Ada Gerhana Matahari Cincin, Ini Sederet Fenomena Langit Februari 2026
- 1 Februari: Bulan Purnama Salju
- 8 Februari: Hujan Meteor Alpha Centaurid
- 17 Februari: Gerhana Matahari Cincin
- 18 Februari: Bulan Dekat Merkurius
- 19 Februari: Merkurius dan Bulan Dekat Saturnus
- 23 Februari: Bulan Mendekati Gugus Pleiades
- Akhir Februari: Parade Enam Planet
- Akhir Februari: Inti Bima Sakti Mulai Terlihat
Sepanjang Februari 2026, beberapa fenomena langit terjadi secara berurutan dari awal hingga akhir bulan.
Fenomena ini meliputi purnama, hujan meteor, gerhana Matahari cincin, pertemuan Bulan dengan planet, parade planet, serta kemunculan kembali inti Bima Sakti.
Sebagian peristiwa dapat diamati dengan mata telanjang, sementara lainnya membutuhkan lokasi pengamatan tertentu.
Lantas, apa saja fenomena langit Februari 2026? Berikut daftar lengkapnya.
Fenomena langit sepanjang Februari 2026
Dilansir dari National Geographic, Jumat (30/1/2026), berikut sejumlah fenomena langit yang akan muncul pada bulan depan:
1 Februari: Bulan Purnama Salju
Bulan purnama terjadi pada Minggu (1/2/2026) dan dikenal sebagai bulan purnama salju. Puncak purnama terjadi pada sore hingga malam hari.
Saat Bulan terbit di ufuk, warnanya dapat tampak kekuningan atau jingga. Nama purnama salju berasal dari tradisi di belahan Bumi utara yang mengaitkannya dengan musim dingin.
8 Februari: Hujan Meteor Alpha Centaurid
Hujan meteor Alpha Centaurid mencapai puncaknya pada Minggu (8/2/2026). Fenomena ini berlangsung dari akhir Januari hingga 20 Februari.
Dalam kondisi langit cerah, hujan meteor ini dapat menghasilkan hingga enam meteor per jam. Pengamatan paling baik dilakukan setelah tengah malam dengan menghadap rasi Centaurus.
17 Februari: Gerhana Matahari Cincin
Gerhana Matahari cincin terjadi pada Selasa (17/2/2026). Gerhana ini terjadi saat Bulan tidak sepenuhnya menutupi Matahari, sehingga terlihat cincin cahaya di sekelilingnya.
Fase cincin penuh hanya dapat dilihat di wilayah Antartika dan Samudra Hindia bagian selatan. Di beberapa wilayah belahan Bumi selatan, gerhana dapat terlihat sebagian.
18 Februari: Bulan Dekat Merkurius
Pada Rabu (18/2/2026), Bulan sabit tipis terlihat berdekatan dengan planet Merkurius di langit barat.
Keduanya berada rendah di dekat ufuk dan hanya tampak sekitar satu hingga dua jam setelah Matahari terbenam. Pengamatan sebaiknya dilakukan di tempat terbuka.
19 Februari: Merkurius dan Bulan Dekat Saturnus
Merkurius mencapai posisi terjauh dari Matahari pada Kamis (19/2/2026), sehingga lebih mudah terlihat saat senja.
Pada hari yang sama, Bulan sabit muda tampak dekat dengan planet Saturnus. Keduanya dapat diamati di langit barat setelah Matahari terbenam.
23 Februari: Bulan Mendekati Gugus Pleiades
Pada Senin (23/2/2026), Bulan tampak berdekatan dengan gugus bintang Pleiades.
Fenomena ini dapat dilihat di langit barat daya setelah Matahari terbenam hingga sekitar dini hari. Gugus Pleiades terlihat sebagai kumpulan bintang kecil yang rapat.
Akhir Februari: Parade Enam Planet
Mulai sekitar Jumat (20/2/2026) hingga awal Maret, enam planet dapat terlihat di langit malam.
Venus, Merkurius, dan Saturnus tampak di langit barat. Jupiter terlihat lebih tinggi, sementara Uranus dan Neptunus memerlukan teropong atau teleskop untuk dilihat.
Akhir Februari: Inti Bima Sakti Mulai Terlihat
Menjelang akhir Februari, inti Bima Sakti mulai terlihat kembali dari belahan Bumi utara.
Pusat galaksi tampak rendah di ufuk tenggara pada dini hari sebelum Matahari terbit. Semakin mendekati Maret, posisinya akan terlihat lebih tinggi.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang