Tak Sekedar Gerakan Lincah, Tarian Salsa Juga Punya Segudang Manfaat Kesehatan yang Jarang Diketahui

ilustrasi tari salsa
ilustrasi tari salsa

Tarian salsa sudah tidak asing di telinga masyarakat tanah air. Tarian yang berasal dari Amerika Latin ini diketahui memiliki Gerakan yang lincah, dinamis dan energik.

Namun dibalik tarian yang energik, tarian salsa diketahui memiliki beragam manfaat kesehatan. Melansir dari berbagai sumber, tarian salsa diketahui dapat meningkatkan kesehatan jantung. Hal ini lantaran gerakan salsa yang cepat dan berpola meningkatkan detak jantung secara stabil, yang membantu memperkuat otot jantung dan melancarkan peredaran darah.

Tak hanya itu saja, tarian salsa juga diketahui dapat membakar kalori dan menurunkan berat badan. Satu jam menari salsa dapat membakar antara 300 hingga 500 kalori, setara dengan olahraga lari atau bersepeda.

Tarian salsa juga bermafaat untuk melatih keseimbangan dan koordinasi tubuh. Pola kaki yang kompleks dan koordinasi dengan pasangan melatih otak dan otot untuk bekerja lebih sinkron, sehingga memperbaiki postur tubuh.

Menariknya lagi, tarian salsa juga bermanfaat untuk kesehatan mental dan pengurang stres. Alunan musik latin yang ceria memicu pelepasan hormon endorfin (hormon bahagia), yang efektif mengurangi tingkat stres dan kecemasan setelah beraktivitas seharian.

Beragamnya manfaat tarian salsa bagi kesehatan tak ayal membuat tarian ini semakin digemari. Bahkan belakangan banyak orang yang mengikuti kelas atau bahkan komunitas tarian salsa.

Salah satunya adalah Komunitas Salsa Jakarta. Meski sedang menjalankan ibadah puasa nyatanya tak membuat antusiasme pecinta tarian salsa surut. Hal ini terlihat dari kegiatan yang digelar pada Minggu 22 Februari 2026 di Jakarta. Diikuti sekitar 100 peserta mulai dari anak muda, orang dewasa hingga pasangan lansia, kegiatan ini membuktikan bahwa ibadah puasa bukan menjadi penghalang untuk tetap produktif dan menjaga kebugaran tubuh.

Ryan Latino, salah satu penari sekaligus penyanyi yang hadir, mengungkapkan bahwa hobi dan kecintaan terhadap musik adalah kunci utama semangat mereka.

"Sejujurnya tidak ada halangan saat bulan puasa. Setelah kita dengar musik, rasanya energi bangkit sendiri secara otomatis. Karena kita enjoy, kita jadi lupa rasa lelah setelah berbuka," ujar Ryan yang tampil ikonik dengan kacamata dan topi.

Ia juga menambahkan bahwa komunitas ini menjadi pelarian yang menyenangkan dari rutinitas olahraga yang membosankan.

"Dulu saya nge-gym, tapi lama-lama bosan. Di dansa, kita bertemu banyak orang berbeda dan ada musik yang bikin semangat," tambahnya.

Keseruan acara ini tak lepas dari iringan musik live dari Jakarta Precious Salsa Band. Band spesialis pengiring dansa ini memiliki tantangan tersendiri dalam menjaga tempo agar para penari dapat bergerak selaras.

Randy Santa Maria, personel band tersebut, menjelaskan bahwa bermain musik untuk pedansa Salsa membutuhkan ketelitian ekstra pada ritme.

"Kami fokus banget sama tempo kaki pedansa. Kalau salah sedikit saja, pedansanya bisa protes. Kesulitannya mungkin harus terus update lagu-lagu dari Amerika Latin yang mungkin kurang umum di sini, tapi karena ini passion, kami bahagia bisa mengiringi orang berdansa," kata Randy.

Selama bulan Ramadan 2026, kegiatan sosial dan kelas dansa ini rutin diadakan setiap hari Minggu dimulai sejak pukul 19.00 WIB hingga 23.30 WIB, guna memastikan para anggota tetap memiliki energi maksimal saat menari.