Ngabuburit Gratis di Jakarta? Ini 5 Pameran Seni yang Wajib Dikunjungi

Menjelang waktu berbuka puasa, ngabuburit sering dimanfaatkan untuk melakukan berbagai kegiatan santai.
Selain berjalan-jalan atau berburu takjil, mengunjungi pameran seni bisa menjadi pilihan menarik.
Di Jakarta, sejumlah galeri menghadirkan pameran seni yang dapat dikunjungi secara gratis.
Selain menyuguhkan karya visual yang beragam, pameran-pameran ini juga mengangkat tema reflektif mulai dari makanan, identitas budaya, hingga relasi manusia dengan alam.
Berikut beberapa rekomendasi pameran gratis di Jakarta yang cocok untuk ngabuburit.
1. “Unserious Series: Food for Thought”
hasil tangkapan layar dari dgalleriejakarta
Pameran kolektif bertajuk “Unserious Series: Food for Thought” digelar di D’Gallerie Jakarta.Pameran ini menghadirkan narasi unik yang membedah kaitan erat antara makanan dan seni melalui sudut pandang 40 seniman lintas disiplin.
Mengadopsi konsep kuratorial yang menyerupai tata cara penyajian hidangan—mulai dari bahan hingga aftertaste—eksibisi ini mengubah objek konsumsi sehari-hari menjadi medium refleksi yang jenaka namun tetap kritis.
Melalui beragam medium seperti lukisan hingga miniatur keramik, pengunjung diajak tidak hanya menikmati estetika visual, tetapi juga memikirkan kembali makna di balik apa yang dikonsumsi dalam kehidupan modern.
Pameran berlangsung 7 Maret–18 April 2026 dengan jam buka 10.00–19.00 WIB pada hari kerja dan 10.00–18.00 WIB saat akhir pekan.
Lokasi: Jl. Barito I No. 3, Jakarta Selatan.
2. “Critically Bali: One Small Island, Fourteen Diverse Perspectives”
gajahgallery
Pameran “Critically Bali: One Small Island, Fourteen Diverse Perspectives” digelar di Gajah Gallery Jakarta di kawasan Casa Domaine.Dikurasi oleh Arif Bagus Prasetyo, eksibisi ini mencoba mendekonstruksi narasi eksotisme Bali melalui karya 14 seniman lintas generasi.
Spektrum estetika yang ditampilkan cukup luas, mulai dari garis klasik karya I Gusti Nyoman Lempad hingga eksperimen kecerdasan buatan (AI) milik Jemana Murti.
Selain itu, karya seniman seperti Ashley Bickerton serta eksplorasi feminisme dari I Gusti Ayu Kadek Murniasih turut memperkaya perspektif mengenai identitas Bali di tengah pariwisata massal dan modernitas global.
Periode pameran berlangsung 7 Maret–29 Maret 2026 di Casa Domaine, Jl. K.H. Mas Mansyur No. 1 GF, Jakarta Pusat.
3. “Biophilia: Exquisite Corpse”
senimanmudaberkaryaid
Galeri seni ISA Art Gallery menghadirkan pameran bertajuk “Biophilia: Exquisite Corpse” di Wisma 46, Jakarta Pusat.Pameran ini berlangsung 14 Februari–16 April 2026 dan melibatkan kolaborasi sembilan seniman lintas generasi, termasuk nama besar seperti Arahmaiani dan Teguh Ostenrik.
Mengadopsi metode kreatif surealis Exquisite Corpse, para seniman membangun narasi kolektif tentang hubungan emosional manusia dengan alam di tengah ancaman ekologis global.
Melalui karya-karya tersebut, pengunjung diajak merefleksikan kembali posisi manusia sebagai bagian integral dari ekosistem bumi, bukan sekadar penguasa sumber daya.
Lokasi: Wisma 46 – GF, Jl. Jenderal Sudirman Kav., Jakarta Pusat.
4. “Warna Hidup” oleh Oototol
pameran di roh projects
Pameran tunggal bertajuk “Warna Hidup” karya seniman Bali Oototol digelar di dua lokasi di Jakarta, yaitu ROH Project dan Komunitas Salihara.Dalam pameran ini, Oototol menampilkan eksplorasi visual menggunakan tinta Tiongkok dan pena bambu di atas kanvas.
Melalui garis-garis sederhana namun ekspresif, ia menghadirkan narasi keseharian yang jenaka sekaligus melankolis.
Eksibisi ini juga menjadi refleksi atas memori dan realitas sosial yang dituangkan dalam ekspresi artistik yang murni.
Pameran ini berlangsung pada periode 7 Maret–3 Mei 2026.
Jam buka: weekday 13.00–19.00 WIB dan weekend 11.00–19.00 WIB.
Lokasi: Jl. Surabaya No. 66, Jakarta Pusat.
5. “In the Name of Our Mother on Earth”
Pameran tunggal bertajuk “In the Name of Our Mother on Earth” karya seniman Dian Suci digelar di Baik Art Jakarta hingga 14 Maret 2026.
Melalui kurasi Ibrahim Soetomo, pameran ini mengeksplorasi spiritualitas feminin serta memori domestik.
Dian Suci menghadirkan berbagai medium, mulai dari lukisan, instalasi kain transparan, hingga seni ukir kayu.
Simbol-simbol seperti bunga mawar dan buah delima digunakan sebagai metafora kekuatan yang lahir dari kelembutan serta proses penyembuhan luka sejarah perempuan.
Pameran ini berlangsung 14 Februari–14 Maret 2026 dengan jam operasional 11.00–19.00 WIB di Jakarta Selatan.
Mengunjungi pameran seni bisa menjadi alternatif ngabuburit yang berbeda.
Selain gratis, pengalaman ini juga memberi ruang untuk menikmati karya visual sekaligus merefleksikan berbagai isu sosial, budaya, dan lingkungan sebelum waktu berbuka tiba.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang