Asal-usul 11 November Jadi Hari Jomblo Sedunia

Jomblo, 11 November, Hari Jomblo Sedunia, hari jomblo sedunia, sejarah hari jomblo sedunia, asal-usul hari jomblo sedunia, Asal-usul 11 November Jadi Hari Jomblo Sedunia

Tanggal 11 November di seluruh dunia dikenal sebagai Single Day atau Hari Jomblo Sedunia.

Hari unik ini awalnya merupakan perayaan bagi para mahasiswa pria yang lajang di Universitas Nanjing, China pada 1990-an.

Kemudian, ide itu tersebar ke berbagai universitas hingga akhirnya berkembang ke berbagai belahan dunia dan dirayakan oleh pria maupun wanita.

Bahkan, Hari Jomblo ini telah berkembang menjadi momen berbelanja untuk menyenangkan diri sendiri.

Kenali selengkapnya kisah terciptanya hari unik ini, yang jatuh pada Selasa, 11 November 2025.

Asal-usul Hari Jomblo Sedunia

Dikutip dari Days of The Year, sejarah Hari Jomblo Sedunia berasal dari China pada awal tahun 1990-an.

Saat itu, sejumlah mahasiswa pria di Universitas Nanjing memilih tanggal 11 November (11/11) untuk merayakan status lajang mereka.

Pemilihan tanggal tersebut memiliki makna simbolik, empat angka satu yang sejajar melambangkan individu-individu tunggal yang berdiri berdampingan.

Awalnya, hari ini dikenal sebagai “Hari Bujangan” (Bachelor’s Day) karena diinisiasi oleh empat mahasiswa laki-laki yang ingin merayakan kebanggaan menjadi lajang.

Tradisi ini kemudian menyebar ke berbagai universitas lain di Tiongkok dan akhirnya menjadi bagian dari budaya populer.

Hari Jomblo Sedunia kemudian berkembang menjadi ajang sosial di mana pria dan wanita bertemu, berpesta, dan merayakan kebebasan hidup sendiri.

Namun, pada tahun 2009, raksasa e-commerce Alibaba mengubah perayaan tersebut menjadi festival belanja tahunan, dengan slogan mendorong masyarakat untuk “memberi hadiah untuk diri sendiri.”

Transformasi Hari Jomblo Sedunia: dari lingkungan kampus ke dunia

Jomblo, 11 November, Hari Jomblo Sedunia, hari jomblo sedunia, sejarah hari jomblo sedunia, asal-usul hari jomblo sedunia, Asal-usul 11 November Jadi Hari Jomblo Sedunia

Ilustrasi Hari Jomblo Sedunia 2025, Ini Sejarahnya

Seiring dengan perkembangan popularitasnya, perayaan 11 November ini mengalami transformasi besar.

Pada 2017, Alibaba Group mencetak rekor penjualan senilai 25,3 miliar dollar AS hanya dalam 24 jam, melampaui rekor sebelumnya sebesar 17,6 miliar dollar AS pada 2016.

Nilai tersebut bahkan empat kali lipat dari total penjualan Black Friday dan Cyber Monday di Amerika Serikat.

Menurut laporan Forbes.com, perayaan 11 November melibatkan lebih dari 15 juta produk dari 140.000 merek, termasuk 60.000 merek internasional yang memberikan diskon besar di platform Tmall, anak perusahaan Alibaba.

Jumlah itu meningkat dari 100.000 merek pada tahun sebelumnya.

Alibaba juga memperluas inovasi dengan meluncurkan JD.com, situs ritel mewah baru, serta membuka gudang otomatis pertama yang dikelola robot untuk menangani lonjakan pesanan selama periode belanja masif tersebut.

Kini, Hari Jomblo Sedunia tidak hanya dirayakan di China, tetapi juga di berbagai negara seperti India, Amerika Serikat, hingga Eropa dan Asia Tenggara.

Di banyak tempat, peritel internasional juga turut memanfaatkan momentum ini dengan menawarkan promo dan potongan harga besar-besaran.

Keunikan dan makna Hari Jomblo

Beberapa hal membuat Hari Jomblo Sedunia berbeda dari ajang belanja lainnya.

Dikutip dari Economic Times, hal unik pertama, perayaan ini banyak mengandalkan media sosial dan live streaming, terutama di China, di mana para influencer dan selebritas mempromosikan produk secara langsung dan interaktif.

Kedua, promosi Hari Jomblo Sedunia dimulai lebih awal dibandingkan dengan festival belanja lain.

merek besar biasanya membuka pra-penjualan dan promo sejak akhir Oktober untuk membangun antusiasme konsumen menjelang 11 November.

Selain itu, tema “self-gifting” atau memberi hadiah untuk diri sendiri menjadi pesan utama dari Hari Jomblo.

Tradisi ini menekankan pentingnya menghargai diri sendiri, memanjakan diri, dan merayakan kebahagiaan pribadi tanpa bergantung pada orang lain.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.