Mengapa Beberapa Shio Ditakdirkan Lebih Beruntung Dibanding Lainnya?

keberuntungan, Mengapa Beberapa Shio Ditakdirkan Lebih Beruntung Dibanding Lainnya?

Keberuntungan kerap dianggap sebagai sesuatu yang datang tiba-tiba, hadir tanpa diundang dan sulit dijelaskan. 

Dalam konteks shio dan astrologi Tionghoa, sebagian orang percaya ada shio tertentu yang ditakdirkan lebih beruntung dibandingkan lainnya. Namun, benarkah keberuntungan semata soal nasib?

Sejumlah pakar psikologi dan praktisi feng shui justru memandang keberuntungan dari sudut yang berbeda. 

Bukan semata takdir, melainkan hasil dari cara seseorang memaknai peristiwa, bersikap terhadap peluang, dan bertahan menghadapi kesulitan.

Keberuntungan dimulai dari cara menafsirkan peristiwa

Psikolog sekaligus penulis buku The Luck Factor, Richard Wiseman menyebut, orang yang menganggap dirinya beruntung bukan berarti mengalami lebih sedikit masalah. Mereka hanya meresponsnya dengan cara berbeda.

Sejalan dengan itu, psikolog klinis dari The Psychology Practice, Sara-Ann Lee menjelaskan, keberuntungan datang dari cara setiap manusia dalam menafsirkan sebuah peristiwa yang terjadi.

“Label beruntung atau tidak beruntung tidak selalu mencerminkan karakteristik objektif dari suatu peristiwa, melainkan terutama bagaimana peristiwa itu dipersepsikan, ditafsirkan, dan diberi makna,” ungkap dia, seperti disadur Harpers Bazaar, Senin (2/3/2026).

Dua orang dengan shio berbeda bisa saja menghadapi kegagalan serupa. Namun, individu yang merasa beruntung cenderung melihat kegagalan sebagai hal sementara dan masih bisa diperbaiki. 

Sebaliknya, mereka yang merasa kurang beruntung lebih mudah memaknainya sebagai nasib buruk yang menetap dan di luar kendali.

Dalam jangka panjang, pola tafsir ini membentuk respons emosional dan perilaku berikutnya. Jika seseorang percaya dirinya sial, ia mungkin enggan mencoba lagi. 

Sebaliknya, mereka yang yakin masih punya peluang akan terus bergerak dan di situlah kesempatan baru lebih mungkin muncul.

Perilaku membuka atau menutup peluang

Secara klinis, keberuntungan lebih tepat dipahami sebagai produk dari keterlibatan aktif dengan kehidupan. Keberuntungan pada dasarnya adalah pola pikir dan perilaku. 

“Peluang ada di sekitar kita. Apakah kita menyadarinya dan terbuka untuk menerimanya akan menentukan apakah kita ‘menciptakan’ keberuntungan atau tidak,” ujar Ooi Sze Jin, pendiri dan psikolog di A Kind Place. 

Orang yang merasa beruntung biasanya lebih aktif secara sosial, terbuka pada situasi baru, dan cukup hadir untuk mengenali peluang.  Mereka tidak selalu mengejar kesempatan, tetapi tidak pula menutup diri saat kesempatan itu datang.

Sebaliknya, individu yang merasa tidak beruntung cenderung terlalu fokus pada satu hasil yang diinginkan. 

keberuntungan, Mengapa Beberapa Shio Ditakdirkan Lebih Beruntung Dibanding Lainnya?

Ilustrasi orang kaya.

Ketika hasil tersebut tidak tercapai, mereka melihatnya sebagai kegagalan total dan melewatkan alternatif lain yang sebenarnya terbuka.

Temuan ini selaras dengan riset Wiseman yang menunjukkan bahwa orang beruntung cenderung memaksimalkan peluang kebetulan, memercayai intuisi, mengharapkan hasil baik, dan mampu membingkai ulang kemalangan. 

Bukan karena mereka yakin segalanya pasti berhasil, melainkan karena mereka tetap terlibat meski ada risiko gagal.

Saat stres membuat keberuntungan seolah menghilang

Tingkat kecemasan dan tekanan mental yang tinggi dapat mempersempit perhatian seseorang hanya pada ancaman dan kesalahan. 

Dalam kondisi stres, kemampuan kognitif, daya ingat, hingga pengambilan keputusan ikut terganggu.

Ooi menjelaskan, stres sehari-hari bisa berkembang menjadi narasi nasib buruk, karena pikiran cenderung mencari pembenaran atas ketakutan yang sudah ada. 

Ketika seseorang sudah mengantisipasi kegagalan, ia lebih mudah menghindar atau berhenti lebih cepat. Pola ini memperkuat keyakinan bahwa hidup memang tidak berpihak padanya.

Di sisi lain, ekspektasi positif mendorong rasa percaya diri dan ketekunan. Dengan bertahan sedikit lebih lama dan mencoba lebih banyak alternatif, peluang keberhasilan pun meningkat. 

Dalam konteks shio, mungkin bukan semata shio tertentu yang lebih mujur, tetapi individu di dalamnya yang lebih resilien dalam menghadapi tantangan kehidupan.

Dari psikologi hingga feng shui, satu benang merah terlihat jelas bahwa keberuntungan bukan sekadar hadiah, melainkan kesiapan. 

Ia tumbuh dari kesadaran, pengelolaan emosi, keterbukaan, serta konsistensi dalam bertindak.

Maka, ketika ada shio yang dianggap lebih beruntung, mungkin yang membedakan bukanlah semata simbol zodiaknya, melainkan cara individu di dalamnya memandang dan merespons kehidupan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang