Mulai dari Rumah, Ini Cara Bijak Gunakan Energi agar Lebih Efisien dan Hemat

Ilustrasi Menghemat Listrik
Ilustrasi Menghemat Listrik

Penggunaan energi dalam kehidupan sehari-hari seringkali dilakukan tanpa disadari, mulai dari menyalakan lampu, menggunakan perangkat elektronik, hingga konsumsi bahan bakar. Nah, kebiasaan kecil di rumah dapat menjadi langkah awal untuk menciptakan pola hidup yang lebih efisien dan hemat energi. 

Seiring meningkatnya kebutuhan energi di tengah gaya hidup modern, kesadaran untuk menggunakan energi secara bijak menjadi semakin relevan. Langkah sederhana dari rumah dapat menjadi kunci untuk mengurangi pemborosan energi sekaligus menjaga keberlanjutan. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tidak perlu perubahan besar, cukup dimulai dari kebiasaan sehari-hari yang lebih terkontrol dan sesuai kebutuhan. Berikut beberapa cara menggunakan energi agar lebih efisien dan hemat:

1. Matikan perangkat listrik saat tidak digunakan

Lampu, televisi, atau AC yang tetap menyala tanpa digunakan dapat meningkatkan konsumsi listrik secara signifikan.

2. Gunakan perangkat hemat energi

Pilih peralatan elektronik dengan konsumsi daya rendah untuk membantu mengurangi penggunaan listrik dalam jangka panjang.

3. Manfaatkan pencahayaan alami

Membuka jendela di siang hari dapat mengurangi kebutuhan penggunaan lampu.

4. Gunakan bahan bakar secukupnya

Baik untuk kendaraan maupun kebutuhan rumah tangga, penggunaan bahan bakar secara efisien dapat membantu menghemat energi.

5. Atur penggunaan alat elektronik

Mengatur waktu penggunaan perangkat seperti mesin cuci atau pendingin ruangan dapat membantu menekan konsumsi energi.

Di tengah upaya efisiensi dari rumah tangga, ketersediaan energi nasional tetap menjadi perhatian, terutama dalam situasi global yang dinamis, termasuk konflik geopolitik yang masih berlangsung. Di Indonesia, PT Pertamina (Persero) menyatakan terus menjaga pasokan energi nasional melalui berbagai strategi, termasuk optimalisasi produksi dalam negeri dan diversifikasi sumber energi.

“Pertamina terus memantau perkembangan global dan melakukan berbagai upaya untuk menjaga pasokan energi di Tanah Air. Melalui strategi optimalisasi produksi serta diversifikasi, saat ini pasokan energi secara nasional berada dalam kondisi aman, dan operasional berjalan lancar,” ujar Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron, sebagaimana dikutip dari siaran pers, Sabtu, 18 April 2026.

Kelancaran distribusi energi juga didukung oleh infrastruktur yang terintegrasi. Salah satunya melalui Integrated Terminal Jakarta (ITJ), yang menjadi penyangga utama distribusi BBM dan LPG di wilayah DKI Jakarta, sebagian Jawa Barat, dan Jawa Tengah. ITJ mencakup Fuel Terminal Plumpang, Fuel Terminal Tanjung Priok, serta LPG Terminal Tanjung Priok, yang dilengkapi dengan Jetty PMG sebagai fasilitas bongkar muat bahan cair atau petrokimia.

“Sebagian besar pasokan BBM dan LPG untuk Integrated Terminal Jakarta berasal dari kilang milik Pertamina yakni Refinery Unit Balongan dan Refinery Unit Cilacap,” jelas Integrated Terminal Manager Jakarta PT Pertamina Patra Niaga, I Nyoman Adi Pradana. 

Meski pasokan energi dalam kondisi aman, masyarakat tetap diimbau untuk menerapkan kebiasaan bijak dalam penggunaan energi sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Satu hal yang penting adalah Perilaku Bijak Energi, dimulai dari saat ini dan dari lingkup terkecil dari lingkungan, mari pergunakan energi sesuai keperluan demi keberlanjutan di masa datang," jelasnya.

Selain itu, Pertamina juga menyampaikan komitmennya dalam menjaga stabilitas harga energi di dalam negeri serta memastikan distribusi tetap berjalan lancar. “Kami berkomitmen menjaga stabilitas pasokan dan harga energi nasional, serta memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal,” ungkap Baron.