Top 8+ Kebiasaan yang Diam-diam Mengganggu Kesehatan Otak Menurut Neuropsikolog

8 Kebiasaan yang Diam-diam Mengganggu Kesehatan Otak Menurut Neuropsikolog, 1. Melakukan banyak pekerjaan sekaligus, 2. Mengorbankan waktu tidur, 3. Sering melewatkan sarapan, 4. Scrolling gawai tanpa tujuan sebelum tidur, 5. Daftar tugas yang terlalu panjang, 6. Mengabaikan hubungan sosial, 7. Mengabaikan kolesterol jahat, 8. Kurang bergerak secara aktif

 Otak adalah aset paling berharga, tetapi rutinitas harian tanpa disadari sering merusaknya.

Menatap gawai terus-menerus hingga melewatkan sarapan dapat menurunkan kejernihan mentalmu.

Pakar menyebut bahwa modifikasi gaya hidup dapat membantu memperbaiki fokus sekaligus menjaga kemampuan kognitif jangka panjang, seperti disadur Real Simple, Minggu (7/6/2026).

Kebiasaan yang mengganggu kesehatan otak

1. Melakukan banyak pekerjaan sekaligus

Neuropsikolog Direktur Comprehend the Mind, Sanam Hafeez, PhD, menuturkan, melakukan banyak tugas sekaligus mungkin terasa seperti kamu menyelesaikan banyak hal.

Kendati demikian, hal tersebut sebenarnya memperlambatmu dan menguras otakmu.

“Setiap kali kamu beralih dari satu tugas ke tugas lainnya, pikiranmu harus mengatur ulang, dan peralihan itu membutuhkan energi," ucap dia.

Alih-alih menjadi lebih efisien, kamu justru menghabiskan sumber daya mental dan membuat kesalahan di sepanjang prosesnya. Oleh karena itu, terapkan jeda singkat setelah bekerja 25 menit.

2. Mengorbankan waktu tidur

Neuropsikolog dan Direktur Psikologi di Gaylord Specialty Healthcare, Sarah Bullard, PhD, mengatakan, tidur sangatlah penting karena membersihkan racun, memperkuat memori, dan memulihkan fungsi otak.

"Dan ini bukan sekadar tentang jam tidur. Kondisi seperti apnea tidur, yang mengganggu aliran oksigen selama tidur, sangat terkait dengan kerusakan pembuluh darah dan peningkatan risiko demensia," ujar dia.

8 Kebiasaan yang Diam-diam Mengganggu Kesehatan Otak Menurut Neuropsikolog, 1. Melakukan banyak pekerjaan sekaligus, 2. Mengorbankan waktu tidur, 3. Sering melewatkan sarapan, 4. Scrolling gawai tanpa tujuan sebelum tidur, 5. Daftar tugas yang terlalu panjang, 6. Mengabaikan hubungan sosial, 7. Mengabaikan kolesterol jahat, 8. Kurang bergerak secara aktif

Ilustrasi begadang. Begadang bukan cuma bikin lelah?bisa juga merusak otak, terutama pada kaum terpelajar.

"Jika kamu mendengkur keras, bangun dalam keadaan pusing, atau merasa lelah meskipun sudah ‘tidur’, hal itu patut diperiksakan," imbau Bullard.

Seorang dokter pengobatan integratif bersertifikat dan pendiri VYVE Wellness, Will Haas, MD, MBA, menambahkan, seiring berjalannya waktu, utang tidur tersebut mengurangi kemampuan otak untuk membersihkan limbah metabolik seperti amiloid-beta.

"Ini telah dikaitkan dengan penurunan kognitif dan penyakit Alzheimer," terang dr. Haas.

3. Sering melewatkan sarapan

Hafeez menerangkan, melewatkan sarapan dapat menyebabkan konsentrasi yang buruk, mudah marah, dan kurangnya motivasi seiring berjalannya hari. Sebaiknya, konsumsi makanan berprotein dan serat untuk menstabilkan gula darah.

4. Scrolling gawai tanpa tujuan sebelum tidur

"Selama tidur nyenyak tanpa rapid eye movement (REM) dan tidur dengan REM, otak mengambil informasi dari hari sebelumnya dan menstabilkannya menjadi memori jangka panjang," ujar neurosaintis dan pendiri Manifest Wellness, Jamey Maniscalco, PhD.

Ia melanjutkan, proses tersebut membantu memperkuat otak untuk mempelajari informasi baru, memechakan masalah, dan mengembangkan keterampilan.

Alih-alih scrolling gawai, redupkan lampu dan lakukan peregangan ringan, menulis jurnal, latihan pernapasan, percakapan tenang dengan pasangan kamu, atau refleksi rasa syukur.

"Bahkan, 10 menit waktu tenang sebelum tidur dapat membantu memberi sinyal pada otak untuk beralih ke mode istirahat dan pemulihan, yang mendorong tidur yang efisien dan berdurasi lebih lama," lanjut Maniscalo.

5. Daftar tugas yang terlalu panjang

Ketika seseorang menulis daftar semua hal yang harus dilakukan dalam sehari tanpa prioritas yang jelas, mereka kerap merasa lebih stres.

“Penelitian menunjukkan, kita hanya dapat menyimpan sekitar tiga hingga lima item bermakna dalam memori kerja pada satu waktu tertentu," ungkap Maniscalco.

"Begitu kita melampaui itu, kita membebani korteks prefrontal, bagian otak yang bertanggung jawab atas perencanaan, fokus, dan pengambilan keputusan," sambung dia.

Jadi, tentukan tiga prioritas utama sebagai "jangkar", sedangkan hal lainnya menjadi opsional, didelegasikan kepada orang lain, atau ditunda.

"Pergeseran kecil dan kuat ini membantu otak beroperasi dengan lebih banyak kejernihan dan niat," ujar Maniscalo.

8 Kebiasaan yang Diam-diam Mengganggu Kesehatan Otak Menurut Neuropsikolog, 1. Melakukan banyak pekerjaan sekaligus, 2. Mengorbankan waktu tidur, 3. Sering melewatkan sarapan, 4. Scrolling gawai tanpa tujuan sebelum tidur, 5. Daftar tugas yang terlalu panjang, 6. Mengabaikan hubungan sosial, 7. Mengabaikan kolesterol jahat, 8. Kurang bergerak secara aktif

Ilustrasi nongkrong santai

6. Mengabaikan hubungan sosial

Hafeez menjelaskan, terhubung dengan orang-orang, bahkan hanya berbicara dengan teman atau anggota keluarga, memberikan rangsangan yang dibutuhkan oleh otak untuk tetap sehat.

Tanpa interaksi, otak bisa mulai terasa lamban dan terputus. Kamu akan menyadari betapa dirimu bisa jauh lebih sadar dan berpikir dengan jernih, ketika kamu meluangkan waktu untuk orang lain.

7. Mengabaikan kolesterol jahat

“Jika kadar kolesterol jahatmu lebih dari 70 miligram per desiliter, atau lebih buruk lagi lebih dari 100, inilah saatnya untuk mengambil tindakan,” jelas Bullard.

“Beberapa dokter menganjurkan untuk menjaganya di bawah 70. Pemeriksaan fisik tahunan adalah kesempatan terbaik untuk membicarakan hal ini," lanjut dia.

8. Kurang bergerak secara aktif

Bullard menuturkan, aktif bergerak membantu mengurangi peradangan, mendukung pengendalian berat badan, mengatur tekanan darah dan gula darah, serta meningkatkan aliran darah ke otak.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang