Perilaku Konsumen Berubah, Brand Andalkan AI untuk Baca Pola Belanja Gen Z

Ilustrasi belanja online
Ilustrasi belanja online

Transformasi digital yang berlangsung dalam beberapa tahun terakhir tidak hanya mengubah cara masyarakat berinteraksi, tetapi juga memengaruhi pola belanja dan strategi bisnis. Media sosial kini berkembang dari sekadar ruang komunikasi menjadi bagian penting dalam ekosistem ekonomi digital, tempat brand membangun kedekatan sekaligus mendorong transaksi. 

Pergeseran ini semakin nyata dengan menguatnya peran Generasi Z sebagai kelompok konsumen baru yang memiliki karakter serba cepat, visual, dan sangat lekat dengan teknologi.

Perubahan perilaku tersebut membuat pelaku industri pemasaran perlu menyesuaikan pendekatan mereka, terutama menjelang periode belanja musiman seperti Ramadan yang secara historis selalu mendorong lonjakan aktivitas ekonomi digital. 

Di sinilah pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dalam strategi performance marketing mulai mendapat sorotan. Hal ini lantaran AI dinilai mampu membantu brand membaca pola audiens secara lebih presisi sekaligus menjaga efisiensi kampanye di tengah kompetisi yang semakin padat.

Pendekatan tersebut menjadi semakin relevan seiring pergeseran lanskap pasar, di mana Gen Z diproyeksikan sebagai the next buying power dengan karakter konsumsi yang sangat digital-first. 

Sejumlah riset global turut menggambarkan kuatnya pengaruh media sosial terhadap keputusan belanja generasi muda. Laporan International Council of Shopping Centers (ICSC) mencatat bahwa sekitar 85 persen Gen Z mengakui media sosial memengaruhi keputusan pembelian mereka. 

Sementara itu, Forbes melaporkan bahwa lebih dari 70 persen Gen Z pernah melakukan pembelian langsung melalui platform media sosial. Temuan tersebut memperlihatkan bahwa media sosial kini berperan bukan hanya sebagai kanal awareness, tetapi juga sebagai ruang utama terjadinya konversi.

Ilustrasi Gen Z

Ilustrasi Gen Z

Di Indonesia, Instagram sebagai bagian dari ekosistem Meta masih menjadi salah satu platform yang paling relevan bagi Gen Z, khususnya untuk eksplorasi brand, tren, serta konsumsi konten visual dan video pendek. Data We Are Social juga menunjukkan tingginya tingkat penggunaan Instagram di kalangan Gen Z Indonesia, sehingga menjadikannya kanal strategis bagi brand yang ingin membangun relevansi sekaligus mendorong performa kampanye secara langsung.

Memasuki Ramadan 2026, ketika volume konten dan iklan meningkat tajam, efektivitas kampanye dinilai semakin bergantung pada ketepatan strategi. Dalam situasi tersebut, pendekatan AI-driven performance marketing disebut dapat membantu brand membaca pola audiens secara lebih akurat, mengoptimalkan distribusi iklan, serta menjaga efisiensi anggaran tanpa harus mengandalkan peningkatan belanja iklan semata.

Sejalan dengan dinamika tersebut, Herco Digital mengumumkan bahwa tim internalnya resmi meraih sertifikasi Meta Certified AI & Performance Marketing Specialist. Sertifikasi ini merupakan pengakuan dari Meta atas kompetensi Herco Digital dalam mengelola serta mengoptimalkan kampanye performance marketing berbasis kecerdasan buatan (AI) di platform Facebook dan Instagram. 

Pencapaian tersebut diraih menjelang Ramadan 2026, periode high season yang secara konsisten mencatat lonjakan aktivitas dan belanja digital di Indonesia. Sertifikasi tersebut disebut memperkuat kapabilitas perusahaan dalam menghadirkan strategi iklan Meta Ads yang berbasis data, terukur, dan adaptif terhadap perubahan perilaku audiens di ekosistem Meta. 

Hal ini dinilai semakin relevan di tengah pergeseran lanskap pasar, ketika Gen Z diproyeksikan menjadi kelompok dengan daya beli yang terus tumbuh dan memiliki karakter konsumsi yang sangat digital-first.

CEO Herco Digital Hero Wijayadi menilai perubahan perilaku konsumen menuntut pendekatan yang terus berkembang. “Perubahan perilaku konsumen, khususnya Gen Z, menuntut strategi pemasaran yang semakin adaptif dan relevan," ujarnya, sebagaimana dikutip dari siaran pers, Jumat, 6 Februari 2026.

"Sertifikasi ini menjadi langkah kami untuk memastikan setiap strategi yang dijalankan tetap selaras dengan perkembangan platform dan kebutuhan brand,” ungkapnya. 

Sertifikasi Meta Certified AI & Performance Marketing Specialist ini sendiri menjadi bagian dari penguatan kompetensi perusahaan dalam menjawab tantangan tersebut, baik dari sisi pemahaman teknis maupun strategi berbasis data.