Pria Jarang Mengaku, Tapi Inilah Hal yang Paling Mereka Butuhkan dari Wanita

Ilustrasi pasangan
Ilustrasi pasangan

Sikap saling terbuka antar pasangan menjadi kunci utama keberhasilan sebuah hubungan. Namun sayangnya, masih banyak laki-laki enggan terbuka tentang apa yang mereka inginkan dari pasangan perempuannya.

Mereka bahkan memilih untuk diam daripada harus terlibat argumen dengan pasangannya. Alhasil hubungan tersebut terkadang justri menjadi penyebab kandasnya jalinan asmara.

Lantas sebenarnya apa yang diinginkan oleh pria terhadap pasangannya? Psikolog yang juga aktif membagikan konten berkaitan psikologi di TikToknya @sarphatieesther membagikan video terkait dengan judul “apa yang sebenarnya diinginkan pria dari pasangannya, tapi tidak pernah mereka katakan.”

Dalam video itu, dia mengungkap bahkan jika wanita meminta pasangannya untuk jujur sepenuhnya tentang apa yang benar-benar ia butuhkan, semua pria akan memberikan jawaban yang sama.

Jawaban tersebut, kata sang psikolog adlah soal keintiman dan bukan hanya keintiman dalam arti seksual seperti yang mungkin disangka banyak orang.

“Jenis keintiman yang mereka rindukan adalah kedekatan dengan pasangan mereka kemampuan untuk berbagi ketakutan terdalam, rasa tidak aman, dan kegagalan mereka, namun tetap merasa diterima oleh wanita mereka,” jelasnya seperti dikutip dari laman The Daily star, Rabu 8 Oktober 2025.

Ia percaya bahwa hal ini berakar dari tekanan sosial yang dirasakan sebagian besar pria, serta ekspektasi bahwa mereka harus selalu tampil sempurna dan terus memperbaiki segala sesuatu. Lantaran itu katanya, impian terbesar pria adalah pulang ke rumah pada seorang wanita adalah memberinya rasa damai, dan yang mereka dambakan adalah perasaan diterima apa adanya.

Sang psikolog juga menyoroti bahwa di zaman modern ini, banyak wanita mengharapkan pria mampu terbuka secara emosional dan mau membicarakan ketakutan serta perasaan terdalam mereka. Tapi ketika para pria benar-benar melakukannya, banyak wanita justru ’panik’ dan tidak tahu bagaimana menanggapinya.

”Karena masyarakat telah mengajarkan kita bahwa pria adalah pemecah masalah. Oleh karena itu, ketika mereka tidak tahu cara menyelesaikan masalah, kita melihat mereka sebagai lemah,” katanya.

Ia menambahkan, inilah alasan mengapa banyak pria memilih untuk tidak terbuka kepada pasangannya, karena takut dianggap tidak cukup kuat. Ia juga menyinggung bahwa kadang kala wanita bisa saja menggunakan informasi itu dan melemparkannya kembali saat terjadi pertengkaran.

Ia menambahkan pula bahwa para pria sering khawatir rahasia terdalam mereka akan dijadikan bahan gosip di antara teman-teman wanita pasangannya, hal terakhir yang ingin mereka alami.

“Tapi kamu tahu, setiap pria selalu mencari satu hal dari wanita yang mengingatkannya pada ibunya. Dan hal itu bukan tentang dicintai tanpa syarat, melainkan diterima tanpa syarat,” tutupnya.