All England 2026: BWF Jamin Keselamatan Atlet di Tengah Konflik Timur Tengah

Dubai, Amerika Serikat, Israel, Iran, All England, Pusarla Venkata Sindhu, Irwansyah, All England 2026: BWF Jamin Keselamatan Atlet di Tengah Konflik Timur Tengah

Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) memberikan jaminan keamanan bagi seluruh atlet serta ofisial yang dijadwalkan bertanding dalam turnamen All England 2026.

Jaminan ini dikeluarkan menyusul meningkatnya tensi geopolitik di kawasan Timur Tengah yang berdampak signifikan pada sejumlah rute penerbangan internasional menuju Inggris.

Pernyataan resmi dari BWF ini muncul setelah operasional di Bandara Internasional Dubai mengalami gangguan parah.

Hal tersebut merupakan imbas langsung dari eskalasi konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran, sehingga mengancam kelancaran perjalanan para delegasi bulu tangkis dunia.

Menyikapi kondisi darurat tersebut, otoritas bulu tangkis tertinggi dunia ini memastikan bahwa mereka tidak tinggal diam.

Penyelenggara terus melakukan koordinasi intensif dengan pihak terkait untuk memitigasi risiko perjalanan yang dihadapi para peserta.

"BWF dan Badminton England memantau dengan cermat tantangan perjalanan yang muncul dari situasi geopolitik yang sedang berlangsung di Timur Tengah," kata BWF dalam siaran resminya.

"Kami tetap berhubungan secara teratur dengan tim dan pemain yang perjalanannya ke Birmingham untuk All England mungkin terpengaruh."

"Keselamatan dan kesejahteraan semua atlet, ofisial, dan personel pendukung tetap menjadi prioritas utama kami," lanjutnya.

Lebih lanjut, BWF menegaskan komitmennya untuk membantu delegasi yang terdampak.

"BWF bekerja sama dengan penyelenggara turnamen dan asosiasi nasional untuk menilai kondisi perjalanan," jelas BWF.

"Sementara tim operasi kami terus memantau situasi secara real-time dan siap membantu delegasi yang mengalami penundaan atau perubahan rute."

"Ini termasuk meninjau dan mempersiapkan kemungkinan kontingensi dalam jadwal kompetisi jika ada pemain yang mengalami keterlambatan kedatangan."

Dubai, Amerika Serikat, Israel, Iran, All England, Pusarla Venkata Sindhu, Irwansyah, All England 2026: BWF Jamin Keselamatan Atlet di Tengah Konflik Timur Tengah

Asap membubung dari pelabuhan Jebel Ali setelah serangan Iran di Dubai, Uni Emirat Arab, Minggu (1/3/2026). Rentetan serangan Iran ke pangkalan-pangkalan militer AS di negara Teluk terus meningkat setelah kematian Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.

PV Sindhu Terjebak Ledakan di Dubai

Kondisi mencekam di wilayah tersebut dirasakan langsung oleh bintang tunggal putri India, Pusarla Venkata Sindhu.

Pebulu tangkis unggulan ini dilaporkan terlantar di Dubai bersama sang pelatih, Irwansyah, sejak Minggu (1/3/2026).

Akibat penutupan jalur udara, Sindhu dipastikan gagal berpartisipasi dalam turnamen tertua di dunia tersebut karena tidak bisa tiba di Birmingham tepat waktu.

Melalui unggahan di media sosial, Sindhu menceritakan pengalaman mengerikannya saat terjebak di bandara ketika ledakan terjadi di lokasi yang sangat dekat dengan posisinya.

"Saya ingin berbagi pembaruan singkat," kata pebulu tangkis tunggal putri India itu.

"Pertama, terima kasih kepada semua yang telah menghubungi dan menanyakan kabar kami saat saya sedang transit dari Bangalore, tempat saya berlatih dan tinggal secara penuh waktu, menuju Birmingham di Inggris untuk berkompetisi di Kejuaraan All England."

"Dan setelah pesawat kami mendarat di Dubai, peristiwa di luar kendali kami mulai terjadi. Tak lama setelah itu, penerbangan juga ditutup. Beberapa jam terakhir sangat menegangkan. Kami bisa mendengar suara-suara intersep di atas kepala," tegas Sindhu.

"Beberapa jam kemudian, terjadi ledakan sangat dekat dengan tempat kami terperangkap di Bandara Dubai. Pelatih saya hanya berjarak sekitar 100 meter dari lokasi ledakan dan harus segera meninggalkan area tersebut. Mengalami hal seperti ini dalam jarak yang sangat dekat benar-benar mengguncang."

"Anda tidak pernah mengharapkan hal-hal seperti ini terjadi pada diri Anda atau orang-orang terdekat Anda. Namun, terkadang situasi di luar kendali Anda," pungkasnya .

Kondisi Viktor Axelsen

Di tengah kekhawatiran publik, tunggal putra Denmark Viktor Axelsen yang menetap di Dubai turut memberikan kabar mengenai kondisinya.

Meskipun kota tersebut menjadi sasaran serangan udara, Axelsen memastikan dirinya dan keluarga dalam keadaan baik.

Ia sendiri memang absen dari kompetisi kali ini karena fokus pada pemulihan pasca-operasi punggung.

Hingga saat ini, BWF menyatakan akan terus memberikan informasi terkini secara berkala mengenai status keamanan dan jadwal pertandingan di Utilita Arena.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang