Biaya Medis Melejit 17,9 Persen, Keluarga Perlu Strategi Lindungi Finansial

Ilustrasi asuransi.
Ilustrasi asuransi.

Di tengah meningkatnya biaya hidup dan tekanan ekonomi, keluarga Indonesia dihadapkan pada tantangan menjaga stabilitas keuangan. Salah satu faktor terbesar yang memengaruhi anggaran rumah tangga adalah biaya kesehatan yang terus meroket. 

Tanpa persiapan, pengeluaran untuk perawatan medis dapat menggerus tabungan dan mengganggu perencanaan finansial jangka panjang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Lonjakan biaya medis ini tercermin dari laporan Health Trends 2026 yang dirilis Mercer Marsh Benefits. Laporan tersebut mencatat medical trend rate Indonesia mencapai 17,9 persen pada 2025 dan diproyeksikan 17,8 persen pada 2026. 

Angka ini jauh melampaui proyeksi inflasi umum nasional yang berada di kisaran 1,5–3,5 persen pada periode yang sama, menurut target Bank Indonesia. Perbedaan yang tajam ini menambah tekanan terhadap pengeluaran rumah tangga dan menegaskan pentingnya strategi perlindungan finansial, termasuk asuransi kesehatan dan santunan jiwa.

Terkait ini, PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk (MSIG Life) membayarkan klaim kesehatan dan santunan meninggal dunia senilai Rp1,07 triliun sepanjang 2025. Nilai klaim tersebut mencakup biaya perawatan bagi nasabah yang menghadapi risiko kesehatan serta santunan bagi keluarga yang kehilangan pencari nafkah.

“Pembayaran klaim adalah wujud nyata komitmen perlindungan kami. Menjaga ketahanan finansial keluarga hanya dapat dilakukan secara konsisten jika ditopang oleh kondisi keuangan perusahaan yang sehat dan kuat,” kata Ken Terada, Director and Chief Transformation Officer MSIG Life, sebagaimana dikutip dari siaran pers, Senin, 2 Maret 2026.

Kekuatan finansial perusahaan tercermin dari tingkat Risk-Based Capital (RBC) MSIG Life sebesar 1.381 persen per akhir 2025, jauh di atas ketentuan minimum OJK sebesar 120 persen. Sebagai bagian dari MS&AD Insurance Group Jepang, perusahaan menerapkan standar pengelolaan risiko global yang memastikan disiplin tata kelola dan kemampuan memenuhi kewajiban jangka panjang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ken Terada menekankan bahwa asuransi bukan sekadar membayar klaim, melainkan memastikan ketahanan finansial keluarga tetap terjaga. “Setiap klaim yang kami bayarkan mewakili satu keluarga yang sedang menghadapi fase penting dalam hidup mereka, baik saat menjalani perawatan kesehatan maupun ketika kehilangan pencari nafkah," ungkapnya. 

"Tugas kami adalah memastikan perlindungan benar-benar hadir, sehingga keluarga tetap memiliki ketahanan finansial dan dapat melangkah ke depan dengan lebih percaya diri,” tukasnya.