Jenazah Pilot Pelita Air Diterbangkan ke Jakarta Usai Dievakuasi dari Perbukitan Krayan Nunukan

Tarakan, Jenazah Pilot Pelita Air Diterbangkan ke Jakarta Usai Dievakuasi dari Perbukitan Krayan Nunukan

Pesawat pengangkut BBM milik Pelita Air Service jatuh di wilayah Krayan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Rabu (19/2/2026). 

Insiden itu terjadi sesaat sebelum pesawat mendarat di Bandara Long Bawan. 

Dalam kecelakaan tersebut, pilot Capt Hendrick Lodewyck Adam ditemukan meninggal dunia. 

Setelah tim gabungan mengevakuasi korban dari lokasi perbukitan, maskapai menyiapkan proses pemulangan jenazah ke Jakarta untuk diserahkan kepada keluarga di Bogor.

Evakuasi di medan terjal

Komandan Lanud Anang Busra Tarakan, Andreas A. Dhewo, mengatakan tim menemukan pesawat dalam kondisi hancur di area perbukitan sekitar pukul 14.33 WITA.

"Korban ditemukan di lokasi dan langsung dievakuasi secara manual karena medan berupa perbukitan. Pukul 15.20 WITA, jenazah dibawa ke Rumah Sakit Pratama Lombawan," ujarnya dalam konferensi pers, dikutip dari Tribun Kaltim, Kamis (19/2/2026). 

Tim TNI AU, Basarnas, aparat setempat, dan warga bergerak menuju lokasi setelah menerima laporan adanya kepulan asap hitam di ujung landasan. 

Mereka mengevakuasi jenazah secara manual karena akses menuju lokasi cukup sulit.

Hujan ringan mengguyur Krayan saat insiden terjadi. Jarak pandang sekitar enam kilometer, sementara posisi awan terbilang rendah, hanya sekitar 1.400 kaki dan sempat turun hingga 1.000 kaki.

Ketinggian awan yang rendah tersebut dinilai dapat membahayakan penerbangan.

Jenazah dipulangkan hari ini

Setelah proses evakuasi selesai, Pelita Air Service menyiapkan pemulangan jenazah ke Jakarta. 

Lead Engineering Pelita Air Service, Angga Nicko, menyatakan jenazah akan segera diterbangkan ke Tarakan terlebih dahulu.

Setelah tiba di Tarakan, jenazah pilot tersebut akan diterbangkan ke Jakarta. 

"Jenazah akan diteruskan ke Jakarta," ungkap Angga Nicko, dikutip dari Tribun Kaltim, Jumat (20/2/2025). 

Maskapai merencanakan penerbangan dari Krayan menuju Tarakan atau Balikpapan sebelum melanjutkan perjalanan ke ibu kota menggunakan pesawat komersial. 

Di Jakarta, jenazah akan diserahkan kepada keluarga. Istri dan anak almarhum diketahui tinggal di Bogor.

Misi distribusi BBM ke wilayah 3T

Sebelum insiden terjadi, Capt Hendrick menjalankan misi distribusi BBM Satu Harga ke wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) di Krayan. 

Pesawat tipe AT-802 dengan nomor registrasi PK-PAA yang ia pilotinya berangkat dari Tarakan untuk mengangkut bahan bakar menuju wilayah perbatasan tersebut.

Menurut pihak Pelita Air Service, mendiang telah menuntaskan proses penurunan muatan BBM di Krayan. 

Setelah menyelesaikan tugas, ia bersiap kembali ke Tarakan sebagai home base operasional penerbangan tersebut.

Pesawat dilaporkan jatuh sesaat sebelum mendarat di Bandara Long Bawan. Sejumlah saksi mata melihat pesawat turun dalam posisi miring ke arah perbukitan di ujung landasan. 

Tak lama kemudian, sinyal darurat Emergency Locator Transmission (ELT) terdeteksi dalam radius sekitar lima kilometer dari arah final runway 22.

Tim gabungan kemudian bergerak menuju lokasi setelah menerima laporan adanya kepulan asap hitam dari arah bukit. Mereka menemukan pesawat dalam kondisi hancur di area perbukitan.

Hingga kini, otoritas terkait masih mendalami penyebab kecelakaan. Investigasi akan menelusuri kemungkinan faktor teknis maupun non-teknis yang memicu insiden tersebut.

Sebagian artikel ini telah tayang di TribunKaltim.co dengan judul Pesawat Pelita Air Jatuh di Krayan Nunukan, Pilot Ditemukan Tewas Saat Evakuasi.

Sebagian artikel ini telah tayang di TribunKaltim.co dengan judul Pilot Pelita Air Capt Hendrick Gugur Usai Tuntas Antar BBM ke 3T, Siang Ini Diterbangkan ke Jakarta.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang