1 Rajab 1447 H Kapan? Berikut Penjelasan BMKG dan Amalan Malamnya

bulan Rajab, 1 Rajab 1447 H Kapan? Berikut Penjelasan BMKG dan Amalan Malamnya

Penanggalan Hijriyah atau kalender Qomariyah merupakan sistem penanggalan yang didasarkan pada peredaran Bulan mengelilingi Bumi, serta pergerakan Bumi bersama Bulan mengelilingi Matahari.

Penentuan awal bulan Hijriyah memiliki arti penting bagi umat Islam karena berkaitan langsung dengan pelaksanaan ibadah, terutama pada bulan-bulan utama seperti Ramadan, Syawal, dan Zulhijah.

Dalam konteks penentuan awal bulan Hijriyah, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memiliki peran memberikan layanan tanda waktu serta informasi posisi Matahari dan Bulan.

BMKG juga memberikan pertimbangan ilmiah kepada para pemangku kepentingan, termasuk Kementerian Agama, dalam penetapan awal bulan Hijriyah.

Selain menyampaikan data hilal hasil hisab atau perhitungan astronomis, BMKG turut melaksanakan rukyat atau observasi hilal secara langsung.

Rukyat hilal dilakukan di 37 lokasi di seluruh Indonesia dan dapat disaksikan masyarakat melalui siaran langsung di kanal https://hilal.bmkg.go.id/ setiap bulan.

Untuk penentuan awal bulan Rajab 1447 Hijriah, BMKG menyampaikan data hilal hasil hisab saat Matahari terbenam yang dapat dijadikan acuan dalam pelaksanaan rukyat hilal.

Konjungsi geosentrik atau konjungsi (ijtima’) merupakan peristiwa ketika bujur ekliptika Bulan sama dengan bujur ekliptika Matahari dengan pengamat diandaikan berada di pusat Bumi.

Peristiwa ini kembali terjadi pada Sabtu, 20 Desember 2025 M, pukul 01.43.20 UT atau Sabtu, 20 Desember 2025 M, pukul 08.43.20 WIB, pukul 09.43.20 WITA, dan pukul 10.43.20 WIT.

Pada saat tersebut, nilai bujur ekliptika Matahari dan Bulan berada pada posisi yang sama, yakni 268,42 derajat.

Periode sinodis Bulan yang dihitung sejak konjungsi sebelumnya, yaitu awal bulan Jumadilakhir 1447 H, hingga konjungsi berikutnya yang menandai awal bulan Rajab 1447 H, berlangsung selama 29 hari 18 jam 56 menit.

Waktu terbenam Matahari dinyatakan ketika bagian atas piringan Matahari tepat berada di horizon teramati.

Pada 20 Desember 2025, waktu Matahari terbenam paling awal di Indonesia terjadi pukul 17.42.53 WIT di Jayapura, Papua.

Sementara itu, waktu Matahari terbenam paling akhir terjadi pukul 18.31.30 WIB di Sinabang, Aceh.

Dengan memperhatikan waktu konjungsi dan terbenamnya Matahari tersebut, konjungsi dipastikan terjadi sebelum Matahari terbenam pada 20 Desember 2025 di seluruh wilayah Indonesia.

Berdasarkan pertimbangan tersebut, secara astronomis pelaksanaan rukyat hilal penentu awal bulan Rajab 1447 H bagi pihak yang menggunakan metode rukyat dilakukan setelah Matahari terbenam pada 20 Desember 2025.

Sementara bagi pihak yang menggunakan metode hisab, penentuan awal bulan Rajab 1447 H dilakukan dengan memperhitungkan kriteria hisab saat Matahari terbenam pada tanggal tersebut.

Mengacu pada kalender yang diterbitkan oleh Kementerian Agama (Kemenag), tanggal 1 Rajab 1447 Hijriah jatuh pada Minggu, 21 Desember 2025.

Adapun malam 1 Rajab dimulai pada Sabtu, 20 Desember 2025. Hal ini karena dalam penanggalan Islam, pergantian hari dimulai sejak Matahari terbenam atau waktu magrib.

Malam 1 Rajab menjadi momen yang dinantikan sebagian umat Islam untuk melaksanakan ibadah sunah.

Bulan Rajab sendiri termasuk salah satu dari empat bulan yang dimuliakan (al-asyhur al-hurum), sebagaimana disebutkan dalam firman Allah SWT berikut:

اِنَّ عِدَّةَ الشُّهُوْرِ عِنْدَ اللّٰهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِيْ كِتٰبِ اللّٰهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ مِنْهَآ اَرْبَعَةٌ حُرُمٌۗ ذٰلِكَ الدِّيْنُ الْقَيِّمُ ەۙ فَلَا تَظْلِمُوْا فِيْهِنَّ اَنْفُسَكُمْ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِيْنَ كَاۤفَّةً كَمَا يُقَاتِلُوْنَكُمْ كَاۤفَّةًۗ وَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ مَعَ الْمُتَّقِيْنَ

Artinya: “Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ialah dua belas bulan,326) (sebagaimana) ketetapan Allah (di Lauh Mahfuz) pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram.” (QS At-Taubah [9]: 36).

Amalan Malam 1 Rajab

Syekh Abdul Qadir al-Jilani dalam kitab al-Ghun-yah meriwayatkan bahwa Sayyidina Ali karramallahu wajhah mengintensifkan ibadah pada empat malam dalam satu tahun.

“Sayyidina Ali radhiyallaahu ‘anhu memfokuskan dirinya untuk beribadah dalam empat malam dalam satu tahun, yaitu malam pertama bulan Rajab, malam Idulfitri, malam Iduladha, dan malam Nishfu Sya’ban.”

Berikut beberapa amalan malam 1 Rajab 2025 yang dapat dilaksanakan, dikutip dari NU Online.

Salat Malam 1 Rajab

Salat sunah Rajab dilaksanakan sebanyak 10 rakaat atau lima kali salam setelah salat magrib, dzikir, dan salat sunah ba’da magrib.

Niat salat malam 1 Rajab:

اُصَلِّي سُنَّةً رَجَبِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى

Usholli sunnata rojabi rok'ataini lillahita'ala

Artinya: Aku niat melakukan salat sunah rajab 2 rakaat karena Allah SWT.

Tata cara salat malam 1 Rajab diawali dengan niat, kemudian setelah membaca surat al-Fatihah dilanjutkan membaca surat al-Ikhlas tiga kali dan surat al-Kafirun tiga kali. Ruku’, i’tidal, dan sujud dilakukan sebagaimana salat sunah pada umumnya.

Doa Malam 1 Rajab

Setelah salam pada rakaat kedua, dianjurkan membaca doa berikut:

لآاِلهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ. لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِيْ وَيُمِيْتُ وَهُوَ حَيٌّ لاَيَمُوْتُ بِيَدِهِ الْخَيْرُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٍ. اللهم لاَمَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ وَلاَ مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ وَلاَيَنْفَعُ ذَالْجَدِّ مِنْكَ الْجَدِّ.

Doa malam 1 Rajab yang dibaca Sayyidina Ali adalah:

اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَاٰلِهِ مَصَابِيْحِ الْحِكْمَةِ، وَمَوَالِي النِّعْمَةِ، وَمَعَادِنِ الْعِصْمَةِ، وَاعْصِمْنِيْ بِهِمْ مِنْ كُلِّ سُوْءٍ، وَلَا تَأْخُذْنِيْ عَلَى غِرَّةٍ، وَلَا عَلَى غَفْلَةٍ، وَلَا تَجْعَلْ عَوَاقِبَ أَمْرِيْ حَسْرَةً وَنَدَامَةً، وَارْضَ عَنِّيْ؛ فَإِنَّ مَغْفِرَتَكَ لِلظَّالِمِيْنَ، وَأَنَا مِنَ الظَّالِمِيْنَ. اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِيْ مَا لَا يَضُرُّكَ، وَأَعْطِنِيْ مَا لَا يَنْفَعُكَ، فَإِنَّكَ الْوَاسِعَةُ رَحْمَتُهُ، الْبَدِيْعَةُ حِكْمَتُهُ، فَأَعْطِنِي السَّعَةَ وَالدَّعَةَ، وَالْأَمْنَ وَالصِّحَّةَ، وَالشُّكْرَ وَالْمُعَافَاةَ وَالتَّقْوَى، وَأَفْرِغِ الصَّبْرَ وَالصِّدْقَ عَلَيَّ وَعَلَى أَوْلِيَائِكَ، وَأَعْطِنِي الْيُسْرَ، وَلَا تَجْعَلْ مَعَهُ الْعُسْرَ، وَاعْمُمْ بِذٰلِكَ أَهْلِيْ وَوَلَدِيْ وَإِخْوَانِيْ فِيْكَ، وَمَنْ وَلَدَنِيْ، مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَات

Artinya: “Ya Allah, limpahkan rahmat ta'dzim kepada Muhammad dan keluarganya yang menjadi pelita-pelita hikmah, pemilik kenikmatan, sumber perlindungan. Jagalah kami sebab (keberkahan) mereka-dari keburukan. Dan jangan engkau ambil kami dalam kondisi tertipu, tidak pula dalam keadaan lupa. Jangan jadikan akhir urusan kami sebagai penyesalan. Ridhailah kami. Sesungguhnya ampunan-Mu bagi orang-orang yang zalim, dan aku bagian orang yang zalim itu.

Ya Allah, ampunilah aku atas dosa yang tidak pernah bisa membahayakan-Mu, berilah aku sesuatu yang memang tak ada manfaatnya sama sekali untuk-Mu. Sesungguhnya Engkau itu maha luas rahmat-Nya. Hikmahnya yang sangat indah. Berikan kami kelapangan dan ketenteraman, keamanan dan kesehatan, serta rasa syukur, selamat sentosa dan ketakwaan. Berikan kesabaran dan kejujuran kepada kami dan orang-orang yang Engkau cintai. Berikan kami pula kemudahan yang tidak ada kesulitannya sama sekali. Semoga itu semua juga Engkau berikan bagi keluarga kami, anak kami, saudara-saudara kami seagama. Dan Engkau berikan kepada orang tua yang telah melahirkan kami, dari muslimin muslimat, mu’minin mu’minat.” (Syekh Abdul Qadir bin Shalih al-Jilani, al-Ghun-yah, Dārul Kutub al-Ilmiyyah, Beirut, 1997, juz 1, halaman 328–329).

Rasulullah SAW juga mencontohkan doa ketika memasuki bulan Rajab sebagai berikut:

“Allahumma baarik lana fi rajaba wasya’bana waballighna ramadhana,”

Artinya: Ya Allah, berkahilah kami di Bulan Rajab dan Bulan Sya’ban dan pertemukan kami dengan Bulan Ramadhan (Kitab Syu’abil Iman lil Hafidz Al Baihaqi juz 5 halaman 348 no 3534).

Zikir Bulan Rajab

Pada malam 1 hingga 10 hari pertama bulan Rajab, dianjurkan memperbanyak zikir dengan bacaan berikut.

Dibaca 100 kali dari tanggal 1–10 Rajab:

سُبْحَانَ اللهُ حَيُّ الْقَيُّوْمُ

Dibaca 100 kali dari tanggal 11–20 Rajab:

سُبْحَانَ اللهِ اَحَدِ الصَّمَدْ

Dibaca 100 kali dari tanggal 21–30 Rajab:

سُبْحَانَ اللهُ الرَّؤُوْفُ

Selain itu, dianjurkan membaca doa berikut sebanyak 70 kali setelah subuh dan 70 kali setelah magrib:

رب اغْفِرْ لِيْ وَارْحَمْنِيْ وَتُبْ عَلَيَّ

Serta membaca Sayyidul Istighfar sebanyak tiga kali pada waktu pagi dan malam:

اَللَّهُم َّ أَنْتَ رَبِّيْ لآ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَااسْـتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّه لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنت

Artikel ini tayang di KompasTV dengan judul Amalan Malam 1 Rajab 2025, Ini Jadwal dan Kalendernya

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang