Teka-teki Kasus Andrie Yunus Disiram Air Keras, OTK Bermotor Pelat D Pantau Asrama
Kasus penyiraman air keras yang menimpa Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, menyisakan teka-teki.
Insiden tersebut terjadi di kawasan Salemba, Jakarta Pusat, pada Kamis (12/3/2026) malam.
Sebelum kejadian, aktivitas Andrie disebut sempat dipantau oleh orang tak dikenal (OTK).
Aksi penyiraman air keras dilakukan oleh dua orang yang datang berboncengan menggunakan satu sepeda motor Honda Beat keluaran sekitar 2016 hingga 2021.
Akibat serangan tersebut, Andrie mengalami luka bakar sekitar 24 persen pada tubuhnya. Saat ini ia masih menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).
"Pelaku merupakan dua orang laki-laki yang melakukan operasinya dengan menggunakan satu motor, masing-masing berperan menjadi pengemudi dan penumpang," ujar Koordinator Badan Pekerja KontraS, Dimas Bagus Arya, dikutip dari , Jumat (13/3/2026).
Teka-teki Pelaku Penyiraman Air Keras Andrie Yunus
Sejumlah informasi yang muncul setelah kejadian mengungkap kemungkinan adanya pemantauan terhadap Andrie sebelum insiden terjadi.
Dimas menyampaikan bahwa rumah keluarga Andrie di Sukabumi, Jawa Barat, sempat didatangi orang tidak dikenal pada 16 Januari 2026.
Informasi tersebut diperoleh dari ayah Andrie. Kedatangan orang tersebut diduga untuk mencari informasi terkait Andrie.
Dimas menilai, kejadian itu kemungkinan berkaitan dengan aktivitas Andrie sebagai badan pekerja sekaligus pembela hak asasi manusia (HAM) di KontraS.
"Tadi saya berkomunikasi sama ayahnya Andrie, sekitar bulan Januari ada orang tidak dikenal yang mendatangi rumah Andrie di daerah Sukabumi, Jawa Barat," ujarnya dikutip dari , Jumat.
"Mencari tahu soal keluarganya Andrie. Dan ini juga bagian dari cerita yang baru saja disampaikan oleh orangtuanya Andrie," jelasnya.
Selain itu, orang tak dikenal juga dilaporkan sempat terlihat di sekitar asrama KontraS di Jakarta Pusat beberapa hari sebelum kejadian.
Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Muhammad Isnur mengatakan, orang tersebut datang menggunakan kendaraan dengan pelat nomor D.
"Jadi tiga hari ini ada orang datang ke asrama KontraS memantau, dia di depan pintu asrama KontraS," jelas Isnur.
"Ketika didatangi dia pergi. Itu beberapa saksi melihat ada orang asing di sekitar mess KontraS tiga hari sebelum kejadian," tambahnya.
Berdasarkan keterangan saksi, orang tersebut bukan merupakan warga di sekitar lokasi asrama.
Isnur juga menyebut terdapat sejumlah bukti yang menunjukkan bahwa aktivitas Andrie telah dipantau di beberapa lokasi.
"Kemarin seharian dari (Kantor) Celios, dari YLBHI sudah diikuti. Orang-orangnya jelas, semua terekam CCTV," kata Isnur dikutip dari , Jumat.
Ciri-ciri Pelaku Penyiraman Air Keras
Dimas juga menjelaskan ciri dua orang yang diduga terlibat dalam aksi penyiraman tersebut.
Menurutnya, kedua pelaku datang menggunakan satu sepeda motor dengan peran berbeda sebagai pengendara dan penumpang.
Pengendara disebut mengenakan kaus kombinasi putih dan biru, celana berwarna gelap yang diduga berbahan jeans, serta helm hitam.
Sementara penumpang di belakang menggunakan penutup wajah atau masker menyerupai buff berwarna hitam yang menutupi sebagian wajah.
Ia juga mengenakan kaus biru tua serta celana panjang biru yang dilipat hingga pendek dan diduga berbahan jeans.
Salah satu pelaku kemudian menyiramkan cairan yang diduga air keras hingga mengenai tubuh korban.
Setelah kejadian, Andrie segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis darurat karena mengalami luka bakar di beberapa bagian tubuh, termasuk tangan kanan dan kiri, wajah, serta dada.
"Terutama pada bagian mata yang terkena cairan tersebut," jelas Dimas dikutip dari , Jumat.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang