Bersihkan Rumah yang Lama Kosong, Warga Sleman Justru Temukan Kerangka Manusia

Seorang warga, SRS (60), menemukan kerangka manusia di rumahnya yang terletak di Nogotirto, Gamping, Kabupaten Sleman pada Selasa (3/2/2025).
SRS menemukan kerangka manusia tersebut tergeletak di depan kamar tidur di rumahnya yang sudah dibiarkan kosong lama.
Menurut penuturannya, ia mengaku datang ke rumah tersebut bersama anaknya dengan niat untuk membersihkan rumah yang sudah lama tidak dihuni.
Pihak Polresta Sleman saat ini tengah melakukan pemeriksaan odontologi forensik dan DNA untuk mengungkap identitas korban.
Kronologi penemuan kerangka manusia di Sleman
Kepala Seksi Humas Polresta Sleman, AKP Salamun mengungkapkan, penemuan kerangka manusia tersebut bermula ketika pemilik rumah, SRS bersama anaknya, FS (21) mendatangi rumah di sebuah perumahan di Nogotirto yang telah lama tidak ditempati dengan niat untuk membersihkannya.
Keduanya datang pada Selasa (3/2/2025) sore sekitar pukul 15.30 WIB.
Sesampainya di lokasi, mereka kemudian membuka pintu dan langsung masuk ke dalam rumah.
"Setelah pintu rumah berhasil dibuka, pelapor mendapati kondisi rumah tidak berpenghuni dalam waktu lama. Dan menemukan sebuah sepeda motor dan helm dalam keadaan berdebu," ujar Salamun, Kamis (5/2/2026).
Karena curiga ada helm dan sepeda motor, keduanya kemudian melapor ke ketua RT setempat, yaitu HA (71) dan seorang saksi lainnya, SI (28).
Tujuannya agar mereka bersama-sama mengecek kondisi di dalam rumah.
"Saat dilakukan pengecekan di lantai atas rumah, para saksi menemukan kerangka manusia di depan pintu kamar tidur," katanya.
Lapor ke polisi
SRS dan warga kemudian melaporkan temuan tersebut ke polisi.
Petugas Polsek Gamping bersama piket fungsi dan Tim Inafis Polresta Sleman segera mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan dan olah tempat kejadian perkara atau TKP di hari yang sama.
Setelah diperiksa, kerangka lalu dievakuasi ke RS Bhayangkara.
"Saat ini, identitas korban masih dalam proses identifikasi forensik oleh pihak RS Bhayangkara melalui pemeriksaan odontologi forensik dan DNA. Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tulang belulang yang diperiksa," ujar dia.
Polresta Sleman melakukan pendalaman dan penyelidikan dengan memeriksa saksi-saksi serta berkoordinasi dengan pihak rumah sakit untuk memastikan identitas dan penyebab kematian korban.
Pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan tidak berspekulasi.
"Percayakan sepenuhnya proses penanganan perkara ini kepada pihak kepolisian," pungkas Salamun.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang