu saling mendukung dalam menjaga privasi dan kenyamanan hubungan.
Masalah dalam hubungan adalah hal yang wajar, tetapi cara menghadapinya yang menentukan keberlanjutan hubungan tersebut.
Dengan komunikasi yang baik, saling pengertian, dan komitmen, berbagai tantangan dapat diatasi sehingga hubungan tetap sehat dan harmonis.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang