Harga Tiket Pesawat Mudik Lebaran Masih Mahal, Kemenhub Buka Suara
Harga tiket pesawat mudik Lebaran 2026 dinilai masih mahal, meski pemerintah telah memberikan stimulus berupa diskon tiket pesawat sebesar 17-18 persen.
Direktur Angkutan Udara Kementerian Perhubungan, Agustinus Budi H, mengatakan bahwa harga tiket pesawat yang disebut mahal oleh masyarakat merupakan rute penerbangan transit, bukan penerbangan langsung (direct flight).
Menurutnya, rute penerbangan transit untuk mudik Lebaran ini ditawarkan oleh online travel agent (OTA) karena tiket pesawat untuk rute penerbangan langsung ke beberapa destinasi, telah habis terjual.
"Ternyata juga transitnya ini lebih dari satu kali dan mengakibatkan memang harganya cukup membengkak," kata Agustinus dalam konferensi pers bersama Kementerian Pariwisata secara daring, Selasa (17/3/2026).
"Ya itu yang akhirnya menjadi persepsi sedikit salah di masyarakat. Dianggapnya harga tiket itu sangat mahal ya," sambung dia.
Mahalnya harga tiket pesawat, kata Agustinus, juga bisa jadi disebabkan oleh penawaran upgrade kelas kursi pesawat.
Penumpang pesawat yang tadinya ingin memilih kelas ekonomi, justru kehabisan kursi dan diarahkan mengambil kelas lebih tinggi, seperti kelas bisnis.
"Ada juga informasi, sudah dapat kelas bisnis, transit satu kali, jadi harganya bisa di atas Rp 15 juta," ujarnya.
Agustinus mengimbau pihak OTA dan maskapai untuk menjelaskan perbedaan rute penerbangan dan ketersediaan kelas pesawat kepada penumpang.
"Jangan sampai nanti terkesan pemerintah sudah punya program ini, tapi dengan adanya berita-berita tersebut sama saja, tidak ada tidak ada artinya sama sekali," ujar dia.
Selain diskon tiket pesawat, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) juga menyiapkan 1.195 penerbangan tambahan selama periode mudik Lebaran 2026 khusus rute-rute tertentu.
Pengaruh harga avtur dunia
Lebih lanjut, Agustinus juga menekankan bahwa harga tiket pesawat saat ini diatur berdasarkan kebijakan Tarif Batas Bawah (TBB) dan Tarif Batas Atas (TBA).
Kebijakan TBB/TBA diatur dengan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 106 Tahun 2019 tentang Tarif Batas Atas Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri.

Harga tiket pesawat masih sangat bergantung pada nilai tukar dolar AS ke rupiah, merujuk pada kebijakan tersebut.
Pada 2019 silam, nilai tukar dolar AS ke rupiah sebesar Rp 14.000 per dolar AS, sementara harga avtur masih Rp 10.000.
Adapun pada 2026, nilai tukar dolar AS ke rupiah melonjak hampir Rp 17.000 dan harga avtur menjadi Rp 16.000-an.
"Artinya secara hitung-hitungannya itu juga sudah harusnya sudah mengalami perubahan ya," ujar Agustinus.
"Sebenarnya kalau dibilang mahal ya, ya kalau memang mahalnya seharusnya lebih dari TBA," sambung dia.
Sampai saat ini, Agustinus menyatakan bahwa belum ada maskapai penerbangan yang melanggar aturan TBA/TBB tersebut.
Harga tiket pesawat yang dijual masih sesuai dengan ketentuan, terhitung berdasarkan TBA dan komponen lainnya meliputi pajak, passenger service charge (PSC), iuran wajib, dan fuel surcharge.
Tanggapan OTA
Dalam kesempatan yang sama, perwakilan OTA dari Tiket.com dan Traveloka menyangkal pernyataan tersebut.
Kedua OTA populer di Indonesia ini menegaskan, pihaknya selalu memastikan bahwa tiket pesawat yang sudah habis, tidak akan dijual lagi dengan opsi rute transit maupun upgrade kelas penerbangan.
"Bila tiket sudah sold out, maka kita tidak akan munculkan sebenarnya. Dari situ sudah kami lakukan ya," kata perwakilan Tiket.com, Sandra Darmosumarto.
Tiket.com juga mengaku tidak membuka opsi penerbangan transit ke berbagai kota (multi-city choices) dan melakukan aturan sesuai imbauan dari Kemenhub.
"Jadi, kami pun tidak melakukan suggestion untuk upgrade class seats bila memang kelas ekonomi sudah tidak available. Jadi, once it's gone, it's gone gitu ya," lanjut dia.
Perwakilan OTA Traveloka, M. Rinaldi, menyampaikan tanggapan yang sama. Pihaknya mengaku tidak menjual lagi tiket penerbangan transit, terutama ke luar negeri.
"Kami juga mendorong pemerintah untuk kiranya dapat menerapkan kebijakan ini kepada semua OTA sehingga tidak menimbulkan kebingungan di masyarakat," kata Rinaldi.
Berapa harga tiket pesawat mudik Lebaran 2026?
Kemenhub memprediksi puncak arus keberangkatan mudik Lebaran 2026 terjadi pada Rabu, 18 Maret 2026.
Sebanyak 54.452 kursi pesawat atau 79,7 persen dari ketersediaan tiket, telah terjual untuk tanggal keberangkatan tersebut.
Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali. Pengelola Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, resmi mengumumkan penghentian operasional penerbangan sementara selama 24 jam penuh dalam rangka menghormati pelaksanaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948.
Tiga rute penerbangan domestik tercatat menjual tiket pesawat paling laris selama periode mudik Lebaran 2026, yakni rute Jakarta menuju Denpasar (Bali), Kualanamu (Medan), dan Surabaya.
Berdasarkan pantauan Kompas.com pada Selasa (17/3/2026) siang di situs Tiket.com, rute penerbangan langsung Jakarta-Denpasar untuk keberangkatan 18 Maret 2026 sudah ludes terjual.
Hanya tersisa rute penerbangan transit, yakni dari Jakarta menuju Labuan Bajo, lalu mendarat di Denpasar dengan tarif mulai Rp 2,4 jutaan.
Selanjutnya, rute penerbangan langsung Jakarta-Medan untuk kelas ekonomi juga ludes terjual, seperti pantauan Kompas.com di situs Traveloka.
Hanya tersisa satu penerbangan langsung Jakarta-Medan, namun khusus kelas bisnis dengan tarif Rp 10 jutaan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang