RMHC Hadirkan Rumah Singgah Kemanggisan untuk Keluarga Pasien Anak
Yayasan Ronald McDonald House Charities (Yayasan RMHC) meluncurkan rumah singgah keempat mereka yang berlokasi di Kemanggisan, Jakarta Barat.
Rumah singgah ini ditujukan bagi keluarga pasien anak yang tengah menjalani pengobatan jangka panjang, terutama anak dengan penyakit kronis dan kritis.
Ketua Yayasan RMHC Caroline Djajadiningrat mengatakan, kehadiran rumah singgah ini dilandasi oleh pemahaman bahwa proses penyembuhan anak tidak hanya bergantung pada pengobatan medis.
“Penyembuhan itu tidak melulu hanya dari pengobatan. Dukungan psikososial dan emosional juga penting, dan keluarga menjadi salah satu support system untuk membantu proses penyembuhan anak,” ujar Caroline saat Media Briefing di Rumah Singgah Kemanggisan, Jakarta Barat, Selasa (10/2/2026).
Syarat Tinggal di Rumah Singgah
Rumah Singgah Kemanggisan bekerja sama dengan tiga rumah sakit rujukan di Jakarta, yakni RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, RSAB Harapan Kita, serta RS Kanker Dharmais.
Caroline menegaskan, seluruh layanan di rumah singgah diberikan secara gratis. Namun, tidak semua keluarga pasien dapat otomatis tinggal di rumah singgah tersebut.
RMHC menerapkan sejumlah persyaratan yang ditetapkan bersama rumah sakit rujukan untuk memastikan fasilitas ini diberikan kepada keluarga yang paling membutuhkan.
Salah satu syarat utama adalah jarak tempat tinggal keluarga pasien minimal 25 kilometer dari rumah sakit rujukan.
Kamar di rumah singgah RMHC Kemanggisan, Jakarta Barat.
Selain itu, anak yang didampingi harus tengah menjalani pengobatan penyakit kronis atau kritis dan memiliki surat rujukan resmi dari pihak rumah sakit.
“Semakin jauh jarak rumah mereka dari rumah sakit, justru semakin memenuhi kriteria. Karena itu menunjukkan bahwa keluarga memang membutuhkan tempat tinggal selama proses pengobatan,” kata Caroline.
Dalam satu kamar, rumah singgah memperbolehkan maksimal dua orang dewasa dan satu saudara kandung pasien anak untuk tinggal bersama.
Aturan ini diterapkan agar keluarga inti tetap dapat mendampingi anak selama menjalani pengobatan, sekaligus menjaga kenyamanan seluruh penghuni rumah singgah.
Mayoritas Pasien Berasal dari Luar Kota
Sejalan dengan hal tersebut, Ketua Kelompok Kerja Kardiologi Pediatrik dan Penyakit Jantung Bawaan, dr. Oktavia Lilyasari, Sp.JP(K) mengungkapkan, sekitar 90 persen keluarga pasien yang menjalani pengobatan anak di rumah sakit rujukan Jakarta berasal dari luar kota.
Kondisi ini membuat banyak keluarga harus tinggal cukup lama di Jakarta selama proses diagnosis hingga pengobatan berlangsung.
Keterbatasan biaya menjadi tantangan utama bagi banyak keluarga pasien. Tidak sedikit orangtua yang datang dari daerah dengan kondisi ekonomi terbatas dan harus memikirkan biaya hidup selama berbulan-bulan di Jakarta.
Banyak Keluarga Terpaksa Tidur di Selasar RS
Lebih dari itu, dr. Oktavia menjelaskan bahwa kebutuhan rumah singgah tidak terlepas dari lamanya proses pengobatan penyakit kronis pada anak, khususnya penyakit jantung bawaan.
Ia mengatakan, hanya untuk proses diagnosis saja, pasien anak bisa membutuhkan waktu sekitar satu bulan.
Sementara penanganan lanjutan dan kontrol bisa membuat keluarga harus menetap di Jakarta hingga dua bulan atau lebih.
“Selama proses itu, orangtua harus mendampingi anak dan tinggal di Jakarta. Masalahnya, banyak dari mereka tidak punya cukup biaya untuk menyewa tempat tinggal,” ujar dr. Oktavia.
Ia menuturkan, tanpa dukungan rumah singgah, sebagian keluarga pasien terpaksa bermalam di selasar rumah sakit atau tempat ibadah selama mendampingi anak menjalani pengobatan.
Fasilitas Lengkap dan Lingkungan Ramah Anak
Dapur bersama di rumah singgah RMHC Kemanggisan, Jakarta Barat.
Dengan kapasitas 66 kamar, rumah singgah Kemanggisan menjadi rumah singgah terbesar yang dikelola RMHC di Indonesia saat ini.
Untuk mendukung kenyamanan keluarga pasien, Rumah Singgah Kemanggisan dilengkapi berbagai fasilitas penunjang.
Fasilitas tersebut meliputi kamar tidur keluarga, dapur dan ruang makan bersama, ruang ibadah, taman, ruang baca, laundry room, hingga ruang bermain anak.
Salah satu fasilitas yang menjadi ciri khas rumah singgah RMHC Kemanggisan adalah magic room, yakni ruang khusus tempat anak-anak yang baru pertama kali datang dapat memilih satu hadiah.
“Anak-anak itu punya psikis juga. Kami ingin saat mereka masuk ke rumah singgah, mereka bisa mengawali dengan senyum. Hati yang bahagia diharapkan bisa membantu proses penyembuhan mereka,” tutur Caroline.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang