105 Kasus Suspek Campak Dilaporkan di Kukar, Apa Langkah Dinkes?

suspek campak, Dinkes, 105 Kasus Suspek Campak Dilaporkan di Kukar, Apa Langkah Dinkes?

Dinas Kesehatan Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur, memperkuat edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya imunisasi anak setelah muncul laporan ratusan kasus suspek campak di wilayah tersebut.

Hingga pekan ke-8 tahun 2026 atau akhir Februari, tercatat 105 kasus suspek campak yang dilaporkan oleh fasilitas pelayanan kesehatan di berbagai kecamatan di Kukar.

Meskipun jumlahnya cukup banyak, seluruh kasus tersebut masih berstatus suspek karena belum melalui konfirmasi hasil pemeriksaan laboratorium.

Ketua Tim Surveilans Imunisasi dan Penanggulangan Kejadian Luar Biasa (SIPKLB) Dinkes Kukar, Hamdana Yunisar, mengatakan laporan tersebut dihimpun melalui sistem pemantauan penyakit menular.

"Sampai minggu ke-8 itu yang baru direkap ada 105 kasus, tapi ini masih suspek karena belum ada hasil laboratoriumnya," ujarnya, dikutip dari Tribun Kaltim, Jumat (13/3/2026).

Lantas, dari mana asalnya laporan angka campak di Kukar dan apa langkah Dinkes?

Kasus berasal dari laporan fasilitas kesehatan

Hamdana menjelaskan, pencatatan kasus dilakukan melalui laporan rutin dari berbagai fasilitas pelayanan kesehatan yang kemudian dihimpun oleh Dinas Kesehatan.

Data tersebut masuk melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) yang digunakan untuk memantau perkembangan penyakit menular di suatu wilayah.

Dari total 32 puskesmas yang ada di Kukar, sejumlah wilayah kerja tercatat melaporkan adanya kasus dengan gejala yang mengarah pada campak.

Dinkes dorong masyarakat lengkapi imunisasi anak

Seiring dengan laporan kasus tersebut, Dinas Kesehatan Kukar mengimbau masyarakat untuk memastikan anak mendapatkan imunisasi lengkap.

Imbauan ini secara khusus ditujukan kepada para orang tua dengan anak-anak berusia balita. 

Menurut Hamdana, campak termasuk penyakit menular yang sebenarnya dapat dicegah melalui imunisasi.

Ia menjelaskan bahwa rendahnya cakupan imunisasi di suatu wilayah dapat membuat kekebalan kelompok atau herd immunity tidak terbentuk secara optimal.

"Secara teori, salah satu penyebab munculnya campak adalah cakupan imunisasi yang rendah sehingga kekebalan kelompok di suatu wilayah tidak terbentuk dengan baik," jelasnya, dikutip dari Tribun Kaltim, Jumat. 

Karena itu, orang tua diminta tidak menunda pemberian imunisasi kepada anak.

Imunisasi dapat diperoleh melalui berbagai fasilitas pelayanan kesehatan seperti puskesmas maupun posyandu yang tersedia di wilayah Kukar.

"Campak ini sebenarnya bisa dicegah. Karena itu kami berharap orang tua yang memiliki bayi atau balita segera melengkapi imunisasinya dengan mendatangi fasilitas kesehatan terdekat," katanya.

Sebagian artikel ini telah tayang di TribunKaltim.co dengan judul 105 Kasus Suspek Campak Ditemukan di Kukar hingga Februari 2026, Samboja Tertinggi.

Sebagian artikel ini telah tayang di TribunKaltim.co dengan judul Dinkes Kukar Ingatkan Orang Tua Lengkapi Imunisasi Anak untuk Cegah Campak.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang