Top 7+ Keuntungan Menjadi Jomblo untuk Kesehatan Menurut Riset
Banyak orang menganggap memiliki pasangan sebagai kunci kebahagiaan. Tidak jarang pula seseorang merasa tertekan ketika masih melajang atau disebut jomblo.
Padahal, beberapa penelitian menunjukkan bahwa menjadi jomblo juga memiliki sejumlah manfaat bagi kesehatan fisik maupun mental.
Dalam beberapa situasi, hidup tanpa pasangan bahkan bisa memberi kesempatan seseorang untuk lebih fokus pada diri sendiri.
Pakar hubungan dan kesehatan seksual, Jess O’Reilly atau yang dikenal sebagai Dr. Jess mengatakan, kondisi terbaik sebenarnya bergantung pada situasi masing-masing individu.
“Saya tidak percaya bahwa menjadi lajang selalu lebih sehat, sama seperti berada dalam hubungan juga tidak selalu lebih sehat. Yang sehat untuk seseorang bergantung pada situasi uniknya,” kata Dr. Jess, seperti disadur Your Tango, Jumat (13/3/2026)
6 Keuntungan menjadi jomblo
1. Lebih aktif bergerak dan berolahraga
Salah satu manfaat yang jarang disadari dari menjadi jomblo adalah seseorang cenderung lebih aktif bergerak.
Menurut Dr. Jess, penelitian terhadap 13.000 orang dewasa di Amerika Serikat menunjukkan bahwa mereka yang belum pernah menikah cenderung lebih sering berolahraga dibandingkan kelompok lain, termasuk yang sudah menikah atau pernah bercerai.
“Sebuah studi terhadap 13.000 warga Amerika berusia 18 hingga 64 tahun menemukan bahwa mereka yang belum pernah menikah lebih banyak berolahraga daripada semua kategori hubungan lainnya,” ujar Dr. Jess.
Dalam terjemahan bebas, penelitian tersebut menunjukkan bahwa orang yang belum pernah menikah lebih banyak melakukan aktivitas fisik dibandingkan kelompok status hubungan lainnya.
Aktivitas fisik yang lebih rutin dapat memberikan berbagai manfaat kesehatan, seperti meningkatkan suasana hati, menjaga kesehatan jantung, meningkatkan energi, serta membantu kualitas tidur yang lebih baik.
2. Lebih fokus merawat diri sendiri
Menjadi jomblo juga dapat memberi kesempatan seseorang untuk lebih fokus pada kesehatan dan perawatan diri.
Dr. Jess menjelaskan, beberapa penelitian menunjukkan perempuan yang selalu lajang memiliki kondisi kesehatan yang setara bahkan lebih baik dibandingkan perempuan yang sudah menikah dalam beberapa indikator kesehatan.
Penelitian tersebut menilai berbagai aspek kesehatan, seperti kondisi kesehatan secara keseluruhan, penyakit kronis, jumlah hari sakit, hingga frekuensi kunjungan ke dokter.
Dalam beberapa kasus, perempuan yang tetap lajang bahkan menunjukkan hasil yang lebih baik pada sejumlah indikator tersebut.
3. Memiliki jaringan sosial yang lebih luas
Orang yang masih lajang juga cenderung memiliki hubungan sosial yang lebih luas.
Dr. Jess mengatakan, sebagian ahli percaya orang lajang sering kali lebih aktif membangun jaringan sosial dibandingkan mereka yang sudah menikah.
“Beberapa ahli menyebutkan bahwa orang lajang mungkin lebih tangguh dan membangun jaringan sosial yang lebih kuat karena mereka mencari lebih banyak kesempatan untuk bersosialisasi,” ungkap Dr. Jess.
Ketika seseorang memiliki banyak teman dan hubungan sosial yang sehat, mereka juga berpotensi mendapatkan dukungan emosional yang lebih luas.
Hubungan sosial yang kuat juga dikenal berperan penting dalam menjaga kesehatan mental.
4. Cenderung memilih pola makan yang lebih sehat
Menjadi jomblo juga dapat memengaruhi pola makan seseorang. Pelatih kencan dan pakar hubungan Laurel House mengatakan, hubungan yang tidak sehat atau penuh konflik dapat memicu kebiasaan makan yang buruk.
“Hubungan yang tidak sehat dan tidak bahagia dapat memicu berbagai kebiasaan yang merugikan, termasuk makan berlebihan untuk mencari kenyamanan,” kata House.
Sebaliknya, orang yang hidup sendiri sering kali memiliki kontrol lebih besar terhadap pola makan mereka.
Hal ini memungkinkan seseorang memilih makanan yang lebih sehat tanpa dipengaruhi oleh kebiasaan pasangan.
5. Persahabatan cenderung bertahan lebih lama
Ketika seseorang menjalin hubungan romantis atau menikah, fokus perhatian biasanya lebih banyak tertuju pada pasangan dan keluarga.
Akibatnya, beberapa hubungan pertemanan bisa menjadi renggang, karena waktu yang terbatas.
Sebaliknya, orang yang masih lajang cenderung lebih aktif menjaga hubungan pertemanan.
Mereka memiliki lebih banyak waktu untuk berkumpul, berkomunikasi, dan menjaga hubungan dengan teman-teman dekat.
Persahabatan yang kuat dapat memberikan dukungan emosional yang penting dan membantu seseorang menghadapi berbagai tantangan hidup.
6. Lebih mandiri dan mengenal diri sendiri
Manfaat penting lainnya dari menjadi jomblo adalah kesempatan untuk belajar mandiri. Hidup sendiri membuat seseorang belajar mengurus berbagai aspek kehidupan tanpa bergantung pada orang lain.
Situasi ini juga memberi ruang untuk mengenal diri sendiri lebih dalam, termasuk memahami kebutuhan emosional, tujuan hidup, serta nilai-nilai pribadi.
Kemampuan menikmati waktu sendiri juga merupakan keterampilan penting dalam kehidupan.
Ketika seseorang mampu merasa nyaman dengan dirinya sendiri, mereka cenderung memiliki fondasi emosional yang lebih kuat dalam menjalani hubungan di masa depan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang