Purbaya sebut Iuran Board of Piece Diambil dari Anggaran Kemenhan
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa memastikan, anggaran untuk iuran Dewan Perdamaian (Board of Piece) Gaza bakal diambil dari anggaran Kementerian Pertahanan.
“Ya, nanti selalu lewat Kemenhan, kan? Pasti selalu lewat Kemenhan,” kata Purbaya di kawasan Sudirman, Jakarta, Selasa, 3 Februari 2026.
Meski demikian, Purbaya mengaku pihaknya belum memutuskan apakah dana iuran Board of Piece akan mengambil jatah lainnya dari APBN. Namun jika anggaran yang dibutuhkan lebih besar dari kapasitas fiskal di Kemenhan, Purbaya membuka peluang untuk melakukan realokasi anggaran.
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa
Meskipun di sisi lain, Purbaya menegaskan bahwa saat ini manajemen fiskal untuk iuran ini akan dijaga dengan hati-hati.
“Nanti kita lihat. Kalau nggak cukup, kami reorientasi. Yang penting adalah kami akan menjaga anggarannya tetap prudent,” ujarnya.
Sebagai informasi, anggaran Kemenhan pada 2026 ditetapkan sebesar Rp 187,1 triliun. Anggaran itu digunakan untuk menggaji pegawai dan prajurit TNI, memperkuat alat utama sistem senjata (alutsista) TNI, dan memperkuat sektor-sektor pertahanan lain yang berkaitan dengan kedaulatan negara.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto turut menandatangani piagam Dewan Perdamaian (Board of Peace) untuk Gaza, di sela-sela acara World Economic Forum (WEF) 2026 di Congress Hall, Davos, Swiss, Kamis (22/1) siang waktu setempat.
Sementara itu, dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (27/1), Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono menyatakan tidak ada kewajiban bagi negara anggota untuk membayar dana iuran sekitar 1 miliar dolar AS (Rp16,82 triliun). Menlu menegaskan bahwa negara yang diundang dapat menjadi anggota Dewan Perdamaian selama tiga tahun.
“Jadi kalau misalnya (satu negara) ikut berpartisipasi (membayar dana), itu artinya dia (anggota) permanen,” ujarnya.