Harga Minyak Naik, Negara-Negara Ini Minta Warga Hemat Energi hingga Terapkan Kerja 4 Hari

Ilustrasi minyak mentah.
Ilustrasi minyak mentah.

. Lonjakan harga minyak dunia kembali menjadi perhatian banyak negara dalam beberapa waktu terakhir. Kenaikan harga energi tersebut dipicu oleh ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah yang mengganggu rantai pasokan minyak global. 

Situasi ini memicu kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan energi sekaligus potensi kenaikan harga bahan bakar di berbagai negara.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kondisi tersebut membuat sejumlah negara mulai mengeluarkan berbagai imbauan kepada masyarakat maupun instansi publik untuk menekan konsumsi energi. Mulai dari penghematan listrik di kantor hingga anjuran mengurangi perjalanan yang tidak penting. 

Langkah-langkah tersebut diharapkan dapat membantu menahan lonjakan konsumsi energi di tengah situasi pasar minyak yang tidak menentu. Melansir dari Business Insider, Rabu, 11 Maret 2026, berikut sejumlah langkah yang disarankan atau diterapkan oleh beberapa negara sebagai respons terhadap lonjakan harga minyak dunia.

1. Filipina menghemat listrik di kantor pemerintahan

Pemerintah Filipina meminta instansi pemerintahan untuk melakukan penghematan energi secara langsung. Salah satu kebijakan yang diterapkan adalah pengurangan penggunaan listrik di kantor-kantor pemerintah.

Pegawai juga diminta mematikan komputer, lampu, dan perangkat elektronik lain saat jam makan siang. Selain itu, pengaturan suhu pendingin ruangan atau AC juga diminta agar tidak terlalu rendah guna menghemat konsumsi listrik.

Tidak hanya itu, pemerintah juga mendorong pengaturan pola kerja yang lebih efisien, termasuk kemungkinan penerapan empat hari kerja bagi pegawai pemerintah guna mengurangi konsumsi energi.

2. Inggris mengimbau warga mengurangi perjalanan tidak penting

Di Inggris, organisasi otomotif memberikan saran kepada masyarakat untuk menekan konsumsi bahan bakar dengan cara mengurangi perjalanan yang tidak terlalu penting. Selain itu, pengendara juga dianjurkan menerapkan gaya berkendara yang lebih hemat bahan bakar, misalnya dengan menjaga kecepatan stabil dan menghindari akselerasi yang terlalu agresif. Langkah sederhana ini dinilai dapat membantu menekan konsumsi bahan bakar kendaraan.

3. Thailand melarang ekspor bahan bakar sementara

Pemerintah Thailand mengambil langkah dengan menghentikan ekspor bahan bakar untuk sementara waktu. Kebijakan ini bertujuan memastikan pasokan energi di dalam negeri tetap aman di tengah ketidakpastian pasar global.

Selain itu, masyarakat juga diminta untuk tidak melakukan penimbunan bahan bakar karena dapat memicu kelangkaan dan mengganggu distribusi energi di dalam negeri.

4. India memprioritaskan energi untuk rumah tangga

India mengambil kebijakan dengan mengalihkan sebagian pasokan energi dari sektor industri ke kebutuhan rumah tangga. Pemerintah memprioritaskan penggunaan energi untuk sektor yang dianggap lebih penting, seperti rumah tangga, rumah sakit, dan sekolah.

Langkah ini diambil untuk memastikan masyarakat tetap memiliki akses terhadap energi di tengah meningkatnya tekanan pada pasokan bahan bakar.

5. Vietnam mendorong kerja jarak jauh

Pemerintah Vietnam mendorong perusahaan dan instansi untuk meningkatkan praktik kerja jarak jauh atau remote work. Kebijakan ini diharapkan dapat mengurangi mobilitas masyarakat sekaligus menekan konsumsi bahan bakar transportasi.

Selain itu, Vietnam juga melakukan penyesuaian kebijakan perdagangan energi, termasuk pemangkasan tarif impor bahan bakar untuk membantu menjaga stabilitas pasokan.

6. Pembatasan pembelian BBM di beberapa wilayah

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di beberapa wilayah, termasuk Australia, sejumlah stasiun pengisian bahan bakar dilaporkan mulai menerapkan pembatasan pembelian BBM secara tidak resmi. Hal ini dilakukan untuk mencegah lonjakan permintaan yang berlebihan serta menjaga ketersediaan bahan bakar bagi lebih banyak konsumen.

Situasi ini menunjukkan bahwa lonjakan harga minyak tidak hanya berdampak pada sektor energi, tetapi juga mempengaruhi kebijakan pemerintah dan pola konsumsi masyarakat. Oleh karena itu, berbagai negara mulai mengambil langkah antisipatif untuk menjaga stabilitas pasokan energi sekaligus menekan konsumsi bahan bakar.