Mengapa Orang Bisa Berselingkuh? Ini 5 Alasan Utamanya
Banyak orang menganggap perselingkuhan semata-mata disebabkan oleh sifat buruk atau keputusan impulsif.
Namn, terapis pasangan berbasis Los Angeles, Patrice Le Goy, PhD, LMFT menjelaskan, motif seseorang berselingkuh tidak selalu sederhana.
“Motivasinya bisa berlapis dan kompleks,” kata Le Goy, seperti dikutip SELF Magazine, Jumat (13/3/2026).
Meski demikian, memahami alasan seseorang berselingkuh bukan berarti membenarkan tindakan tersebut. Namun, pemahaman ini bisa membantu seseorang mendapatkan kejelasan dan memproses luka emosional yang muncul.
5 Alasan utama seseorang berselingkuh
1. Mencari validasi untuk meningkatkan ego
Salah satu alasan paling umum seseorang berselingkuh adalah keinginan untuk meningkatkan rasa percaya diri atau ego.
Sebagian orang merasa lebih dihargai ketika mendapatkan perhatian dari orang baru. Perasaan diinginkan atau dikagumi oleh orang lain dapat memberi dorongan emosional yang membuat mereka merasa lebih menarik dan berharga. Kondisi ini sering dialami oleh orang yang memiliki rasa percaya diri rendah.
Menurut Le Goy, kebutuhan akan validasi eksternal ini biasanya berakar pada pengalaman emosional sebelumnya.
“Mereka mencoba mengatasi masalah yang lebih dalam, seperti tidak mendapatkan cinta secara konsisten saat masa kecil,” ujar Le Goy.
Namun, dorongan ego dari perselingkuhan biasanya hanya bersifat sementara. Rasa percaya diri yang dibangun dari perhatian orang lain jarang bertahan lama dan tidak benar-benar menyelesaikan masalah emosional yang mendasarinya.
Ilustrasi pasangan
2. Tidak puas dalam hubungan
Seiring berjalannya waktu, hubungan jangka panjang dapat mengalami perubahan dalam dinamika keintiman. Perbedaan hasrat atau preferensi seksual terkadang menciptakan jarak emosional maupun fisik antara pasangan.
Psikoterapis Brianna Brunner, LCSW mengatakan, ketidakcocokan dalam kehidupan seksual dapat memicu seseorang mencari kepuasan di luar hubungan.
“Ketika kecocokan dalam kehidupan seksual tidak ada, seseorang mungkin mencari hal tersebut dari orang lain yang memiliki chemistry fisik dengannya,” kata Brunner.
Perselingkuhan kemudian terasa menarik karena memberikan sensasi baru yang mungkin sudah lama tidak dirasakan dalam hubungan utama.
Meski demikian, para ahli menekankan bahwa komunikasi terbuka mengenai kebutuhan seksual jauh lebih sehat dibanding mencari kepuasan melalui perselingkuhan.
3. Merasa diabaikan secara emosional
Tidak semua perselingkuhan berkaitan dengan seks. Dalam banyak kasus, seseorang berselingkuh karena merasa diabaikan secara emosional oleh pasangan.
Hubungan jangka panjang sering kali dihadapkan pada berbagai tanggung jawab seperti pekerjaan, mengurus anak, atau masalah keuangan. Kondisi tersebut dapat membuat hubungan terasa lebih rutin dan kurang romantis.
Ketika seseorang merasa tidak diperhatikan atau tidak lagi dihargai, perhatian dari orang lain dapat terasa sangat berarti.
Menurut terapis pasangan Theresa Herring, LMFT, budaya yang mengutamakan kepuasan instan juga dapat memperburuk situasi ini.
“Kita hidup dalam masyarakat yang sangat berfokus pada kepuasan instan, sehingga perselingkuhan bisa terlihat sebagai solusi cepat bagi masalah dalam kehidupan atau hubungan seseorang,” kata Herring.
4. Takut dengan kedekatan emosional
Bagi sebagian orang, perselingkuhan justru muncul karena ketakutan terhadap kedekatan emosional yang terlalu dalam.
Hubungan yang semakin serius dapat memunculkan rasa rentan, terutama bagi individu yang pernah mengalami luka emosional atau hubungan yang tidak sehat di masa lalu.
“Mereka mungkin berpikir, ‘Saya takut merasa terlalu dekat. Saya takut dengan apa arti hubungan ini,’” jelas Herring.
Dalam kondisi ini, perselingkuhan bisa menjadi bentuk sabotase diri. Dengan merusak hubungan terlebih dahulu, seseorang merasa bisa melindungi diri dari kemungkinan terluka di masa depan.
Artinya, perselingkuhan tidak selalu tentang keinginan terhadap orang lain, tetapi bisa menjadi cara menghindari kerentanan emosional dalam hubungan yang sebenarnya bermakna.
5. Mencari jalan keluar dari hubungan
Alasan lain yang cukup umum adalah keinginan untuk mengakhiri hubungan, tetapi tidak berani mengatakannya secara langsung.
Dalam situasi ini, perselingkuhan bisa menjadi cara tidak langsung untuk mengakhiri hubungan.
Alih-alih mengatakan secara jujur bahwa hubungan tidak lagi berjalan baik, seseorang mungkin membiarkan perselingkuhan memicu perpisahan.
Meski demikian, para ahli menilai cara ini tidak sehat dan dapat meninggalkan luka emosional yang lebih besar bagi pasangan.
Maka, komunikasi yang jujur tetap menjadi cara terbaik untuk menyelesaikan konflik atau mengakhiri hubungan secara dewasa.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang