Gen Z Jadi Paling Banyak Ngutang untuk Gaya Hidup dan Hiburan, Intip 5 Tips Belanja Cerdas Amankan Dompet

Ilustrasi belanja, 1. Buat Daftar Kebutuhan Sebelum Belanja, 2. Tunda Pembelian Jika Hanya Keinginan Sesaat, 4. Pahami Gaya Belanja dan Prinsip Value for Money, 5. Gunakan Belanja Cerdas Jadi Latihan Literasi Keuangan
Ilustrasi belanja

Di era media sosial, tren dan viralitas kerap menjadi pendorong utama keputusan belanja anak muda. Mulai dari outfit, skincare, hingga aksesori gadget, banyak yang membeli karena takut ketinggalan tren atau FOMO (fear of missing out) alih-alih karena kebutuhan sebenarnya.

Populix Report 2024 menunjukkan sebagian besar gen Z di Tanah Air  mengutamakan pengeluaran untuk gaya hidup dan hiburan meski belum memiliki penghasilan stabil. Sejalan dengan itu, Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Maret 2025 mengungkapkan bahwa individu berusia 19–34 tahun mendominasi utang alias pinjaman fintech hingga 51,25 persen. 

Laporan tersebut menandakan kerentanan finansial yang semakin meningkat di kalangan muda. Fenomena ini turut menuntut hadirnya edukasi dan pilihan konsumsi yang lebih bijak agar generasi muda dapat tetap menikmati gaya hidup tanpa mengorbankan kesehatan finansial gen Z.

CEO sekaligus Lead Financial Trainer QM Financial, Ligwina Hananto, menuturkan kemampuan membedakan kebutuhan dan keinginan akan membantu anak muda sadar prioritas, khususnya saat mengambil keputusan finansial. Keputusan ini nantinya berdampak pada kehidupan jangka panjang.

Ia menambahkan, salah satu kemampuan penting yang wajib dimiliki anak muda adalah kepiawaian berbalanja cerdas. Hal ini dapat membantu masyarakat memilih barang berkualitas yang hemat dalam jangka panjang dibanding membeli barang murah yang cepat rusak.

"Skill berbelanja cerdas adalah salah satu skill penting yang harus dimiliki sejak muda," kata Ligwina dikutip dari keterangan tertulis pada Senin, 3 November 2025. 

Ia membagikan beberapa tips praktis untuk mengelola dorongan belanja impulsif. Scroll untuk informasi lengkapnya!

1. Buat Daftar Kebutuhan Sebelum Belanja

Sebelum memutuskan untuk pergi berbelanja, buatlah daftar barang-barang yang benar-benar diperlukan. Cara ini membantu Gen Z mengontrol dorongan untuk membeli sesuatu secara impulsif, sekaligus memastikan bahwa uang yang dikeluarkan benar-benar dialokasikan untuk hal yang bermanfaat. Dengan daftar belanja yang terarah, keputusan pengeluaran menjadi lebih bijak, tanpa harus mengorbankan kesenangan.

2. Tunda Pembelian Jika Hanya Keinginan Sesaat

Ketika keinginan membeli muncul hanya karena barang sedang tren atau sedang ramai dibicarakan di media sosial, berikan waktu beberapa hari untuk menilai ulang. Gen Z bisa bertanya: “Apakah barang ini benar-benar penting atau hanya keinginan sesaat?” Kebiasaan menunda ini dapat mencegah penyesalan di kemudian hari, terutama jika barang tersebut ternyata tidak memberikan manfaat nyata.

3, Fokus pada Nilai Guna dan Manfaat Jangka Panjang

Sebelum memutuskan untuk membeli sesuatu, pertimbangkan apakah barang tersebut dapat memberikan manfaat berkelanjutan. Alih-alih terjebak dalam godaan produk viral yang cepat usang, Gen Z dianjurkan untuk memilih barang yang bisa digunakan berkali-kali atau mendukung produktivitas. Pola pikir ini membantu memaksimalkan fungsi setiap pembelian, sekaligus menghemat anggaran untuk kebutuhan lain yang lebih relevan.

4. Pahami Gaya Belanja dan Prinsip Value for Money

Setiap orang memiliki gaya belanja yang berbeda, ada yang senang membeli banyak barang dengan harga terjangkau dan ada pula yang rela mengeluarkan lebih untuk kualitas terbaik. Hal terpenting bagi Gen Z adalah menjaga keseimbangan antara harga dan kualitas. Prinsip ini memastikan bahwa uang dikeluarkan sesuai dengan nilai barang yang dibeli, bukan sekadar mengikuti impuls atau citra semu.

5. Gunakan Belanja Cerdas Jadi Latihan Literasi Keuangan

Setiap keputusan belanja dapat menjadi sarana belajar mengelola keuangan. Dengan membiasakan diri memilih produk yang tepat guna, Gen Z tidak hanya terhindar dari pemborosan, tetapi juga mulai membangun kebiasaan finansial sehat sejak dini. Ini merupakan langkah awal yang efektif dalam meningkatkan literasi keuangan, yang kelak akan bermanfaat dalam pengelolaan uang di tahap hidup berikutnya.

Dengan memahami kebutuhan, menunda godaan impulsif, hingga memilih barang bernilai guna tinggi,  gen Z dapat tetap menikmati hiburan dan tren tanpa mengorbankan kondisi finansial. Belanja cerdas bukan sekadar soal hemat, tapi juga latihan mengelola uang dengan bijak sejak dini. Dengan langkah kecil yang konsisten, dompet tetap aman, gaya hidup tetap seru.