Fakta-fakta Kasus Freya JKT48 Laporkan Dugaan Manipulasi Foto AI Tak Senonoh
Kapten JKT48, Freya Jayawardana, melaporkan dugaan manipulasi foto menggunakan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) Grok ke Polres Metro Jakarta Selatan.
Laporan tersebut berkaitan dengan sejumlah unggahan di media sosial X yang diduga memanfaatkan fitur AI Grok untuk memanipulasi foto dirinya.
Polisi menyatakan telah menerima laporan tersebut dan menjadwalkan pemanggilan terhadap Freya untuk dimintai klarifikasi.
Berikut kronologi kasus dugaan manipulasi foto AI Grok yang dilaporkan Freya JKT48.
Dugaan manipulasi foto di media sosial
Kasus ini bermula dari unggahan di media sosial X yang diduga menggunakan teknologi AI Grok untuk memanipulasi foto Freya.
Sejumlah akun disebut meminta chatbot tersebut mengedit foto Freya sehingga terlihat mengenakan berbagai pakaian, seperti bikini, baju karyawan minimarket, hingga pakaian dalam.
Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Murodih mengatakan Freya merasa dirugikan atas kejadian tersebut.
"Atas kejadian ini korban merasa dirugikan ya, kemudian dia langsung melaporkan ke Polres Jakarta Selatan," kata Murodih kepada wartawan, dikutip dari , Rabu (11/3/2026).
Laporan dibuat pada 5 Februari 2026
Freya kemudian melaporkan dugaan penyalahgunaan teknologi AI tersebut ke Polres Metro Jakarta Selatan.
Laporan itu tercatat dengan nomor LP/B/519/II/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA tertanggal 5 Februari 2026.
Dalam laporannya, Freya menyebut dirinya dirugikan oleh sejumlah unggahan yang beredar di media sosial X.
Polisi jadwalkan klarifikasi
Polisi menyatakan telah mengirimkan undangan klarifikasi kepada pihak pelapor.
Rencananya, pemeriksaan terhadap Freya dijadwalkan berlangsung pada Kamis (12/3/2026).
"Undangan klarifikasi sudah disampaikan ke pihak pelapor. Rencana pemanggilan dijadwalkan pada Kamis, 12 Maret 2026," kata Murodih, dikutip dari , Rabu.
Ia menambahkan bahwa polisi akan terlebih dahulu meminta keterangan dari pelapor terkait laporan tersebut.
"Sementara kami baru mau minta keterangan ya, klarifikasi dari si pelapor dulu besok," ujarnya.
Kasus manipulasi foto AI sempat menjadi sorotan
Sebagai informasi, Grok merupakan teknologi AI yang dikembangkan oleh X Corp.
Teknologi ini sempat menjadi sorotan karena dapat mengubah atau memanipulasi gambar seseorang tanpa izin, termasuk membuat foto seolah-olah mengenakan pakaian tertentu.
Pada akhir 2025, kasus manipulasi foto menggunakan Grok ramai dibicarakan setelah sejumlah pengguna media sosial meminta chatbot tersebut mengedit foto orang nyata melalui perintah tertentu.
Hingga kini, polisi masih menunggu proses klarifikasi dari pelapor untuk menindaklanjuti laporan dugaan penyalahgunaan teknologi AI tersebut.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang