Mengapa Kehilangan Sahabat Terasa Seberat Keluarga?

Mengapa Kehilangan Sahabat Terasa Seberat Keluarga?

Kepergian penyanyi Vidi Aldiano pada Sabtu (7/3/2026) menyisakan duka yang sangat mendalam, tidak hanya bagi pihak keluarga, tetapi juga bagi para sahabat dekatnya di industri hiburan Tanah Air.

Ungkapan rasa kehilangan yang luar biasa mengalir deras dari rekan-rekan sesama artis.

Ketika seorang sahabat meninggal, mengapa beberapa orang mengalami duka yang sangat pekat, seperti ditinggalkan oleh keluarga?

"Ketika sahabat meninggal, kenapa sebagian orang seperti kehilangan keluarga juga dan sama beratnya? Jawabannya simpel, ini berkaitan dengan kedekatan," ungkap psikolog klinis dewasa dari Indopsycare, Clement Eko Prasetio, M.Psi., Psikolog, saat diwawancarai pada Selasa (10/3/2026).

Perasaan kehilangan yang setara dengan duka keluarga ini berakar pada elemen kedekatan dasar antarmanusia, yakni setiap individu selalu memiliki dorongan alami untuk menjalin hubungan emosional yang kuat dengan orang lain di sekitarnya.

Keterikatan dari hubungan yang intens dengan sahabat

Kebutuhan relasi dan kedekatan emosional

Setiap manusia secara alamiah memiliki kebutuhan untuk menjalin relasi yang bermakna dalam kehidupannya sehari-hari.

Kebutuhan berelasi ini memunculkan unsur kedekatan emosional yang tidak selalu didasarkan pada garis keturunan, melainkan terbentuk melalui intensitas interaksi dan komunikasi dengan lingkungan sekitar.

"Kedekatan dibangun bukan hanya sekadar dari hubungan darah, tapi juga hubungan dan komunikasi keseharian (dengan orang lain), dan kecocokan dalam cara pandang," terang Clement.

Mengapa Kehilangan Sahabat Terasa Seberat Keluarga?

Karakter hangat seperti Vidi Aldiano ternyata bisa dibentuk sejak kecil. Psikolog menjelaskan peran ?tangki kasih sayang? dalam parenting.

Keterikatan yang dibangun seiring berjalannya waktu menciptakan ruang emosional yang sangat personal bagi setiap individu.

Ketika ruang tersebut mendadak kosong karena sebuah kepergian selamanya, sangat wajar jika duka muncul.

"Sehingga menjadi wajar bahwa kehilangan sahabat seperti kehilangan keluarga sendiri, karena kembali pada unsur kedekatan yang ada, yaitu kedekatan emosional. Maka, akan ada rasa kehilangan yang sangat kuat," ucap Clement.

Terjalin persahabatan sejati

Di balik duka mendalam dari para sahabat artis atas meninggalnya Vidi, terdapat sejarah panjang mengenai bagaimana sebuah hubungan persahabatan dirawat secara konsisten.

Ada dedikasi, waktu, dan tenaga yang sengaja diinvestasikan oleh pihak-pihak yang terkait, agar mereka bisa saling memahami satu sama lain.

Menurut Clement, hal fundamental inilah yang pada akhirnya membedakan hubungan biasa dengan persahabatan sejati, seperti yang terjalin antara Vidi dengan para sahabatnya yang sampai saat ini masih berduka.

"Hubungan yang menentukan kedekatan itu adalah apakah kita mempersepsikan orang ini punya kesamaan dengan kita. Apakah orang ini memiliki perspektif yang mirip dengan kita. Apakah orang ini memiliki atau mendukung emosi kita," tambah dia.

Persepsi tentang adanya kesamaan pandangan dan dukungan itulah yang akhirnya sukses mengikis jarak, mengubah orang asing seolah menjadi keluarga sungguhan yang tertinggal dalam duka.

Hilangnya sosok yang hangat

Berpulangnya figur publik yang dikenal hangat dan sangat ramah seperti Vidi juga memperlihatkan dimensi duka yang luas.

Tidak hanya sahabat terdekat yang menangis, tetapi masyarakat umum dan penggemar pun turut merasakan kesedihan yang tulus layaknya kehilangan kerabat.

"Vidi kan artis besar, dan dia seseorang yang ramah, kepribadiannya hangat, dan mudah bergaul ya. Jadi, mereka juga ikut merasa kehilangan," ungkap Clement.

Menurut dia, kondisi tersebut menjadi bukti kuat bahwa kedekatan tidak selamanya menuntut adanya interaksi fisik secara langsung.

Rasa kehilangan yang menusuk hati bisa muncul dari bagaimana seseorang menangkap energi kebaikan dari figur publik tersebut, baik ketika melihatnya di televisi, berpapasan di jalan, atau cara Vidi berinteraksi dengan orang-orang di media sosial.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang