Saya Menyusuri Gang Hijau Srengseng, Secuail Oase di Tengah Padatnya Kota Jakarta

Saya Menyusuri Gang Hijau Srengseng, Secuail Oase di Tengah Padatnya Kota Jakarta, Langkah kecil menghijaukan bumi dari gang, Tak lupa apresiasi , Pentingnya kesadaran masyarakat, Mendulang cuan dari olahan tanaman

Matahari sempurna berada di titik kulminasinya kala sepeda motor yang saya tumpangi berhenti persis di depan gerbang Jalan Nanas.

Jalan Nanas merupakan satu dari sekian banyak gang kecil yang terselip di antara padatnya Kota Jakarta tepatnya di kawasan Srengseng, Jakarta Barat.

Langit biru tanpa ada gumpalan awan pada Jumat (13/3/2026) menemani perjalanan saya.

Sembari mengibasbak baju yang sudah kepalang basah karena keringat, saya menyusuri gang Jalan Nanas.

Dari arah jalan raya, kawasan ini tampak seperti gang kecil biasa, rumah yang berdempetan, dipisahkan oleh jalan kecil yang hanya bisa dilalui satu sepeda motor. Namun, pemandangan berbeda justru saya rasakan kala memasuki pekarangan gang.

Setelah belokan dari gerbang gang, pemandangan hijau di sisi kiri dan kanan gang menghiasi sejauh mata memandang bak oase di tengah panasnya Kota Jakarta.

Setiap bagian rumah dihiasi aneka tanaman, mulai tanaman obat keluarga (Toga), hingga tanaman hias.

"Dulu tanamannya cuma ada di depan rumah saya, yang lainnya masih kosong," kata Ketua Gang Hijau RT 03/07 Srengseng, Rafael Sugito sembari menunjuk rumahnya di belokan gang, Jumat (13/3/2026).

Siang itu di markas Jalan Nanas, Sugito melepas pandangan ke arah gang yang sudah rimbun oleh beragam tanaman.

Kepada Kompas.com, Sugito bercerita bahwa dampak besar dari hadirnya beragam tanaman yang merimbuni Jalan Nanas nyatanya berangkat dari inisiatif Sugito untuk memulai sebuah langkah kecil.

Saya Menyusuri Gang Hijau Srengseng, Secuail Oase di Tengah Padatnya Kota Jakarta, Langkah kecil menghijaukan bumi dari gang, Tak lupa apresiasi , Pentingnya kesadaran masyarakat, Mendulang cuan dari olahan tanaman

Suasana teduh Gang Hijau di Jalan Nanas RT 03/07 Srengseng, Jakarta Barat, Jumat (13/3/2026).

"Awalnya saya didaftarkan anak saya untuk ikut pelatihan seputar tanaman. Sepulang dari pelatihan tersebut, saya mencoba mempraktekkan ilmu tersebut di gang," ujar Sugito.

Sembari menunjuk beberapa tanaman hijau yang tampak tumbuh segar, Sugito menuturkan, niat baik yang ia awali dari langkah kecil nyatanya menarik perhatian warga di Jalan Nanas.

Pelan namun bertahap, mulanya ilmu seputar tanaman hidroponik ia bagikan kepada warga sekitar. 

Di tengah penerapan niat baik tersebut, gayung Sugito bersambut dengan hadirnya pelatihan seputar tanaman dari Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) di Jakarta Timur.

Selepas pelatihan, muncullah perlombaan terkait penerapan hasil pelatihan tersebut, dan Jalan Nanas berhasil tampil sebagai pemenang.

"Ibaratnya, kami sudah cuti start duluan. Ketika yang lain baru mulai menanam, kami sudah lebih dulu menerapkannya. Jadi artinya yang lain masih pada kurang bagus, saya sudah bagus," kelakar Sugito sembari tertawa.

Langkah kecil menghijaukan bumi dari gang

Saya Menyusuri Gang Hijau Srengseng, Secuail Oase di Tengah Padatnya Kota Jakarta, Langkah kecil menghijaukan bumi dari gang, Tak lupa apresiasi , Pentingnya kesadaran masyarakat, Mendulang cuan dari olahan tanaman

Ketua RT 03/07 Srengseng, Rafael Sugito di depan tanaman obat Gang Hijau, Jumat (13/3/2026).

Sugito percaya bahwa dampak besar pada masa depan bisa dimulai dari langkah kecil yang dilakukan hari ini.

Berawal dari inisiatifnya menghijaukan kawasan gang, berujung diberi kepecayaan untuk merealisasikan Gang Hijau.

"Dari Suku Dinas KPKP Jakarta Barat, dapat tanaman, pupuk, ada 100 tanaman. Di sini warga saya libatkan," ujar Sugito.

Sebagai ketua RT, Sugito menyediakan media tanam untuk menanam 100 tanaman. Ia melibatkan semua warga, mulai dari anak-anak, ibu-ibu, hingga bapak-bapak di RT 03.

Tidak hanya sekadar menanam pohon semata, Sugito membagi warganya ke dalam beberapa kelompok supaya tanaman yang dibagikan tersebut bisa dirawat dan dijaga dengan penuh tanggungjawab, 

Setiap kelompok nantinya akan diberi kepercayaan untuk merawat tanaman yang sudah dibagikan. 

Supaya koordinasi lebih mudah, setiap kelompok dikepalai oleh seorang warga yang bertugas memimpin anggotanya untuk proses penghijauan gang.

"Setiap kelompok saya bagikan tanamannya, mereka diminta untuk merawatnya dengan baik. Kalau tanaman tersebut tidak dirawat dengan baik, maka akan saya tarik lagi tanamannya," tutur Sugito.

Tak lupa apresiasi 

Saya Menyusuri Gang Hijau Srengseng, Secuail Oase di Tengah Padatnya Kota Jakarta, Langkah kecil menghijaukan bumi dari gang, Tak lupa apresiasi , Pentingnya kesadaran masyarakat, Mendulang cuan dari olahan tanaman

Tanaman hidroponik di Gang Hijau Jalan Nanas, RT 03/07 Srengseng, Jakarta Barat, Selasa (14/10/2025).

Kata Sugito, memang tidak mudah untuk memulai inisiasi penghijauan, namun hal ini berbeda jika semua warga punya kesadaran dan inisiatif untuk merawat tanaman supaya tetap lestari.

Oleh Sugito, kesadaran akan kepedulian lingkungan ini dimulai dari pelibatan semua warga, tanpa melewatkan apresiasi.

acara tertentu, saya beri hadiah bagi yang aktif dan peduli dengan tanaman kelompoknya. Hadiahnya seperti alat-alat elektronik," ujra Sugito.

Dari sekitar 60 rumah yang menghuni kawasan RT 03 Srengseng, kata Sugito, semua warga berperan aktif untuk menjaga supaya tanaman tetap terawat.

"Awalnya tidak saya beri tahu kalau ada hadiahnya, jadi bisa melihat siapa yang peduli sama tanaman," tutur Sugito.

Mesipun demikian, lanjutnya, semua warganya menjaga tanaman dengan penuh kesadaran. Alhasil, tanaman yang berjajar di antara gang sempit tersebut masih tumbuh dan terawat sampai sekarang.

Pentingnya kesadaran masyarakat

Sugito menuturkan, sejak Jalan Nanas mulai dihijaukan pada 2012, ia mengaku tidak menghadapi kendala dari sisi masyarakat, maupun perawatan tanaman.

Sebab, katanya, dalam realisasi Gang Hijau ini, ia melibatkan semua warga. Dengan begitu, semua pihak punya tanggung jawab dengan tanaman yang ada di sepanjang gang.

"Kalau tidak dilibatkan, berarti anak-anak sambil jalan bisa nyerobot-nyerobot tanaman. Tapi di sini aman karena semua saya dilibatkan, jadi merasa memiliki," tutur Sugito.

Cara Sugito untuk mendekatkan antarwarganya cukup unik, yaitu merayakan setiap ulangtahun warga dengan berkumpul di sebuah teras terbuka yang mereka sebut "markas".

Saya Menyusuri Gang Hijau Srengseng, Secuail Oase di Tengah Padatnya Kota Jakarta, Langkah kecil menghijaukan bumi dari gang, Tak lupa apresiasi , Pentingnya kesadaran masyarakat, Mendulang cuan dari olahan tanaman

Suasana teduh Gang Hijau di Jalan Nanas RT 03/07 Srengseng, Jakarta Barat, Jumat (13/3/2026).

Ia melanjutkan, kedekatan emosional antarwarga ini lah yang menjadi kunci utama lahirnya kesadaran untuk menjaga lingkungan sekitar.

"Tantangannya justru datang dari pihak luar gang, kadang ada warga yang tiba-tiba melapor bahwa tanaman mereka diambil, atau dipotek sembarangan oleh warga luar," tuturnya.

Meskipun begitu, Sugito menuturkan, tidak jarang pula ada warga yang datang ke Gang Hijau Jalan Nanas hanya untuk mencari tanaman obat.

"Pernah ada yang ke sini buat belajar, bahkan ada yang dari Papua. Saya juga bingung mereka tahu Gang ini darimana," ujar Sugito sembari tertawa.

Mendulang cuan dari olahan tanaman

Lebih dari sekadar hiasan dan obat-obatan, tanaman yang menghijaui kawasan Gang Hijau Jalan Nanas juga disulap oleh tangan-tangan kreatif warga menjadi produk bernilai.

"Kami bikin keripik daun kelor, ada juga jamu dan selai," ujar Sekretaris Gang Hijau, Yustina Suwartiningsih kepada Kompas.com, Jumat.

Siang itu sembari menyisi gang, Yustina bercerita bahwa produk dari olahan tanaman tersebut dibuat oleh ibu-ibu warga Gang Hijau.

Produk rumahan ini, katanya, dikemas lalu dipasarkan secara daring, yang akhirnya mendatangkan pemasukan untuk warga setempat.

Saya Menyusuri Gang Hijau Srengseng, Secuail Oase di Tengah Padatnya Kota Jakarta, Langkah kecil menghijaukan bumi dari gang, Tak lupa apresiasi , Pentingnya kesadaran masyarakat, Mendulang cuan dari olahan tanaman

Minuman jahe, salah satu produk olahan dari Gang Hijau Jalan Nanas RT 03/07, Srengseng, Jakarta Barat, Selasa (14/10/2026).

Hasil dari penjualan produk tersebut, lanjut Yustina, dikumpulkan ke dalam tabungan kas, yang kemudian mampu untuk mengajak ibu-ibu di Gang Hijau berekreasi.

"Produk-produk itulah akhirnya uang kas kami mampu untuk ngajak kami rekreasi ke Yogyakarta. Tidak disangka juga, kok bisa? Padahal usahanya sedikit-sedikit, tapi akhirnya lama-lama jadi gunung," ujar Yustina.

Yustina dan Sugito mengamini, bahwa inisiatif penghijauan bisa dimulai dari skala kecil, misalnya dari penghijauan gang sempit di tengah kepadatan Kota Jakarta.

"Seharusnya metode ini bisa diterapkan dalam skala lebih besar. Asal ada kekompakkan, rasa memiliki, dan peduli," ujar Yustina.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang